
Pagi ini, Hana, Hardi dan Vina datang ke rumah orang tuanya, karena mereka akan berangkat rombongan ke wali lima dengan mobil mini bus.
"jadi sudah boleh berangkat?" tanya Hardi pada semua keluarganya.
"boleh tunggu sebentar mas, ada seseorang yang ingin ikut, apa boleh," tanya Feby yang memohon hal mengejutkan.
"tentu saja boleh, toh Vina juga mengajakku kasihnya bukan," kata Hardi pada adiknya itu.
"apa sih mas,kami tidak pacaran," jawab Vina dengan malu.
sebuah motor datang, ternyata itu ojek online yang di maksud oleh Feby.
saat pria itu datang menyapa semua orang Vina terkejut, sejak kapan pria yang begitu sibuk seperti Ibra bisa mengikuti acara seperti ini.
"loh mas Ibra," kata Vina yang melihat sosok pemuda itu.
"adik ipar ku, selamat datang, bagaimana apa siap menjadi orang yang mengantikan aku menyetir nanti," tanya Hardi yang mengejutkan Ibra dan Amir.
Pasalnya Hardi bicara pada keduanya, "maksudnya mas," tanya vina bingung, karena tak mungkin dia memilih, karena keduanya punya tempat spesial.
"kenapa kamu terkejut, kamu lupa jika sekarang adik ku tidak hanya kamu, tapi ada Feby juga," kata Hardi yang membuat Vina diam dan menoleh ke arah temannya itu
__ADS_1
"jadi Feby dan mas am-"
"Ibra, mereka akan melaksanakan pertunangan sebentar lagi, kemungkinan tiga bulan lagi," jawab Hana yang tak ingin Vina mengatakan hal yang salah.
"apa... Kenapa?"
"karena setelah lulus sekolah, aku akan meresmikan hubungan ini dan segera membawa Feby ke kota untuk kuliah dan juga menjadi istri pengacara Ibrahim al-Fatih."
Mendengar ucapan itu,sedikit ada rasa tak suka, dia yang mengenal Ibra terlebih dahulu,tapi kenapa sekarang malah Feby yang menjadi gadis incaran.
"kamu cemburu Vina," tanya Amir yang melihat raut wajah Vina berubah.
"tidak mas, tidak apa-apa,sudah ayo semuanya kita berangkat nanti tambah siang," kata Vina yang mencoba menutupi perasaannya.
Sedang di kursi depannya ada Bu Sukoco dan dua gadis lainnya,sedang kursi depan ada Hardi dan Hana.
Tentu saja di depan lagi sudah tak ada kursi karena mobil itu di modifikasi agar bisa di buat nyaman untuk dua anak mereka.
Sedang yang menyetir adalah Wawan dan juga Bejo yang mengantar karena Hardi tak mau repot nantinya.
Pertama tujuan mereka adalah Tuban, mereka ke makam sunan Bonang terlebih dahulu
__ADS_1
Saat di parkiran, mereka sudah naik becak menuju ke area makam,karena tempat parkir yang jauh.
tentu Feby dan Vina naik di satu becak, keduanya membawa tassi kembar.
"Feby boleh tanya, sejak kapan dengan mas Ibra," tanya Vina penasaran.
"sejak acara terakhir maulid nabi, setelah itu aku menjadikan mas Ibra teman curhat ku,dan akhirnya dia melamar ku di depan ibu dan bapak,bahkan orang tuanya juga sudah mengkonfirmasi tentang permintaan putra mereka itu," jawab Feby dengan senyum.
"benarkah semudah itu,aku tak menyangka jika kamu akan menerima pinangannya,terlebih kalian baru kenal," kata Vina
"aku yakin dengannya,bahkan aku sudah memastikan jawabannya dengan sholat malam, kamu juga mas Amir bukankah semakin dekat," kata Feby penasaran juga
"tidak juga, aku merasa jika sekarang mas Amir semakin posesif dan sering bertanya pada ku tentang hal aneh, seperti bertanya aku dimana, dan bersama siapa? Itu menganggu padahal aku jarang keluar," curhat Vina.
"kamu lucu ya, itu bukti jika mas Amir itu peduli,mungkin dia posesif karena takut jika kamu meninggalkan dirinya, kamu juga tau bagaimana dia menolak semua gadis yang mendekatinya karena dia mengejar mu, bahkan dia juga sudah meminta mu pada mas Hardi bukan," kata Feby dengan lembut agar temannya itu sadar.
"ya kamu benar, tapi kadang aku merasa sedikit kesal saja, tapi ya aku harus bersyukur dengan itu, karena telah memiliki dia yang begitu mencintai ku,maaf aku sempat menyembunyikan semuanya,"
"tak masalah kita kan saudara," jawab Feby yang membantu Vina turun dari becak.
Bahkan saat berjalan di pasar di area makam sunan Bonang,terlihat para pria menjaga istri mereka masing-masing.
__ADS_1
Bahkan Ibra mengenakan sarung tangan saat menyentuh Feby padahal gadis itu mengenakan jubah lebar dan jilbab yang juga sangat lebar.
tapi itu semua demi menjaga gadis yang dia cintai,semakin mengenal Feby,semakin membuatnya tergila-gila padanya.