
Hardi sudah selesai mandi dan sempat memeluk Hana yang membantu para remaja putri.
"mas malu itu banyak anak perempuan..." tegur Hana.
"lah kita mah suami istri, malu tuh yang pacaran sudah cium cium bibir, kita mah juga ya, tapi aku kan gak sadar," kata Hardi yang langsung dapat pukulan kecil di bibirnya.
"aduh mulutnya bikin kesel," kata Hana.
"sudah ih, pergi kedepan mas, sambut itu nanti ada pak lurah dan juga pak Kasun juga datang," kata Vina yang mendorong kakaknya itu pergi kedepan.
"iya iya... Ngeselin banget," kata Hardi pasrah.
setelah mereka semua duduk bersama ternyata benar, dan yang membuat terkejut, suguhan kali ini ini melebihi anggarannya.
Tapi tak ada yang berani bicara atau protes karena Hana akan langsung mengultimatum siapapun yang bicara.
Bukan dia tak suka, tapi ini bentuk penghormatan dari tuan rumah, "baru kali ini loh suguhannya ada buah leci," kata pak lurah yang tak menduga itu.
"pak lurah mau bawa, tadi di kulkas masih ada lima kilo, kali mau bawa sekilo juga gak papa, asal jangan semua nanti istri saya ngamuk, karena itu buah kesukaannya," kata Hardi tertawa.
"wah boleh ya, makasih loh," kata pria itu.
Amir dan Vina duduk dan mulai membicarakan tentang susunan acara, bahkan banner sudah jadi dan semu acara sudah siap.
Hana duduk di sebelah Feby, "kamu akan dapat lebih baik insyaallah," kata Hana
"amiin ya mbak," jawab Feby memeluk kakaknya itu.
lurah Aris tak menyangka jika acara sebesar itu akan di tanggung oleh para Tarang taruna.
bahkan semua sudah di bayar lunas tanpa ada tunggakan, di karenakan semua tak mau repot saat acara selesai.
Acara rapat ini berjalan cukup lancar dan semua pun menikmati suguhan, dan kejutan datang terakhir, sebuah gerobak bakso datang.
__ADS_1
"sudah rapatnya sudah selesai, sekarang Monggo makan dulu," kata Hardi mempersilahkan.
"ya Allah mas Hardi ini berlebihan," kata Amir.
"kenapa, semua teman-teman adikku tentu harus di sambut dan di beri jamuan yang pantas, jadi titip Feby dan Vina ya," kata Hardi merangkul dua adiknya itu.
Hardi pun mengambil satu mangkuk berisi penuh, dan ternyata dia memilih makan semangkuk berdua.
Lurah Aris melihat hal itu, mungkin dia harus mulai meniru tingkah laku Hardi yang selalu menomor satukan istrinya.
"aduh yang jomblo ngiri," kata salah satu pemuda.
"makanya kerja yang bener terus menikah, jangan bikin dosa, kasihan tuh pak lurah yang pusing kalau banyak yang nikah belum umurnya," kata Hardi tertawa.
"iya nih,masak satu desa sudah sepuluh anak masih di bawah umur minta surat pengantar desa untuk mendapatkan surat dari pengadilan," kata lurah Aris.
"pancen sek cilik ngerti bolongan Yuyu,"kata yang lain.
jadilah rumah Hardi dan Hana sangat meriah, bahkan saat makin malam terlihat beberapa anak buah pria itu datang dan bergabung.
Hana tak menyangka rumahnya tetap bersih karena para remaja putri tadi juga ikut cuci piring, dan Hana memberikan buah pada Hardi untuk di taruh di mobil pak lurah.
Sedang di rumah pak Syam, Dimas melihat situasi rumah yang tampaknya sepi.
Dia mengenakan sarung tangan karet dan membawa sebuah sebuah kertas putih.
ia mengambil botol susu milik putranya dan segera memasukkan obat itu dan menutupnya, dan setelah itu dia pergi.
Leli tak curiga, dan memberikan susu itu tapi anehnya bayi Rico memuntahkannya.dan tak mau.
Akhirnya Leli membuangnya setelah mencium bau aneh dan membuat putranya muntah.
setelah itu dia mengendong anaknya sambil membuat susu, sedang Dimas merasa kesal karena istrinya itu terlalu teliti untuk apapun yang di minum putra mereka.
__ADS_1
jadi dia harus memikirkan cara yang lain, setelah membuatkan susu yang baru, Leli sedang menidurkan anaknya dengan menimangnya di luar.
"ada apa sayang,tidur yuk, mama capek," kata Leli yang membuat putranya itu seperti mengerti kegelisahan ibunya.
Setelah Rico tidur, Leli masuk kedalam rumah dan melihat suaminya yang bersiap pergi.
"kamu mau kemana mas?" tanya Leli melihat suaminya itu.
"aku mau ke tempat temen ku dan tak usah menunggu ku, tidur saja, toh kamu juga tak akan bisa membuat ku puas sekarang, cih... Urus saja bayi mu itu," marah Dimas yang meninggalkan istrinya begitu saja.
''kamu tak bisa puas karena barang mu yang semakin kecil bukan, kebanyakan minum alkohol dan juga merokok," kata Leli yang melihat suaminya itu pergi.
Dia masuk kedalam rumah dan menidurkan putranya di ranjang, setelah memberikan pembatas di samping-sampingnya.
Kini dia ke dapur dan mulai minum jamu yang tadi dia beli dari seorang wanita yang bilang jika jamu itu ampuh merawat tubuh.
Saat meminumnya rasanya pahit, sepet dan getir jadi satu, tapi dia tetap meminumnya hingga habis.
setelah itu dia beristirahat di sebelah putranya,sedang pak Syam melihat istrinya itu sudah tidur ada belum.
setelah memastikan istrinya tidur pulas karena kelelahan nge-gym,dia pun merasa senang karena malam ini dia bisa bebas .
toh tadi dia melihat Rudi pergi dan Leno juga keluar entah kemana, dan kesempatan malam itu pun tak di sia-siakan
dia pun melancarkan aksinya dengan menikmati waktu panasnya bersama dengan Leli.
Gadis itu membuatnya gila dan mabuk kepayang, dan bodoh putranya melewatkan istri sehebat Leli.
Sedang di rumah lurah Aris, Helmi merasa jika suaminya ini tak akan pulang karena mengirimkan pesan akan nonton bola bareng.
Jadi dia memutuskan untuk tidur bersama putranya satria, dan karena lelah dia pun terlelap begitu saja.
tentu saja lurah Aris tak memberikan kesempatan sekecil apapun untuk siaoapun melukai keluarganya.
__ADS_1
Dia menaruh beberapa pengawal di rumahnya secara diam-diam, dan ternyata benar malam itu mereka menangkap dua pria yang ingin maling, dan ternyata mereka bukan maling biasa, melainkan maling suruhan untuk melecehkan Helmi.