Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
menyukai tapi tak memiliki


__ADS_3

Akhirnya para tamu itu pergi, dan terlihat jika Hana ini juga terlihat sangat santai, padahal permintaan dari para pria itu cukup besar.


Pasalnya tim drum band mereka sedang mempersiapkan lomba, tapi Hana meyakinkan jika semuanya akan baik-baik saja.


"tapi anda yakin Bu Hana, semuanya akan baik sesuai jadwal?" tanya pak Tatang sebagai guru yang bertanggung jawab sebagai yang memegang ekstrakurikuler drum band.


"tenang saja pak, saya sudah menyiapkan semuanya, terlebih para murid juga butuh waktu untuk menunjukkan kemampuannya, dan tolong jangan membuat mereka terkesan sangat lemah,padahal semua murid yang tergabung dalam drum band itu baru saja menenangkan kejuaraan voli tingkat kabupaten," jawab Hana.


Semua murid yang tergabung dalam grup drumband pun di panggil untuk mulai berlatih, dan ternyata Vina serta Feby ikut tergabung juga.


Tapi kali ini mereka tak ikut karena mereka masuk daftar panitia yang akan mengurus semua keperluan.


Bahkan sebagai donatur utama tentu saja Hardi, yang tak pernah tebang pilih untuk semua acara di desanya.


bahkan lurah Aris saja tak menyangka, jika pria itu berani mengelontorkan biaya yang tak terhitung jumlahnya.


bahkan saat Amir menujukkan semua Pengalangan dana pada pria itu.


lurah Aris tak percaya, "sepertinya mertua ku dulu buta ya, kenapa menolak menantu yang begitu kata seperti ini," katanya tersenyum kecut.


Karena di lubuk hatinya,masih ada sedikit perasaan suka yang dia miliki pada Hana.


ya meski dia menyukai wanita itu, tapi tak mungkin untuknya sekarang mencintai wanita yang sudah menjadi istri orang lain.


Di tambah dia juga sudah memiliki istri yang harus dia jaga, setelah memberikan surat persetujuan dan juga akan meminta para Babinsa dan babinkamtibmas untuk membantu dalam acara itu


dia juga mengeluarkan surat untuk izin membuat keramaian, karena karnaval itu bisa di pastikan akan sangat membuat kemacetan


Vina mengirimkan desain panggung yang akan di gunakan, tentu saja Amir selalu menyukai semua hasil desain gadis itu


setelah rapat siang itu, Hana tampak begitu lelah, ya dua di minta untuk bersikap tegas oleh para guru yang hanya ingin mengetuk keuntungan dari para murid.


Tapi Hana tetap berpegang teguh pada peraturan dari yayasan sekolah.


bahkan tanpa takut,dia menegur secara langsung empat guru yang di anggap sudah tak sopan.


"Bu Hana mau pulang," sapa Bu Eni.


"iya Bu, kalau ibu Eni sedang menunggu siapa?" tanya Hana dengan sopan.


"tidak sedang menunggu siapa-siapa, sedang melihat alamat bakso yang baru buka, dan banyak yang bilang rasanya enak meski hanya lima ribu rupiah," jawab wanita itu

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, aku ingin mencicipinya, ayo kita kesana," ajak Hana yang memberi tumpangan pada wanita yang bekerja di bagian tata usaha itu.


dan saat sampai di warung itu, tak sengaja Hana melihat suaminya yang sedang duduk berhadapan dengan seorang Wanita.


"ayo Bu Hana," ajak Bu Eni.


Tapi langkah kaki Hana begitu berat,dia pun bersikap biasa saja, "Bu Hana mau memesan menu apa?" tanya Bu Eni.


Mendengar pertanyaan itu, Hardi menoleh dan kaget melihat sosok istrinya yang melewatinya begitu saja.


"boleh minta bakso pedas cincang tapi kuah biasa saja," kata Hana yang membuat Hardi mengebrak meja.


Suara gebrakan meja itu sangat keras, "kamu sedang hamil kenapa makan bakso pedes!" suara Hardi yang begitu keras.


Bu Eni yang belum tau siapa pria itu kaget, sedang Hana mencoba tersenyum saja, padahal di dalam warung itu sedang sangat ramai.


"maaf, apa saya mengenal anda, dan terima kasih sudah mengingatkan tapi aku sedang ingin makan itu," kata Hana santai tanpa menunjukkan ada sesuatu.


Hardi tak suka melihat reaksi istrinya itu, dan langsung bergerak cepat mendekati wanita itu.


"hei mas,kalau mbaknya gak mau di ganggu tolong hormati dong," kata seorang pria yang menghentikan Hardi.


