Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kecewa


__ADS_3

Wanita itu terdiam, dia tak menyangka jika Hana bisa mengatur semua usaha milik suaminya, bahkan tak hanya anak dari Mak Ina saja yang terkejut.


melainkan juga dengan kedua orang yang duduk di antaranya. Yaitu Helmi dan Bu RT yang tak menyangka akan melihat sosok Hana yang begitu di sayangi.


"jadi pak, tolong jaga perilaku istrimu,jika aku sampai dengar dia melukai Mak Ina, maka aku akan pastikan kalian akan menyesal selamanya."


"baik ibu juragan saya mengerti," jawab pria itu yang menarik tangan wanita itu.


Bu memanggil ustadzah yang memang terkenal baik, dan meminta wanita itu mengawasi Mak Ina.


Dan setelah cukup lama berbincang, akhirnya mereka bertiga pamit pulang, dan tak lupa Hana memberikan salam tempel yang cukup besar.


Begitupun dengan Helmi yang memberikan uang juga, setelah itu mereka pulang ke tempat masing-masing.


tapi saat mobil yang di naiki Helmi sampai di rumah, berapa terkejutnya dia melihat ada mobil lain terparkir.


Tapi yang membuatnya sedih adalah pemandangan yang sangat luar biasa dia saksikan.


bahkan saat mobil berhenti, Helmi seakan sangat berat untuk turun tapi dia melihat putra sambungnya.


Dia pun terpaksa turun tak lupa mengajak satria juga turun, "satria putra ku," kata Sahara yang melihat bocah tampan itu.


Helmi mengenggam tangan satria erat, dia tak mau kehilangan putranya juga, tapi kemudian dia sadar diri.


dia melepaskan tangannya dari tangan bocah itu, "bunda..."

__ADS_1


Sahara terus mendekat dengan niat ingin memeluk putra yang dia lahirkan.


Tapi satria malah memeluk Helmi erat, "tidak mau bunda, aku mau ikut bunda..." suara tangis bocah itu.


Helmi pun tak kuasa menahan tangisnya, dan lurah Aris berjalan dengan langkah yang cukup lebar


"Aris lihatlah, dia tak mau melepaskan putra kita,kamu sudah janji kan akan menikahi aku dan kita akan hidup bahagia seperti keinginan mu, kamu masih mencintai ku kan," kata Sagara dengan gila.


sedang Helmi hanya berdiri mengendong putranya dan memeluk satria dengan erat.


"jangan rebut dia, setidaknya aku dulu bertahan di sisi mu karena dia mas, aku memang mencintai mu, tapi aku tak bisa berpisah dengan satria, aku mohon ..." tangis Helmi yang tak bendung lagi.


"tapi dia putraku," marah Sahara yang membuat dua kakaknya panik langsung menjaga wanita itu.


"apa..."kaget Sahara.


"kamu melukai ku dari dulu, apa kamu tak puas, kamu membuang putra ku dengan kejam, dan sekarang dengan seenaknya kamu ingin kita hidup bahagia bertiga, tidak mungkin lihat saja aku dan satria sudah punya seseorang yang sudah jadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kami, jadi kami mohon pergi dari sini dan aku peringatkan pada kalian ini yang terakhir kali kalian bertingkah, jika tidak aku akan membuat kdlian semua menyesal, ingat itu," kata lurah Aris.


Pak Yuda tak menyangka akan melihat sosok Aris yang begitu tegas,bahkan dia merasa malu saat cucunya sendiri tampak ketakutan padanya.


Helmi masih memeluk erat putranya, dan keluarga itu pun pergi,kini dia langsung lari dengan mengdnding satria.


"dek maafkan aku... Dia mengalami gangguan pikiran yang membuatnya mengalami delusi, dia merasa sedang berada di tahun aku baru di pisahkan dengannya," kata lurah Aris lirih.


"jadi mas lemah dengannya,kalau begitu tentukan sikap mu mas,pilih aku atau Dia, jika mas pilih aku maka lupakan wanita itu dan jangan biarkan dia masuk kedalam kehidupan kita, dan jika mas memilihnya tolong ceraikan aku.."

__ADS_1


"jangan bicara seperti itu sayang, aku bisa gila tanpa dirimu," kata lurah Aris.


mendengar itu Helmi harus kuat dan tak boleh luluh, "tolong perjelas mas,mas memilih siapa, aku atau wanita itu,"


"aku memilih mu dek, mau bagaimana pun kamu adalah istriku," kata lurah Aris.


"kalau begitu jangan izinkan wanita itu kesini jika tanpa ada aku atau dia tak membawa suaminya," kata Helmi tegas dan langsung mengajak putranya satria untuk belajar ke kamar.


Helmi ingin mendiamkan suaminya itu, seperti halnya yang pernah di lakukan pria itu dulu saat tak sengaja dia mengingat masa lalu bersama Hardi


Satria tertidur karena terlalu lelah menangis dan takut dengan keluarga ibu kandungnya.


Setelah memastikan putranya itu tidur nyenyak, Helmi ingin pergi tapi ternyata bocah itu mengenggam bajunya.


jadi Helmi memilih menemani satria istirahat di kamarnya, dan ternyata lurah Aris juga ikut bergabung di sana dan memeluk Helmi.


"maaf..."


Di tempat lain, Hana baru saja pulang dan merasa begitu gerah jadi dia menyalakan AC dan segera mandi.


Setelah mandi, Hana merasa sangat nyaman, tapi dia malah mau makan sate ayam.


"haduh ini kenapa sih,anak mama yang ganteng kok malah mau makan sate ayam, tunggu mama telpon ayah dulu ya,"


tapi ternyata tidak lama,Hardi malah pulang dengan membawa ayam bakar.

__ADS_1


__ADS_2