Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
memilih jalan sendirian.


__ADS_3

Leli pun mengendong putranya untuk pulang, dalam perjalanannya dia hanya bisa menitikkan air mata tanpa bisa berhenti.


dia tak menyangka akan menjalani hidup seperti ini, bahkan putranya yang baru berusia delapan bulan pun tak pernah dapat kasih sayang ayahnya.


Saat sampai di rumah, dia langsung menidurkan putranya, baru dia ke dapur untuk makan.


dia benar-benar seperti orang asing di rumah mertuanya, bahkan kadang dia merasa seperti jadi pembantu di rumah itu.


Bagaimana tidak, dia sering tak di anggap di sana, bahkan dia tak bisa melakukan apapun saat ibu mertuanya masih terjaga.


Dia menghapus air mataku dan mulai memasak apapun yang dia inginkan sekarang.


tak peduli lagi, jika dua sekarang tak di anggap maka dia akan bersikap seperti itu.


Dia ingat ucapan ayah mertuanya tadi sore, dia tak ingin larut jadi ngenes sendiri di rumah itu.


Pak Syam sedang merokok setelah puas, dia tak menyangka jika menantunya yang masih muda itu sangat enak.


"kebepa kamu memperdulikan dua manusia yang bahkan mungkin tak pernah memperdulikan mu, lihat saja istriku tak pernah menganggap mu menantunya, dan suamiku pun sama saja, jadi kamu memikirkan mereka, bodoh jika kamu melakukan itu, ini ATM dengan pin tanggal lahir putra mu Rico, dan gunakan untuk kebutuhan mu dan putra mu, tak ada yang tau jika aku punya ATM ini, jadi tak perlu takut," kata pak Syam.


"tapi kenapa ayah melakukan ini?" tanya Leli dengan sedikit bingung dan takut.


"tentu saja karena aku menyukai mu, dan aku bosan dengan sikap sombong istriku, jadi aku ingin smu menjadi wanita ku saat di luar," kata pak Syam.


"kamu ingin aku jadi selingkuhan ayah,"


"tentu saja, toh kamu tak pernah dapat nafkah batin dari Dimas kan, jadi pikirkan baik-baik, lagi pula Rico juga cucu ku jadi tak salah bukan," kata pak Syam.


mendengar itu, Leli pun mengambil ATM itu, karena dia butuh untuk kebutuhan anaknya, jadi tak masalah dia merendahkan diri karena suaminya tak pernah memenuhi kewajibannya.


Karena hanya sibuk dengan main game, dan game saja, tapi konsekuensinya dia harus rela melayani mertuanya itu.


Leli makan dengan lahap karena dia butuh tenaga untuk Bertahan hidup tentunya dari keluarga mertuaku yang entah seperti apa.

__ADS_1


Dia pun menikmati waktu makannya sampai saat Leni masuk kedalam dapur, "kamu tak takut gemuk?" tanya Leni.


"aku hanya takut mati, karena jika aku mati anakku tak ada yang menjaganya," kata Leli.


"kalau begitu bertahanlah dan lakukan apapun yang kamu sukai, dan jangan takut pada siapapun, tidak usah hidup untuk orang lain, cukup hidup dan bahagia untuk putra mu, setidaknya kamu punya alasan untuk bertahan hidup," kata Leni yang membuat Leli kaget.


bahkan gadis itu memberikan susu stroberi untuk di nikmati oleh Leli, dan itu adalah pemandangan yang langka.


"kamu juga bisa menjadikan Rico alasannya, karena kamu Tante yang juga bisa jadi ibu angkatnya," kata Leli.


"aku tak cukup pantas, tapi ya kalau kamu bilang begitu, aku akan membuat mu tak perlu khawatir, biarkan aku menjadi ibu angkat untuk Rico, baiklah seharusnya bocah itu di jemput pukul berapa?" tanya Leni.


"seharusnya jam enam, dan saat pulang pastikan dia tak pup dan buatkan susu, jika dia rewel kamu bisa mengajaknya untuk bermain di luar, seperti membiarkannya belajar berjalan sendiri," kata Leli.