Tiba-tiba Hana mengeluarkan uang lima puluh ribu dan memberikannya pada Bu Eni


"ah maaf ... Sepertinya aku sudah tak ingin makan bakso deh, ini terlalu menyebalkan,aku pamit pulang dulu ya Bu, maaf..." kata Hana yang langsung meninggalkan tempat itu dan tak peduli pada suaminya.


"Hana!!" teriak Hardi yang melihat istrinya itu pergi begitu saja.


sedang Dodit baru keluar dengan putranya yang baru pup, dia kaget melihat keributan yang terjadi.


Dia mendekati istrinya yang juga tampak bingung, "ada apa ma?"


"sepertinya istri teman mu itu salah sangka, dia mengira jika aku selingkuhan dari suaminya," kata istri Dodit.


"apa??" kaget Dodit yang tau jika istri temannya itu sedang hamil muda.


"bos bagaimana, perlu kita bantu untuk menjelaskan," kata Dodit yang merasa tak enak karena tadi dia meninggalkan mereka berdua saja.


"tidak usah, aku akan mengurusnya sendiri,maaf lain kali kita bertemu lagi," kata Hardi yang segera pergi dengan motornya.


dia memilih pulang karena mengira jika istrinya biru pulang, tapi ternyata mobil istrinya masih belum ada di rumah.

__ADS_1


Hardi pun memutar motornya dan menuju ke rumah mertuanya tapi saat melewati rumah itu juga tak ada


"sayang.... kamu kemana," gumamnya yang mulai menarik gas motornya.


Hana sampai di sebuah hutan lindung yang jarang orang ke tempat itu, terlebih saat siang hari seperti ini


Dia tak menyangka akan ke hutan lindung itu tanpa sadar, dan setelah berjalan cukup masuk dia melihat sungai dengan batu besar.


Dia memilih untuk duduk di salah satu batu dan merendam kakinya menikmati air sungai yang dingin dan sangat bersih.


Dia nenang sangat menyukai hutan lindung di daerah sumberboto itu, dan dia dari dulu lebih suka menikmati waktu di sana sendirian


Hana duduk sambil mengerjakan beberapa pekerjaannya di Ipad-nya, dan dia tak mengira jika sampai sangat sore.


"ah sudah jam segini, tapi aku tak mau pergi," gumamnya yang masih menikmati suasana tempat itu yang sangat tenang.


Padahal di area depan samping tempat parkir ada beberapa Pramuka yang sedang kemah, tapi dia memilih tempat paling dalam untuk menyendiri dan menenangkan diri.


Karena jika dia pulang, mungkin dia akan berantem dengan suaminya dan itu tak baik, terlebih dia tak mau jika Hardi sampai mengatakan hal yang akan membuatnya terluka


Sedang di rumah, Hardi di buat pusing oleh istrinya, karena ponsel wanita itu mati dan dia tak bisa menghubunginya.


bahkan GPS di mobil pun di matikan, "bagaimana apa kdlian sudah menemukan istriku?" tanya Hardi yang tadi menyebar anak buahnya.


"kamu masih mencari bos," jawab semua orang kepercayaannya yang sedang berpencar ke segala arah.


Hardi pun tak punya pilihan lain untuk datang ke rumah mertuanya untuk bertanya, dia tak menyangka jika istrinya akan seperti ini saat marah.


Tiba-tiba sebuah pesan membuatnya mengurungkan niatnya untuk memberitahu mertuanya, dan segera membuatnya pulang ke rumah.


Saat dia sampai di rumahnya, ternyata mobil mewah yang tadi di bawa Hana sudah terparkir di garasi rumah.


Hardi segera membersihkan tangan dan kakinya, dan kemudian berlari ke dalam rumah.


"maaf dari mana, kebaia baru pulang?" tanya Hana yang tersenyum menyambut Hardi.


Tanpa bicara Hardi langsung memeluknya erat,"kenapa kamu menghilang, kenapa ponsel mu tak bisa di hubungi, dan kamu kenapa, dia bukan selingkuhan ku, dia cuma istri teman ku, dsn kami sudah lama tak bertemu, dan aku bisa membuktikannya, dan jangan tersenyum seperti itu, tolong marah saja padaku..." kata Hardi yang terdengar begitu panik.


Hana pun membalas pelukan erat itu, "maafkan aku, aku hanya memenangkan pikiran ku, dan mereka ada di sini untuk menjelaskan kok," kata Hana yang membuat Hardi menoleh ke arah sofa dan kaget melihat temannya itu.


"aku tak mau melihat rumah tangga teman terbaikku hancur," kata Dodit tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2