Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
latihan keras


__ADS_3

Hardi dan Hana mrnikmati makan somay berdua, mereka berdua bahkan menonton kartun kembar berkepala botak.


sedang di sekolah, guru olahraga memberitahu berita baik tentang club voli yang ternyata sudah di daftarkan oleh kepala sekolah baru untuk lomba


semua murid yang mengikuti ekstrakulikuler pun merasa sangat senang, pasalnya mereka sepertinya mustahil mendapatkan kabar itu.


"baiklah,karena ibu jualan sekolah sudah baik pada kura, sebaiknya kita harus mulai bermain dengan serius, bisa!!"


"bisa!!" teriak mereka semua.


Hari ini mereka pun melalui latihan dengan sungguh-sungguh, dan yang mengejutkan juga.


Ternyata seragam voli mereka juga sudah datang jadi mereka tak harus beli kaos sendiri.


ya selama ini mereka terus mengunakan kaos pribadi saat lawan tanding, tapi kali ini tidak usah.


"baiklah lusa kalian akan mulai melakukan lomba, jadi tolong jaga kesehatan kalian ya," kata guru olahraga itu pada grup voli pria dan wanita.


Feby mendapatkan pesan dari seseorang, dan raut wajahnya terlihat sedih.

__ADS_1


"ada apa Feby, kenapa muka mu sedih begitu?" tanya Vina yang selalu bertanya karena tak mau melihat sahabatnya itu sedih.


"aku sudah bilang padamu kan Vina, jika dku menyukai seorang pria,tapi saat aku menghubunginya dia malah dingin dan membuat ku sedih," kata Feby dengan sedih.


"yang sabar, mungkin itu bukan jodoh mu, sudahlah jangan sedih lagi pula masih banyak pria yang jomblo, tuh guru olahraga juga masih jomblo," kata Vina tertawa.


"ya kamu gila ya," kata Feby tertawa.


mereka berdua pun berpisah untuk pulang, tapi Vina masuk setelah di mencuci tangan ddn kakinya.


Tapi saat masuk dia kaget melihat dua orang itu sudah tertidur di depan tv.


Akhirnya dia ke kamar untuk mandi, dan setelah itu dia ke dapur dan mencari makan siang.


Dia melihat nasi dan lauk yang ada di meja tak minat, dan dia membuka kulkas melihat Somay.


Untungnya ada itu jadi dia bisa makan tanpa harus kesulitan untuk mencarinya lagi.


Saat makan di kamar sambil mengerjakan tugas dari para guru, tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.

__ADS_1


Setelah membalasnya, tak lama ada pesan masuk, "assalamualaikum... Ada apa mas Amir, kok tumben menelpon ku?"


"tidak dek, aku hanya ingin mendengarkan suara mu, aku sedang ada di Ampel untuk ziarah wali lima, kaldu boleh tau, ukuran baju gamis milik mu berapa?" tanya pria itu.


"ah itu mas, kalau sedikit ketat M tapi kalau longgar L atau XL," jawab Vina malu-malu.


"ah baiklah, aku juga akan berdoa pada Allah, semoga kita bisa di persatukan dalam ikatan pernikahan yang abadi ya,"


"amiin," jawab Vina yang sebenarnya juga menyukai pemuda itu.


Amir pamit dan menutup telponnya, dan kini dia mengambil wudhu untuk memimpin para warga membaca tahlil, karena setelah dari Surabaya, mereka akan ke Madura.


setelah berdoa, semua di beri waktu satu jam untuk belanja, tentu saja pemuda itu membeli gamis untuk gadis yang dia sukai, bahkan dia membeli satu gamis couple.


Ya itu model Turkey, dan dia juga menyukai baju muslim pria berwarna hitam itu


terlebih beberapa bulan lagi, akan ada acara yang biasanya mengunakan baju hitam, jadi mereka bisa mengunakan secara bersamaan.


ya Amir memang belum meminta gadis itu secara resmi, tapi dia sudah berani meminta Vina pada Hardi, meski secara rahasia dari gadis itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2