"baiklah," jawab Leni.


setelah selesai makan, Leli mencuci semua perabotan dan mrlugat putranya yang sedang terlelap dalam tidurnya.


bahkan Dimas lebih fokus pada ponselnya dari pada dirinya dan putranya, dia merasa menyesal telah menyerahkan kehormatannya pada lelaki seperti Dimas.


jadi dia harus menyesuaikan semuanya sekarang, dan dia harus berjuang sendiri dengan keras bahkan saat usianya baru delapan belas tahun.


Setelah memastikan putranya itu nyaman, dia merebahkan dirinya di samping Rico.


Sedang Dimas benar-benar lelaki tak bertanggung jawab, dia bahkan tak sedikit pun melirik istrinya itu.


entahlah bagaimana Leli bisa bertahan dengan keadaan yang begitu runyam itu.


Pukul empat pagi, Leli terbangun dan melihat sosok suaminya itu sudah terlelap di ranjang.


Dia pun membuat susu untuk putranya dan membawa Rico yang masih tidur ke dapur agar tak menganggu Dimas.


Rico sempat bangun tapi setelah kenyang dan popok di ganti, bocah itu kembali tidur dengan lelap.

__ADS_1


setelah itu dia kembali memasak,tapi tanpa di duga, saat dia akan mandi karena takut nanti rebutan.


Malah harus melayani mertuanya yang baru bangun dan tentu saja servis yang di berikan oleh Leli sangat memuaskan.


Setelah puas, pak Syam keluar dan menjaga cucunya yang bangun, sedang Leli melanjutkan untuk mandi sambil meratapi nasibnya.


tapi semua sudah terjadi,jadi dia harus kuat demi putranya, setelah selesai mandi dia mengeringkan rambutnya dan mengikatnya dan tak lupa menyanggulnya dengan rapi.


Setelah itu dia mengambil putranya dari tangan mertuanya, terlihat Leli mengenakan rok selutut, "ayah bisa sarapan semuanya sudah matang, aku akan memandikan putra ku dulu," kata Leli.


Dan dia memandikan anaknya, setelah itu dia langsung merapikan barang Rico yang nanti akan di antar ke tempat tetangga.


pukul enam, semua sudah bangun dan langsung sarapan,Bu Rina merasa jika masdjan menantunya itu bisa membuat dia gemuk.


"kaku ini masak apa sih, lain kali kalau masak itu cukup di rebus atau di bakar gitu loh, kalau di goreng itu bisa membuat gemuk," kata Bu Rina kesal


"jika kamu tak cocok kamu bisa memasak sendiri, tak usah menyalahkan menantu mu, sudah nikmati saja yang ada," kata pak Syam.


Setelah sarapan mereka semua bubar, untuk ke tempat kerja masing-masing begitupun Leni yang dapat kerja di salah satu tempat yang dia inginkan.


Yaitu menjadi seorang guru TK, dan setelah pendaftaran dan tes, akhirnya dia bisa di terima.


Bu Rina merasa jika Leli ini sedikit berdandan, "Dimas bilang pada istrimu, jangan mengunakan make up, mau kerja atau mau goda orang,"


"alah Bu biarkan saja, memang dia mau goda siapa, orang barangnya juga gak enak kok,"kata Dimas.


"kamu sakit ya, orang masih muda gitu, sudah kamu jaga toko ingat, jangan main terus,"


"iya iya, sudah sana pergi fitnes biar ayah tak lari," kesal Dimas cuek cuek saja.


Dia sebenarnya ingin menceraikan istrinya, tapi entahlah dia selalu dihalangi oleh keluarganya.


"seandainya anak brengsek sialan itu mati," kesal Dimas yang tak bisa menceraikan istrinya.

__ADS_1


Ya karena ayahnya melarang sebab ada Rico di antara mereka, dan itu adalah tanggung jawabnya, jadi Dimas tak boleh sembarangan bercerai.


__ADS_2