Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
istri Wawan


__ADS_3

Akhirnya para peserta jalan sehat sudah sampai di finis, dan terlihat semua panitia sangat sibuk.


"baiklah,sebelum acara pembacaan nomor undian yang beruntung, kita akan mendengarkan salah satu lagu yang akan di bawakan oleh artis top Jawa Timur, kira sambut Kartika!!" kata MC yang mempersilahkan artis dangdut itu maju untuk menghibur para peserta.


terlihat Feby sedang mengantri membeli es krim untuk dua keponakannya, saat Vina tiba-tiba memeluk gadis itu.


"Feby!!" teriaknya dengan senang.


"loh kamu pulang,"kaget Feby yang tak kalah senang.


keduanya berpelukan erat, Wasis dan bagus yang sedang membeli es tebu melihat itu heran.


Siapa gadis cantik yang di peluk oleh Vina, karena Keduanya sangat akrab.


"siapa itu, kenapa dia sangat cantik, dan sangat baik dan auranya begitu lembut," kata Bagas yang langsung kesemsem.


"mungkin temannya," jawab Wasis yang memang tak mengenal Feby.


"halo para keponakan bunda!!" teriak Vina yang mengejutkan Arga hingga bocah itu menangis.


"aduh kamu kaget ya Arga, maaf..." kata Vina yang mengendong Abra.


"ya dasar bunda Vina suaranya kayak toa," kata Feby tersenyum.


setelah membayar, keduanya berjalan pulang, dan ternyata Bu Sodikin juga sudah ada di rumah Hardi.


"assalamualaikum..." salam Feby dengan sangat sopan dan ramah.


"wah siapa ini," tanya teman-teman Hardi


"dia adik ipar ku," jawab Hardi yang memperkenalkan Feby.


dan terlihat semua sangat menyambutnya dengan baik, dan mereka memilih duduk di teras sambil menyaksikan acara pengundian hadiah.


"kamu dapat berapa nomor Feby?" tanya Vina.


"punya banyak, nih ambil," kata Feby yang mengeluarkan Lina bekas nomor.


"ya Tuhan curang amat neng,"


"biarin, sudah aku mau bantu di sana dulu, bisa di online ketua panitia," kata Feby yang pamit.


"Hardi dia cantik, boleh buat ku gak?" tanya Bagas yang nendng belum tau jika Feby ini sudah menikah.


"kamu memang berani lawan ketua panitia," tanya Hardi santai.


"jangan bilang dia adik ipar mu yang menikah karena masalah yang pernah menimpa orang mu,"

__ADS_1


"itu benar, tapi mereka itu saling mencinta, lihat saja," kata Hardi yang dengan santai menunjuk ke arah panggung.


ternyata Wawan hanya santai di pojokan dan saat melihat istrinya, dia langsung mengulurkan tangannya.


Dan saat pengambilan nomor pun, terlihat pria itu tak melepaskan Feby sama sekali.


"ya kalau aku jadi suaminya juga tak akan melepaskannya," kata Bagas yang membuat kaget.


"jangan gila kamu, karena pria itu tidak sebaik yang terlihat," kata Wasis mengingatkan.


Tak lama saat para artis menyanyikan lagu rungkad, tiba-tiba para pemuda yang sedang berjoget tiba-tiba berganti jadi adu jotos.


"woi tenang dulu..." kata MC yang tak bisa menenangkan semua pemuda itu.


Tanpa bicara, Wawan lompat dari panggung dan mengambil kursi plastik dan menghajar semua pemuda itu.


Dan pak Sardi, pak Joko dan pak Sarno itu buru-buru melerai dan membawa para pemuda itu pergi.


Hardi tersenyum saja melihat aksi Wawan yang memang tanpa ampun, sedang Bagas tak mengira akan melihat itu.


"gila itu kursi hancur Cok," kata pria itu tak percaya.


"periksa siapa yang bawa miras ke sini, jika tdk ada yang mengaku, hajar habis semuanya, bisa-bisanya mengacau di acara keluarga bis Hardi," perintah Wawan.


"baiklah, semuanya di mohon untuk tenang, sekarang kita lanjutkan untuk pengundian nomor, dan tolong para panitia, bereskan," kata Feby yang mengambil alih.


"Monster jika dia di luar rumah dan menyangkut pekerjaan, tapi dia anjing imut dan setia saat bersama istrinya," kata Hardi yang membuat Wasis tak percaya.


lurah Aris dan istri juga menghampiri keluarga Hardi dan terlihat mereka sangat baik.


