Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
hampir celaka 2


__ADS_3

Vina di ajak ke sebuah tempat yang cukup jauh, dan mereka menikmati perjalanan dengan bahagia.


Entahlah apa yang membuat Vina berani bersikap seperti ini, dan sekarang mereka sudah sampai di pusat pariwisata yaitu kebun kelinci dan petik stroberi.


"mas Amir kenapa kesini?" tanya Vina.


"karena kamu suka stroberi dan di sini jamu bisa memetiknya secara langsung, ayo kita beli tiketnya," ajak Amir


sebuah sepeda motor juga baru datang, dia orang gadis yang juga membeli tiket pariwisata itu.


Amir tak curiga karena tempat itu memang sepi jika bukan hari libur, terlihat dua gadis yang baru datang itu terus sibuk tertawa dan bercanda.


Sedang Vina fokus pada buah kesukaannya itu, dia bahkan mengirimkan lokasinya pada Feby.


Ya dia berharap jika sahabatnya itu mengetahui lokasinya dan semoga nanti sahabatnya itu meyakinkan jika dia dkan baik-baik saja oada kedua kakaknya.

__ADS_1


"sebenarnya aku sedikit kaget saat kamu minta di jemput, dan lagi menolak untuk aku pamit pada mas Hardi dan mbak Hana, apa kalian sedang bertengkar?" tanya Amir penasaran.


"iya, aku sedang kesal saja dengan mbak Hana, dia terus mengusikku, dia kemarin memarahi ku karena aku mengadu pada mas Hardi, tentang perlakuan dari mbak Rina, dia mengatakan jika aku adalah anak haram dari ayah dan mama," kata Vina.


"apa vin,kamu mengatakan itu pada mas Hardi, ya Tuhan Vina pantas saja mbak Hana marah, kamu tak tau jika mas Hardi hampir membunuh satu keluarga karena kamu," kata Amir yang tak sengaja mendengar percakapan antara ayahnya dan pak RW.


"apa..."


"iya, kata pak RW, seandainya mbak Hana tak datang dengan om abdi,mungkin satu keluarga itu sudah mati di tangan mas Hardi, dan itu lah yang membuat mbak Hana untuk memperingati dirimu," kata Amir menjelaskan.


"itu tidak mungkin, mas Hardi itu orang baik..."kata Vina terkejut.


Dua gadis itu menoleh ke arah Amir yang sedang menenangkan Vina yang sedang menangis, bagaimana pun mereka berada di luar rumah.


Setelah selesai memetik buah stroberi dan membuat jus juga di tempat, setelah sedikit tenang mereka melanjutkan perjalanan menuju ke beberapa wisata.

__ADS_1


Sesampainya di air terjun Trawas mereka memilih merendam kaki dengan nyaman.


setelah hari makin siang mereka akan pulang, saat tiba-tiba ada beberapa barang pohon yang jatuh dari atas air terjun.


Dua gadis yang sedari tadi mengawasi langsung lari dan menarik dua orang itu menjauh.


"kalian buta!" bentak kedua gadis itu


"apa.." kaget Vina .


Pasalnya pohon itu jatuh dan melukai beberapa orang yang sedang berada di bawah air terjun.


Meski mereka berempat terluka, tapi setidaknya hanya luka ringan tak sampai luka parah.


Di sisi lain ada beberapa orang yang langsung menelpon ambulan dan beruntung dua gadis itu membawa obat merah.

__ADS_1


Setelah di obati mereka duduk di warung untuk menenangkan diri, dan untungnya nyawa mereka berdua masih selamat.


setelah beberapa waktu, para orang-orang yang membantu makin banyak, dan dia gadis itu mengajak Vina dan Amir menjauh.


__ADS_2