Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
lomba yang melelahkan


__ADS_3

Tak terasa, sekarang jadwal lomba sudah semakin dekat, Vina sudah berangkat ke stadion tempat lomba antar SMA di lakukan tingkat kabupaten.


bahkan peserta pun tak satu dua, melainkan ada setidaknya empat puluh tim voli tingkat SMA.


Vina dan semua tim tak tau tentang kedatangan dari kepala sekolah mereka yaitu Hana yang datang khusus untuk mendukung para muridnya itu bertanding.


Ya hari itu dia sengaja mengosongkan semua jadwalnya, dan dia datang bersama Hardi yang lagi-lagi memasrahkan pekerjaannya pada anak buahnya.


"bagaimana apa para murid mu mengunakan Jersey yang kemarin aku belikan sayang?" tanya Hardi yang membawakan camilan di tasnya.


"tentu saja, dan mereka sangat senang karena itu sebuah kebanggaan, terlebih selama ini aku dengar mereka sering beli kaos sendiri untuk di jadikan sebagai seragam saat latihan tanding," kata Hana yang tak sabar menunggu tim dari sekolahnya.


ternyata tak banyak yang datang untuk menonton, saat tim putra masuk ke lapangan,mereka semua kaget melihat ada spanduk bertuliskan semangat.


"semuanya tolong semangat dan tunjukkan taring kalian!!" teriak Hana yang melambaikan tangan pada murid-muridnya itu yang siap bertanding.


Para pemain voli itu tak menyangka jika Hana sengaja datang padahal mereka baru di babak penyisihan grup.


"SMA PGRI Adicipta, semangat!!" teriak kapten tim putra.


"yosh!!" jawab semua pemain.


Guru olahraga tak mengira jika kepala sekolah baru itu bahkan datang bersama ketua yayasan pendidikan yang menaungi sekolah.


Begitupun Bu melati yang menjadi penanggung jawab sebagai manager tim putra dan putri.

__ADS_1


setiap pertandingan di lakukan hanya tiga set karena untuk mempersingkat waktu.


Tim putra main dulu baru tim putri, dan tentu saja semua peralatan dan barang untuk tim voli semuanya baru.


Karena Hardi tak segan mengelontorkan biaya besar untuk ekstrakulikuler di sekolah yang di pimpin oleh istrinya itu.


Bahkan saat tim putri tampil, para pemain putra bersorak memberi dukungan, Vina dan Feby tak menyangka akan melihat Hana dan Hardi di barisan penonton


Mereka pun jadi sangat bersemangat, bahkan dengan postur tubuh Vina dan Feby, keduanya tampak begitu mudah melumpuhkan lawan dan bisa masuk sepuluh besar begitupun tim putra tadi.


"selamat!!" teriak Hana saat semua muridnya keluar dari stadion.


"terima kasih ibu kepala sekolah!" kata semua pemain dan official.


"dan terima kasih pada ketua yayasan yang sudah memberikan dana pada semua jenis ekstrakulikuler di sekolah,bahkan tim basket bisa mewakili kabupaten, dan tim sepak bola tak kekurangan biaya lagi," kata guru olahraga itu.


"tunggu dulu, ketua yayasan ini, maksudnya pria itu?" tanya Vina yang tak tau jika kakaknya adalah pewaris yayasan pendidikan yang di dirikan kakeknya.


"Vina apa ini, yang sopan pada pak Hardika," kata Bu Melayu menegur gadis itu.


"sudah Bu, sekarang siapa yang ingin makan enak, ibu traktir kemana pun kalian mau," kata Hana yang tak kalah senang.


"Mie ayam Jakarta!!" tarian semua orang


"baiklah kita berangkat," kata Hana.

__ADS_1


Sesampainya di warung itu, Hana membebaskan semu memesan, dan dia juga ikut makan bersama dengan para guru.


Vina masih tak percaya dia di tipu oleh kakaknya, pantas saja beberapa guru yang memiliki jabatan tinggi tak pernah memarahinya meski dia sering membuat kesalahan seperti memecahkan jendela kelas.


Ternyata ada pengaruh besar yang bisa di sebut sebagai pelindungnya, dan sekarang di tambah kakak iparnya juga seorang kepala sekolah


lengkap sudah bagi Vina kehidupan sekolahnya bisa di jamin aman tanpa kendala, tapi itu malah menjadikannya terbebani jika nilainya jelek.


Saat sedang berbincang-bincang dengan yang lain, tak sengaja ponsel Vina muncul notifikasi sebuah pesan.


Feby tak sengaja melihatnya, dan dia penasaran karena hanya ada huruf A dan sebuah emoticon hati berwarna ungu.


"aduh siapa ini,di A berhati ungu ini," kata Feby melihat ponsel Vina.


"tidak, bukan siapa-siapa," panik gadis itu yang membuat semua temannya menggodanya.


"cie cie... Vina punya pacar nih, siapa tuh!!" teriak para gadis itu penasaran.


"tidak ada kok, itu cuma teman," malu gadis itu dengan wajah memerah.


Sedang guru olahraga itu tak sengaja bertatapan mata dengan Feby, bahkan dia kaget dan langsung membuang pandangannya.


Sedang Feby merasa jika gurunya itu sedikit aneh saat tak sengaja tatapan mereka bertemu kenapa wajah pria itu juga terlihat malu


"ciye... Feby juga lagi lihat siapa sih, kok sampai matanya tak berkedip begitu," goda Yuyun.

__ADS_1


"apa? Tidak ada kok," kaget gadis itu.


__ADS_2