Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
emm?


__ADS_3

meski pun tak jauh, Wawan dan Feby sudah basah kuyup, "dingin dek,"


"iya mas," jawab Feby yang langsung di persilahkan masuk kedalam rumah pria itu.


dan pertama kali masuk kedalam rumah Wawan,Feby tak melihat tak ada satu pun foto yang terpajang di dinding.


Wawan merasa jika Feby terlalu lama, dia langsung mengendong istrinya itu ke area kamar mandi yang berdekatan dengan kamar miliknya.


"mas!!"kaget Feby yang langsung memeluk Wawan.


sebagai seorang pria normal, Wawan pun merasakan sesuatu dalam dirinya, yang bangun tanpa di suruh.


"dek biar aku ambilkan baju ya, kamu mandi dulu," bisik Wawan yang menurunkan Feby.


dan saat dia ingin keluar, Wawan malah merasakan pelukan dari belakang, "aku takut,"


"tapi aku bisa lepas kendali jika kita terus seperti ini, dan kamu bisa sakit," kata Wawan yang merasa jika kepalanya mulai pusing karena Feby.


"kita sudah sah menikah," jawab Feby yang membuat Wawan akhirnya memutuskan mengunci pintu kamar mandi


"kita mandi bersama," kata pria itu yang tak bisa lagi bertahan.


Akhirnya keduanya mandi, dan saling membantu membersihkan diri sendiri.


Setelah selesai,Wawan mengambil handuk yang tertata rapi di rak di kamar mandi, ya kamar mandi tunah itu cukup besar, bahkan area shower dan WC sedikit memiliki jarak.


Dan juga ada beberapa lemari tempel yang juga ada di sana, setelah membalut tubuh mereka dengan handuk.


Wawan kembali mengendong istrinya itu, dan Feby memrluk erat leher suaminya itu.


Tanpa terduga tiba-tiba Feby menatap wajah Wawan begitu dalam.


Dan jempolnya tiba-tiba mengusap bibir Wawan yang membuat pria itu langsung mencium bibir Feny dengan rakus.


Dan saat sampai di kamar, keduanya malah menjatuhkan diri ke ranjang.


Wawan bahkan mencium leher jenjang milik istrinya itu, dan menikmati keindahan tubuh istrinya.


"mas..." lirih Feby yang merasakan setruman listrik ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Wawan pun menghentikan aksinya, dan dia segera mengambil kemeja miliknya dan memberikannya pada Feby.


"pakai ini dek,aku harus keluar sebentar," panik Wawan yang langsung lari keluar karena tak ingin melakukan itu sebelum mereka mengadakan resepsi.


Feby yang melihat suaminya itu pergi begitu saja membuatnya bingung, bagaimana tidak.


"apa mas tak menyukai ku, apa dia menyesal menikahi ku..." lirih Feby yang mengambil kemeja berwarna biru itu.


Dan mulai mengeringkan rambutnya, sedang Wawan mencuci baju yang ada di kamar mandi agar bisa di gunakan setelah kering.


Dia pun main sendiri hingga puas, karena tak mau membuat istrinya sakit.


dia sedang di dapur memasak air untuk membuat teh panas untuk dirinya dan Feby, saat sebuah tangan kembali memeluknya dari belakang.


"ada apa dek, duduklah di ruang tengah jika tidak kamu bisa tidur di kamar tadi, itu kamar kita," terang Wawan.


"tidak mau, aku mau di sini dengan mas, tapi apa tidak ada sesuatu untuk di masak," tanya Feby pada suaminya itu.


"coba lihat di kulkas, seharusnya kalau Frozen food ada, semoga tidak kadaluarsa,"


Feby pun membuka pintu kulkas dan melihat ke arah freezer, Wawan yang tak mendengar Feby pun menoleh dan terkejut menyaksikan tubuh indah tanpa jilbab


"kamu pakai sarung ya," kata Wawan.


"apa mas," bingung Feby mendengar suaminya itu


Tapi bukannya sarung,malah sebuah selimut yang di berikan oleh Wawan untuk menutupi tubuh istrinya itu.


"mas..."


"sudah kaku duduk di depan tv, nonton atau main ponsel, biar mas yang masak," kata Wawan yang tak ingin istrinya itu berkeliaran dengan tubuh seseksi itu.


"tapi aku tak bawa ponsel tadi," jawab Feby yang menghentakkan kakinya di lantai


Wawan menggendongnya dan merebahkan wanita itu di ruang tengah yang memang ada kasur sofa lipat.


Dia mengambil ponselnya di jok motor dan memberikan benda itu pada Feby, "sudah nonton ya dek," kata Wawan yang mencium pipi Feby dengan dalam.


mendapatkan perlakuan begitu Feby tak menyangka jika suaminya itu begitu romantis.

__ADS_1


Setelah selesai membuat teh dan menggoreng tahu dan nugget serta sosis.


Tak lupa ada saus sambal dan kecap pedas kesukaan dari Wawan, dan pria itu duduk di depan istrinya dan meletakkan satu nampan itu di lantai.


Setelah melihat Wawan di sampingnya, tiba-tiba Feby malah memilih duduk di pangkuan Wawan dengan cepat.


"dek!!" kaget karena ulah istrinya itu.


"tapi aku ingin duduk di pangkuan mas," lirih Feby.


"ya sudah, sekarang kita makan dan minum seadanya ya sayang," bisik Wawan.


Keduanya pun makan sambil berpelukan, entahlah kenapa Feby jadi sedikit mesum sekarang.


Pasalnya suaminya itu sangat lucu jika berhadapan dengan dirinya, bahkan kadang Wawan membuat ekspresi lucu


setelah kenyang, Feby malah menyandarkan tubuhnya di tubuh suaminya, "dek, jangan seperti ini, aku belum mau melakukan itu padamu, karena aku sangat kasar dan tak bisa menghentikan diriku saat sudah melakukannya, terlebih tubuh mu masih lemah," kata Wawan yang sudah tak bisa tahan lagi.


"tapi kenapa mas mengira aku selemah itu, apa karena tadi pagi, mas aku itu ikut karate dan voly jadi tubuh ku tak selemah itu," kata Feby yang mengatakan itu dengan suara lemah.


"baiklah aku percaya, sekarang aku je dapur dulu ya dek, kamu duduk di sini ya," kata Wawan yang membawa semua bekas makanan mereka ke dapur.


Tapi saat dia kembali ternyata Feby malah sudah terlelap, melihat itu Wawan ikut tidur sambil memeluk istrinya.


"aku sangat mencintai mu, dan aku tak tau sebesar apa, yang pasti aku tak akan pernah melepaskan mu," bisik Wawan dan mengecup bibir istrinya itu dan kemudian ikut tidur.


Sedang di rumah lain, sepasang kekasih sudah melakukan dua ronde, bahkan Hardi sekarang berharap akan keajaiban istrinya hamil lagi.


"mas aku lelah..." bisik Hana yang benar-benar tak terbiasa dengan suaminya yang sangat buas saat di ranjang


"baiklah kita time out, sayang semoga kali ini jadi ya, karena aku ingin punya satu putri yang cantik seperti mu,"


"iya mas, aku juga mau," jawab Hana yang memberikan ciuman pada suaminya itu.


Hardi pun kembali menyerang istrinya itu tanpa ampun, dan setelah puas, keduanya tertidur lelap.


Dan maldm itu mereka menginap di rumah pak Sodikin, dan untuk Vina juga di sana tapi tidur dengan di kembar karena tak pantas jika dia tidur di kamar Feby.


Pasalnya gadis itu sudah menikah. Dan sekarang Vina tak bisa seenaknya datang ke kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2