Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kabar bahagia itu datang bersama


__ADS_3

Akhirnya untuk pemberian hak suara di buka oleh petugas, tapi yang pertama kali memberikan suara adalah para calon kepala desa beserta istri masing-masing.


Bahkan mereka harus berpose dulu sebelum memasukkan lembar surat suara itu di depan para warga.


Guntur mengambil gambar, dan setelah itu dia langsung mengeditnya untuk di posting.


Ya kekuatan sosial media di jaman serba canggih ini harus di ikuti,jika tidak mereka bisa terlindas oleh perkembangan jaman yang semakin maju


Setelah selesai, akhirnya mereka di persilahkan duduk, dan para warga mulai satu persatu untuk mulai memberikan hak suara mereka


bahkan Hardi dapat perlindungan ketat karena kondisi Hana sedang hamil.


terlihat Feby dan Wawan tampak duduk sambil bermain dengan kedua keponakannya.


untuk acara pemberian suara itu memakan waktu cukup lama hingga pukul satu siang.


Untungnya balaidesa itu dekat dengan mushola, jadi Wawan dan Feby serta tim sempat melakukan sholat berjamaah di sana.


Bahkan Geno yang memberikan nasi Padang kesukaan dari bos-nya itu.


Ya mau bagaimana lagi, mereka belum bisa pulang sebelum para warga selesai mencoblos.


dan tepat pukul satu semua orang sudah memberikan hak suaranya.


"kita akan istirahat satu jam sebelum mulai menghitung semua hasil perolehan suara," kata ketua petugas TPS.


Feby pun tetap menemani suaminya yang sedang santai di salah satu rumah warga.


Ya itu adalah rumah salah satu pegawai Hardi, dan mereka izin Ngaso sebentar sebelum nanti akan menunggu acara perhitungan suara.


"mas gak mau pulang dulu untuk mandi," tawar Feby yang merasa jika badannya kurang nyaman.


"tidak usah sayang, biar nanti saja, kamu bisa pulang dulu gak papa," kata Wawan yang tau jika istrinya itu pasti lelah.


terlebih mereka duduk dari jam tujuh pagi, tapi Feby mengeleng dan memeluk suaminya itu"tidak mas, selama mas gak pulang aku juga tak mau deh,"


"sudah gak pulang gak papa, mending mandi deh, ini baju yang tadi mbak ambilkan," kata Hana yang datang bersama Hardi.


"wah terima kasih," jawab Feby yang memang tak sabar ingin mandi.


benar saja, Wawan di tarik untuk mandi karena dia tak nyaman jika mandi sendirian.


Wawan di suruh menunggu di luar kamar mandi, dan setelah selesai Feby tampak segar, "aku akan mandi juga, tunggu aku ya sayang,"


"iya mas,"

__ADS_1


Wawan mencari sesuatu mungkin istrinya itu meninggalkan sesuatu, tapi untungnya tidak.


dia pun mandi dengan tenang dan santai, setelah itu mereka sambil duduk santai menikmati beberapa gorengan yang di bawa.


Wawan sudah berganti mengunakan kemeja berwarna biru tua yang sama dengan istrinya.


Tentu ikat kepala itu tak lupa dan juga keris sebagai ciri khasnya yang sebagai orang hawa Timur.


Perhitungan suara di mulai,Feny trus saya tersenyum sendiri dari tadi dan itu membuat Wawan sangat bingung dan heran.


"ada apa sayang?" tanya Wawan penasaran.


"tidak ada, fokus dengan perhitungan suaranya sayang," bisik Feby gemas mencubit pipi Wawan.


Hal itu pun tak luput dari tim yang mengabadikan momen, bahkan Guntur bergantian dengan Vivi.


tiba-tiba saat merekam semuanya, Vivi mengatakan hal mengejutkan.


"setelah ini mungkin aku akan merindukan teman-teman ku," lirihnya.


Guntur yang bingung pun hanya melihat gadis itu dengan aneh, "kenapa?"


"karena aku harus menikah dengan pria kota yang bahkan aku tak mengenalnya, dan setelah itu aku pasti di suruh pindah ke kota, dan besok malam mereka akan memutuskannya," kata Vivi dengan senyum getir.


