Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
keterkejutan semua orang


__ADS_3

"apa-apaan ini mas, kenapa kamu meminta keduanya menikah sekarang, kita bisa mengurus semuanya terlebih dahulu,bukan secara tergesa-gesa begini," kata Hana yang tak percaya dengan apa yang dia dengar dari suaminya itu


"ini tidak tergesa-gesa sayang, ini keputusan ku, jika mereka tak menikah, Vina tidak boleh kembali ke Surabaya,karena ini demi keselamatannya," bantah Hardi.


"tapi itu mendadak Hardi, tolong tanya Vina dulu," mohon pak abdi yang tak ingin melihat gadis itu sedih.


"saya setuju, dan saya akan menikah dengan mas Bagas sekarang," kata Vina yang mengejutkan semua orang juga.


"ya Tuhan!!" Teriak Hana tak habis pikir.


kenapa jadi seperti ini,adik dan suaminya itu ternyata sama-sama gilanya.


Feby pun mendekati Vina, dia mengenggam tangan Vina seakan mengajak gadis itu berbincang berdua saja.


"tolong tunggu sebentar," kata bagas yang mengangguk dan mengizinkan keduanya untuk bicara.


Feby menarik Vina dan mengajaknya bicara empat mata, "jangan buru-buru, kenapa kamu melakukan ini,apa kamu yakin dengan semua ini?"


"aku memang belum bisa mencintai mas Bagas, tapi aku yakin dengan keputusan ku," jawab Vina.

__ADS_1


"tapi kenapa?"


"karena aku tak ingin mas Hardi malu," kata Vina yang membuat Feby diam.


Vina pun mulai bercerita jika siang tadi dia tak sengaja mendengar Hardi mendapatkan telpon dari seseorang.


dan dia tau jika ada orang yang berniat menculiknya dan membuat keluarga itu malu, karena itulah keputusan ini di bil hardi.


mendengar penjelasan dari Vina, Feby terdiam tak percaya, "tapi siapa yang ingin membuat mas Hardi malu?"


"ada dua orang, tapi sepertinya antara mas Wasis dan juga Rei, jadi ini keputusan terbaik," kata Vina yang tak bisa terbantahkan lagi


akhirnya mereka keluar dan ternyata semua persiapan sudah selesai.


Tapi yang aneh adalah bagaimana bisa pernikahan di lakukan dengan persiapan yang bahkan tak sampai dua hari.


Hardi bertindak sebagai wali, dan Wawan serta Arifin menjadi saksi, dari Vina dan pihak Bagas.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Alfiansyah Bagaskara bin Alfian dengan adik kandung saya yang bernama Alvina putri Hartono binti Hartono dengan maskawinnya berupa uang lima belas juta, seperangkat perhiasan emas dan juga rumah di bayar tunai," kata Hardi yang sudah menjabat tangan Bagas.

__ADS_1


"saya terima nikah dan kawinnya Alvina putri Hartono binti Hartono dengan mas kawinnya yang tersebut tunai." suara lantang Bagas.


"bagaimana para saksi, sah?"


"sah!!" jawab kedua saksi dan semua orang.


Vina tak menyangka akan menjadi istri dalam waktu yang singkat ini, bahkan Mahar yang di berikan sangat banyak.


Di sisi lain, Wasis yang datang tak mengira jika malam ini dia akan menyaksikan pernikahan dari gadis yang dia sukai.


Bahkan Hardi tanpa ampun seperti tak menganggap dirinya.


Vina pun mencium tangan Bagas setelah sah, keduanya juga melakukan sungkem kepada kedua orang tua dan juga Hardi dan Hana.


bahkan Hardi meminta maaf karena tak bisa melakukan pesta, mengingat istrinya itu sedang hamil.


bahkan pernikahan ini pasti akan membuatnya terkena marah karena berani jadi wali nikah saat istrinya sedang hamil tua.


"gak papa nak Hardi, nanti pesta pernikahan kita lakukan di kota saja, toh Bagas ini adalah putra pertama kami, jadi pesta akan di buat megah, dan semua keluarga dari desa di undang nanti,"

__ADS_1


"ya terima kasih," jawab Hardi yang juga menitipkan Vina.


Vina tak menyangka orang tua dari Bagas yang terlihat begitu tegas, malah begitu sangat baik, bahkan ibu mertuanya itu terus saja memeluk Vina.


__ADS_2