
Vina masih terkejut melihat itu, "mas apa ini?" kata wanita itu syok berat.
"dek," panggil Bagas.
"tunggu dulu mas, tapi itu mbaknya kenaia suaranya kok lebih laki di banding mas," tanya Vina kaget.
"ha-ha-ha itu memang benar, maaf ya kamu pasti tadi kaget, tapi aku bisa jelaskan," kata gadis itu.
"sudah vanila kamu pulang saja, karena mama pasti akan senang melihat mu," kata Bagas.
"baiklah jika kamu mengatakan itu," kata vanila dengan semangat.
"kalau begitu kita bayar dulu mas belanjaannya," kata Vina yang mendorong troli belanjaan itu
"tidak usah sayang, biarkan aku saja, dan ingat ini ya, aku ini normal," kata Bagas yang mencium pipi istrinya itu.
"mas malu," kata Vina yang merasa mdlu karena ulah suaminya itu.
"aku tak menyangka jika Bagas benar-benar bisa menjadi istri Bagas, padahal dulu dia sering bertengkar dengan Hardi, tapi pria itu selalu bilang, aku akan menikahi adik Hardi, eh taunya beneran dong,"
"aku juga tidak mengerti, tapi aku sangat beruntung saat mas Hardi memilih mas Bagas," kata Vina yang membuat vanila tersenyum.
__ADS_1
Bagas sedang antri, dan saat Vina dan vanila berduri di belakang pria itu.
beberapa orang melihat Mereka, vanila merasa tak suka, "dek ayo kita keluar dulu, biarkan pria ini yang bayar, karena aku ingin mengajak mu ke tempat penjual baju,"
"heh jangan sembarangan mengajak istriku, pergi sendiri," kesal Bagas.
"tenang mas, aku juga sedang ingin membeli piyama, boleh ya aku beli dengan mbak vanila ya," kata Vina.
"baiklah dan jangan dekat-dekat ya, dia masih punya belalai,"
"omongan mu brengsek anj***, udah gak ada belalai tau,jadi aku sudah sempurna, ayo sayang," ajak vanila yang mengandeng tangan gadis itu.
Bagas hanya bisa melihat saha kedua wanita itu pergi, dia membayar belanjaan.
Setelah membayar, Bagas membawa semua belanjaan yang dia beli, dan tak lama istrinya datang dengan beberapa godybag.
"beli apa sayang?"
"sudah lihat nanti malam saja, aku sudah tak sabar buat ketemu mama, ayo," kata vanila yang tak mau kejutan itu di lihat oleh Bagas.
Mereka bertiga langsung menuju ke rumah, saat sampai vanila langsung masuk dan memeluk ini Bagas.
__ADS_1
"mama Ike, vanila datang!!" teriak gadis itu
"apa!" kaget wanita itu melihat wanita cantik yang dia kenal.
"ini vanilla, Mama, apa Mama lupa ya? ya Tuhan ku, baru juga beberapa bulan kita tidak bertemu, dan bagaimana bisa Mama menikahkan Putra Mama, padahal aku sudah memintanya padamu, untuk memberikannya padaku, Ih, Mama jahat sekali!" kata vanila dengan manja.
"Kamu gila vanilla, Sudahlah dia sudah menikah Carilah yang lain, toh selera mu bule yang itunya gede kan, bukankah begitu pesan yang terakhir kamu kirim," kata mama Ike
"Mama, jangan mengatakan hal yang aneh aneh ya,"kata vanilla malu.
"sayang, boleh tolong aku membawanya ke dapur, Biar mbok yang membereskan segalanya," kata bagas pada istrinya Itu.
"Iya Mas aku bantu," jawab Vina dengan tenang.
sebenarnya Bagas tak ingin membuat istrinya itu bergaul dengan wanita jadi-jadian itu.
mama Ike membisikkan sesuatu di telinga vanila, "kamu gak tau ya, jika keturunan Bagas itunya ikut ayahnya, uh... Gede tau," bisik mama ike.
"beneran ma!" kata vanilla yang langsung di Bungkam.
〰️〰️〰️〰️〰️
__ADS_1
Jujur ya, aku ini sedikit bingung loh sama para pembaca Ini, ya, Bukan ngeluh sih, tapi, tolonglah, sekali-kali Tunjukkan, Jika ada yang suka pada novel ini, kasih komentar ya guys, Ya Tuhan, aku sangat menantikan komentar kalian di novel ini, please!!! 😢😢😢🙏🙏