"kamu tak tau, jadi sudahlah lupakan saja," kata Vivi yang tak ingin mengatakan banyak hal lagi.


Guntur tak suka itu,karena selama sebulan ini dia dan Vivi sudah bersama untuk proyek ini.


Dan dia berada jika Vivi ini kompeten dan tak banyak bicara, dan dia selalu suka dengan hasil kerjanya.


Ya meski gadis itu menyukai musik K-Pop,itu tak menjadi masalah meski kadang jika kambuh dia akan berteriak sambil mengatakan jika dia istri Kim Seok jin.


Tapi dia akui Vivi adalah wanita yang tak merepotkan saat dia mengenalnya.


Perhitungan suara itu ternyata juga sampai malam hari,bahkan sampai pukul enam sore belum selesai.


Lagi-lagi tim dari Wawan memberikan makan sore tadi pukul lima karena semuanya pasti lapar.


sedang dari tadi Feby asik dengan buah asam yang di berikan oleh Vina.


ternyata setelah menunggu, akhirnya surat suara terakhir dan yang di coblos adalah foto Wawan.


otomatis Wawan menang dengan perolehan suara sebanyak seribu seratus lima puluh suara.


Dan masing-masing lawannya harus puas dengan perolehan suara yang bahkan hanya mencapai lima ratus dan seratusan.

__ADS_1


Bahkan Aris tak masalah jika dia gagal, setidaknya lurah yang di pilih oleh warga adalah orang yang bisa membangun desa nantinya.


"cak Wawan!! Cak Wawan!! Cak Wawan!!" teriak semua pendukung pria itu yang langsung mengangkat Wawan dan ingin mengaraknya.


Tiba-tiba Feby mendekati ketua TPS, dia meminta tolong sesuatu pada ketua TPS itu.


"saya ucapkan selamat untuk lurah yang terpilih mas Wawan, dan selamat anda juga akan jadi calon ayah juga," kata ketua TPS itu.


Semua orang kaget dan diam, Wawan pun di turunkan dan melihat istrinya.


Feby tersenyum dan mengusap perutnya, melihat itu Wawan langsung lari ke arah istrinya itu.


Dan memeluk Feby di depan semua orang, "terima kasih sayang..." tangisnya.


"iya mas, akhirnya keinginan kita di ijabah ya," kata Feby yang tak kalah bahagia.


Dan setelah mendengar itu, pak Sodikin menghampiri keduanya dan memberikan gelang kayu gaharu, dan memberikannya sebagai perlindungan.


Tak lama mereka pun berkeliling desa untuk merayakan hari kemenangan itu


Dan juga hari bahagia dari Wawan, dan ternyata saat sampai di rumah,Aris yang kalah di sambut hangat keluarganya.


Bahkan Helmi memberikan hadiah yang besar, yaitu kabar baik tentang kehamilannya.


Satria juga sangat bahagia karena kehadiran seorang anak sangat di nantikan di keluarga mereka itu.


Akhirnya mereka semua berkumpul di rumah Wawan untuk makan besar bersama.


Sedang Wawan menjaga istrinya itu agar tak terluka, dan Hana tak mengira jika adiknya itu akan segera menyusulnya.


Vivi, Nita, dan Vina sedang duduk menikmati mie ayam di dalam rumah, karena beberapa pedagang di borong untuk membuat makan besar gratis malam itu.


"wah kita akan segera punya keponakan dong, tak sabar aku..." kata Nita.


"terus nanti sayang onty, jangan gila manggil Tante ya, manggilnya onty," kata Vina yang tak menyangka temannya itu akan segera jadi ibu.


"apa onty apa onta?"


"onty Feby... Sayang jangan seperti ini dan ayah mu ya, mereka itu selalu mengganggu onty cantik ku ini," kata Vina yang membuat Feby tersenyum.


"dia bahkan belum bisa mengenal mu, tapi kamu sudah seperti ini," kata Feby yang tertawa senang.


sejenak Vivi juga melupakan semua masalahnya karena tak sabar ingin segera melihat snak dari sahabatnya.


terlebih sosok Feby yang cantik dan suaminya yang keras,dia semakin penasaran dengan wajah anak Feby nantinya, akan seperti ayah atau bundanya.

__ADS_1


__ADS_2