
"iya maaf deh, ya sudah sekarang kalian makan dulu, karena mama dan ayah ada sesuatu yang ingin di bicarakan dengan ibu dan bapak," kata Hardi yang membuat pak Sodikin bingung.
"onok opo le?" tanya pria itu khawatir
"tebang pak, tidak ada masalah apapun, saya hanya mau memberikan kabar tentang berita baik, sekarang istri saya sedang hamil, dan cucu bapak insyaallah akan nambah lagi," kata Hardi dengan senang.
"alhamdulilah mas, yang sehat-sehat ya nduk," kata pak Sodikin yang mendengar berita itu.
Bu Sodikin juga tak menyangka akan mendengar berita besar itu, pasalnya dia tak berharap banyak
Karena tau kondisi Hana yang bisa saja drop saat hamil lagi, " tapi bagaimana jika kamu semakin lemah, ingat saat hamil si kembar saja, kamu sering pingsan,"
"sebenarnya, aku juga ingin libur saja dan menjadi ibu rumah tangga, tapi mas Hardi mengatakan jika terlalu sayang jika impian ku di lupakan begitu saja, tapi aku tak mungkin terus merepotkan ibu dan ayah untuk menjaga anak-anak," kata Hana yang ingin tau reaksi orang tuanya.
"tak masalah nduk,pahala mu ada di rumah,menjaga anak-anak dan mengabdi pada suamimu,"
"berarti menurut ayah aku boleh tidak mengajar lagi," tanya Hana
"tentu saja," jawab pak Sodikin yang tak ingin terjadi masalah dalam rumah tangga putrinya nanti.
"baiklah kalau begitu, aku akan menulis surat pengunduran diriku, lagi pula putri ayah dan ibu juga ada yang berniat jadi guru," kata Hana tersenyum.
"itu tidak akan terjadi nduk, karena adik mu bilang, dia kuliah untuk belajar menjadi ibu dan istri yang baik, dan jika punya anak agar bisa mengajarinya jadi anak yang pintar dalam agama dan perilaku," kata Bu Sodikin.
"lihat, Feby selalu jadi putri kesayangan ibu,"
"karena kamu adalah kesayangan ayah mu," kata Bu sodikin tertawa mendengar ucapan putrinya itu.
__ADS_1
Di rumah milik Wawan, Feby sedang cemberut, pasalnya dia baru saja selesai mandi lagi.
Karena belum sholat isya', sedang pria yang membuatnya mandi malam-malam begini pun hanya bisa tertawa.
"mas..." lirih Feby yang merasa lapar tapi sudah hampir jam delapan malam.
"apa sayang, mau keluar cari makan, Ayuk mas juga lapar nih,habis makan kamu bukannya kenyang malah lapar lagi," kata Wawan tertawa.
"mas sih ah, kita masak iya belum tiga jam udah dua kali dengan durasi yang cukup lama, kan capek nas, sekarang kaki ku rasanya gemetar juga," kata Feby yang bersandar pada dada bidang suaminya.
"aduh kasihan sekali, ya sudah ayo kita cari makan, mas bonceng tapi mas ambilkan jaket dulu ya," ajak Wawan yang mengambil jaket tebal.
Keduanya pun berangkat mengunakan motor milik Feby, dan gadis itu merangkul erat perut suaminya.
"mau makan apa?"
"baiklah istriku yang manis, kita cari sate kambing yang masih buka," kata Wawan yang langsung menuju ke tempat langganannya.
mereka sampai dan untungnya masih ada, ternyata Feby ini hanya suka sate tidak dengan gule.
terbukti Wawan memesan gule tapi istrinya itu tak menyentuh sedikitpun jenis masakan gule.
tapi sangat menyukai bumbu kacang di sate, bahkan sempat minta bumbu kacang punya Wawan juga.
Setelah selesai makan, kini giliran mereka mencari kebab dan martabak telur karena malam nanti ada pertandingan sepak bola.
"dek aku beli terang bulan empat ya, karena tadi sepertinya orang-orang sedang ronda, jadi biar ada camilan," kata Wawan izin Feby karena uang di pegang istrinya itu.
__ADS_1
"tentu mas, nanti bisa belikan gorengan juga, sepertinya tadi banyak yang ronda," kata Feby dengan antusias.
"terima kasih sayang, aku mencintaimu," bisik Wawan yang tak menyangka jika istrinya itu bisa sebaik ini.
Setelah membeli yang di inginkan, keduanya pulang, ke api mereka sempat berhenti di pos kamling desa.
"malam semuanya!!" salam wawan yang di sambut tawa renyah semua orang.
"selamat malam, dari mana ini pengantin baru," tegur pak RW.
"dari cari camilan pak, oh ini ada sedikit camilan untuk yang lain jaga, dan besok jadwal saya ya," kata Wawan dengan ramah.
"iya mas, tapi kalau keberatan saya bisa gantikan," kata salah satu pria yang juga baru sempat menikah beberapa bulan lalu.
"tidak masalah, itu sudah tugas ku, kalau begitu saya pamit, karena sudah malam, permisi..."
"permisi..." kata Feby ramah
"Monggo..."
Semua tak menyangka jika Wawan akan jadi secerah ini setelah menikah lagi, terlebih raut wajahnya juga sendkin muda karena istrinya juga.
mendengar besok suaminya akan tugas ngeronda, Feby pun besok akan membuatkan camilan agar nyaman saat bertugas.
Sesampainya di rumah, Feby berganti baju dengan baju tidur lingerie yang sangat seksi.
Wawan hanya tersenyum saja melihat istrinya itu, "aduh... Kok jadi tegang lagi ya, masak iya efek sate setengah matang," kata Wawan mengejutkan Feby yang tak menyangka akan mendengar itu dari suaminya
__ADS_1
"mas..." lirihnya frustasi.