Bahkan semua juga tau siapa Helmi, tapi tak ada yang berani membahasnya karena itu masa lalu.


acara berlanjut hingga akhirnya sampai pada hadiah utama sebuah motor bebek.


"kepada pemilik hajar, di mohon untuk baik ke atas panggung, dan ketua panitia juga," panggil Feby.


Akhirnya Hardi mengandeng istrinya dan juga Vina baik ke atas panggung, dan Wawan berdiri di belakang istrinya.


"sebelum pengambilan hadiah utama, kepada bapak bos Hardika Hartono untuk memberikan sedikit ucapan atau sambutannya, di persilahkan," kata Feby memberikan mikrofonnya.


"hei ketua panitia malah nemplok kayak anak ayam sama induknya, sini," jewer Hardi pada pria itu.


"aduh bos," kata Wawan yang tertawa tapi tetap saja tak melepaskan Feby.


"assalamualaikum semua..."


"wa'alaikumussalam..."

__ADS_1


"sebenarnya kami mengadakan acara ini untuk mengingat ulang tahun pernikahan orang tua kami, sekaligus mengucapkan terima kasih atas pengabdian kepada masyarakat yang telah di jalani lurah Aris yang sebentar lagi menyelesaikan tugas sebagai kepala desa, dan yang terpenting, kamu ingin berbagi kabar bahagia, jika kami sedang menunggu kedatangan anggota baru, yaitu anak ketiga kami,jadi kami hanya ingin berbagi kebahagiaan saja," kata Hardi yang membuat semua warga terkejut.


"kalau begitu, mohon kepada pak bos untuk mengambil nomor," kata Wawan yang memberikan kotak undian.


"ini kalau yang dapat nomor anak buah saya, saya tolak, karena harus para warga, untuk dua motor ini," kata Hardi


"iya pak bos," jawab semua anak buah Hardi yang memang sudah mendapatkan bonus besar kemarin lalu.


"langsung dua nomor mas,"kata Feby lagi.


Dan Hardi meminta Hana dan Vina yang mengambil nomor undian itu, dan setelah itu di berikan pada Hardi.


"nomornya adalah tiga... Kosong... Tiga... Tiga..." kata Hardi


"nomor yang keluar, tiga kosong tiga tiga," kata Feby yang mengatakannya ulang.


ternyata itu nomor yang di miliki oleh seorang anak kecil, dan orang tuanya sangat bahagia pasalnya motor baru mereka dapat.


"dan ya pemenangnya paklek Yudi, lo Lo Lo gak bahaya ta," kata Wawan tertawa.


"baiklah, nomor untuk motor yang satu lagi, Monggo psk bos," kata Feby.


"dek...."


"iya maaf mas bos, Monggo..."kata Feby tertawa menggoda Kakak iparnya itu.


"kosong....dua... Satu... sembilan,"


"kosong dua satu sembilan!!" kata Feby mengulangi lagi nomor yang di baca oleh Hardi.


ternyata yang dapat adalah Amir, otomatis Vina dan Feby langsung mundur ke belakang tubuh Wawan.


merasakan ketakutan dari dua gadis itu,membuat Wawan melindungi keduanya.


"baiklah mohon yang tidak berkepentingan turun dari panggung, kecuali keluarga dari pak Hardi selaku penyelenggara, dan juga ketua panitia dan istri," kata MC.


Akhirnya mereka foto bersama, dan tentu saja Vina mengandeng Feby karena tak ingin berdekatan dengan Amir.


"baiklah selanjutnya, mohon MC di lanjutkan untuk acaranya," kata Wawan yang langsung mengajak kedua gadis itu turun dari jalan samping panggung di bantu pak Sardi.


Hardi sadar jika Vina masih tak bisa berdekatan dengan Amir, tapi kenapa Feby juga terlihat takut, dan reaksi Wawan seperti melihat musuhnya yang siap dia ajak berduel seperti itu.


"sebenarnya ada apa dengan Wawan dan Amir," kata Hardi heran.


"ah aku belum bilang ya, jika Amir mencoba untuk merayu Feby, dan Wawan yang membaca pesan pria itu," kata Hana yang membuat Hardi kaget.


"tak ku sangka dia ternyata seburuk itu," gumam Hardi

__ADS_1


dia tak mengira jika Amir melakukan itu, padah semua orang juga tau bagaimana perangai Wawan yang sudah membenci orang.


__ADS_2