
Alfi gemetaran saat ini, pasalnya sudah seminggu ini dia merasa jika tubuhnya sangat tidak nyaman.
Dan dia tak menyangka akan melihat dua garis di alat kecil yang sedang dia pegang.
Tadi Hana menawarkan benda itu karena merasa jika itu parut di tes, siapa tau dia Alfi benar-benar terwujud.
"jadi Tante, bagaimana hasilnya?" tanya Hana yang penasaran.
Alfi keluar dari kamar mandi rumah wanita itu, dan menunjukkan hasil tes kehamilan itu.
"Alhamdulillah... Masyaallah tabarakallah... Selamat Tante, akhirnya penantian tiga belas tahun bisa di percaya," kata Hana memeluk wanita itu.
Vina yang di kamar pun keluar karena penasaran dengan keributan itu, "ada apa sih mbak?"
"Tante akhirnya bisa menjadi ibu dan sekarang Tante sedang hamil," kata Hana yang membuat Vina kaget dan tersenyum senang.
"selamat Tante!!" kata Vina yang juga memrluk wanita itu.
"iya terima kasih ya," kata Alfi yang juga sangat bahagia.
Tiba-tiba pak Tono berlari ke arah ketiga wanita itu, "mbak ada berita buruk," kata pria cemas.
"ada apa pak, kenapa anda lari-lari seperti itu," tanya Hans yang merasa bingung.
"mas Hardi sedang bertengkar dengan keluarga mbak Rina, dan dia di tuduh menghamili seorang gadis dari desa Sidokarto mbak,"
mendengar itu langsung membuat Hana mengambil kunci motor milik Vina.
"dek kamu di rumah saja dengan Tante ya, mbak pergi sebentar karena harus meluruskan sesuatu," panik Hana
Dia langsung menuju ke rumah dari Rina dan Syam, ternyata benar ada motor suaminya ada di sana.
Hana langsung lari dan memeluk Hardi dari belakang, "itu tidak benar kan mas?" tanya Hana yang begitu takut.
__ADS_1
Hardi terkejut mendapatkan pelukan dan pertanyaan itu dari istrinya, dia tak menyangka jika berita itu seperti badai yang begitu cepat menyebar.
Hardi berbalik dan tersenyum pada istrinya, "tentu saja tidak benar, karena bagiku hanya kamu istri ku dan satu-satunya wanita di hidup ku," kata Hardi yang tak segan memeluk tubuh Hana.
Sedang Dimas tak menyangka jika kedua orang itu begitu bahagia sekarang, "jadi nikahkan mereka berdua, dan waktu kalian tak boleh lebih dari satu bulan, jika tidak kalian akan lihat siapa aku sesungguhnya,"
"Baiklah Hardi, tanpa kamu suruh dan perintah pun, aku akan menikahkan Dimas dengan gadis itu," kata Syam yang tak ingin menanggung malu.
"kalian sudah mendengar janji dari keluarga itu dan jika mereka berani ingkar cari aku, akan ku buat pemuda itu mengemis dan memohon ampun dari kalian,"
"baik mas, terima kasih," jawab keluarga Leli.
Mereka semua tak menyangka jika istri dari pria muda itu juga sangat cantik, pantas saja dia sangat mencintai istrinya.
Hardi dan Hana pun menuju ke rumah yang ternyata sudah ramai dengan para pegawainya.
"itu pulang mas Hardi," kata Vina yang menyuguhkan camilan untuk semua orang sambil menunggu Hardi.
"sudah mas di sini saja sambil ngadem," jawab pak Wawan.
Dan rombongan dari Eko dan semua orang kepercayaannya juga baru datang juga.
"apa sudah telat!" tanya pria itu.
"tidak pak Eko, dek tolong ambilkan semua gajinya ya,"
"iya mas," jawab Hana yang masuk kedalam rumah.
saat wanita itu keluar,semua pegawai kaget karena selain ada uang, ternyata ada bingkisan juga.
"ini sedikit hadiah dari kami,anggap saja hadiah dari pengantin bayi ya, mohon di terima dan saya memberi bonus pada semuanya sama, dan juga uang lembur saya naikkan,semoga gaji ini cukup untuk kalian semua ya," kata Hardi yang membagikan sesuai nama.
semua orang terkejut saat melihat isi amplop itu, karena gaji mereka sangat banyak Minggu ini.
__ADS_1
Belum lagi dapat sembako juga, mereka pun tak menyangka jika Hardi dan Hana ini lebih dermawan dari orang tua mereka.
"terima kasih banyak juragan,"
"iya pak, semoga bermanfaat ya," kata Hardi yang melihat semua pegawainya pulang.
sedang Abdi sedang terkejut karena mendapatkan kejutan besar, dia tak menyangka ucapan Hardi yang mengatakan jika dia akan jadi ayah ternyata benar-benar akan terwujud.
pria itu bahkan sedang sesenggukan bersama Alfi, "ini hadiah dari Allah ya om, karena kalian tulus membesarkan aku dan Vina, serta memilihkan wanita sebaik ini juga, aku akan berjanji untuk menjaga adikku yang akan lahir itu dengan hidup ku," kata Hardi.
Abdi bangkit dan langsung berpelukan dengan pemuda itu, "terima kasih ayah..." kata Hardi yang makin membuat Abdi terharu.
Sedang Hana dan Vina memeluk Alfi, "sekarang aku akan punya adik dari ibu," kata Vina.
"terima kasih ya Allah, aku di berikan dua orang putri sebaik ini," kata Alfi mencium pipi Vina dan Hana bergantian.
Malam itu mereka makan malam bersama,dan terlihat semua tertawa bahagia.
Hardi juga tak menyangka jika keluarga abdi akan mendapatkan hadiah seindah ini.
Sedang dia juga sudah bahagia dengan istri dan adiknya yang selalu ada di sampingnya.
"aku mencintaimu,"kata Hardi saat melihat Hana.
"aku juga sangat mencintai mu mas," jawab Hana yang tak mengira akan mendengar perkataan itu dari Hardi.
Di sisi lain, Helmi merasa jika kepalanya sangat pusing, dan Aris datang membawa air gila untuknya.
"minum ya dek, setelah ini semoga rasa sakit kepala mu hilang," katanya.
Ya itu adalah air yang sudah di do'akan dan itu di buat untuk membuat Helmi agar hanya melihat Aris saja.
Karena ini sudah empat puluh hari dari waktu pertama kali Helmi di bawa ke orang pintar untuk di doakan.
__ADS_1