Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kejujuran Bagas


__ADS_3

Bagas pun menggenggam tangan Vina, dan dia tak bisa lagi membiarkan ke Simpang-siuran yang telah dibuat oleh Wasis semakin berkembang.


Dan membuat istrinya itu menaruh kecurigaan padanya, padahal dia tak pernah melakukan apa yang di tuduhkan.


"Dek, aku mau jujur padamu, Sebenarnya aku tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh Wasis padaku, itu hanya apa yang dia simpulkan sendiri dengan apa yang dia lihat selama aku kuliah,


Jujur saja, Meski aku seorang anak juragan besi tua di kota ini, tapi aku juga tidak pernah diajarkan oleh orang tuaku untuk hanya bisa meminta.


Aku terbiasa untuk bekerja keras, Bahkan aku bekerja sama dengan kakakmu, dan aku membuat janji yang tak bisa aku ubah untuk selamanya, setelah Apa yang dilakukan oleh kakakmu pada keluargaku-"


"Maksudnya dilakukan pada keluarga Mas apa? apa mas Hardi melakukan hal buruk?" tanya Vina penasaran.


"tentu saja tidak, dengan bantuan kakakmu, aku berhasil mengangkat derajat orang tuaku lagi, setelah mereka ditipu oleh teman-bisnis mereka, sekarang kami bisa bangkit dan berkembang sejauh ini, makanya saat aku melamar dirimu, Hardi merasa senang karena dia bisa menitipkan kamu padaku terlebih, dia juga baru tahu, jika kamu sedang dekat dengan Rey, dan juga didekati oleh wasis,"


"Astaghfirullahaladzim, berarti ternyata selama ini mereka hanya ingin mengincar apa yang akan diberikan oleh Mas Hardi padaku? Saat aku sudah menikah?" tanya Vina.


"Sepertinya begitu," jawab Bagas


Akhirnya Vina Sekarang sadar jika apa yang dia rasakan, dan Apa yang dia lihat belum tentu semuanya benar.

__ADS_1


Beruntungnya dia telah di berikan pria yang tepat oleh kakaknya itu.


Sedang di desa, malam ini sedang diadakan rapat untuk pos kamling lagi.


Bahkan konsumsi saja yang membelikan adalah Hardi yang meminta tolong Feby.


Wawan membantu semua warganya, mengelola pos kamling itu pentinh, dan memberikan dana untuk konsumsi setiap malamnya, meskipun tak bisa banyak.


Ya itu adalah dana pribadi yang dia dan Hardi kumpulkan sesuai janji mereka dulu.


Karena mereka tak ingin ada kejadian yang buruk menimpa Desa mereka, terlebih tidak hanya satu kali Desa mereka kemalingan, selama Lurah Aris menjabat.


Tapi beberapa kali, bahkan ada kasus yang cukup menghebohkan pada akhir masa jabatan lurah Aris.


Bagaimana tidak, mereka seakan kecolongan dan Lurah Aris tidak bisa melakukan bantuan apapun terhadap korban, untungnya Hardi memiliki koneksi yang cukup banyak, jadi dia bisa membuat kasus itu besar, dan memberikan keadilan bagi gadis itu.


Meski mereka adalah keluarga, Tapi tetap saja tindakan seperti itu harus dihukum dengan berat.


karena itu bisa saja menimpa wanita manapun, tidak terkecuali kepada keluarga mereka sendiri.

__ADS_1


"Jadi Pak Lurah, kita mulainya kapan? besok malam gitu tah?" tanya salah satu seorang hansip.


"Iya Pak Bakrie, besok malam ya, kita mulai lagi pos kamlingnya, nanti saya akan kasih uangnya ke ketua RW masing-masing dan saya mau laporan, tiap minggunya, tidak ada terkecuali, kalau setiap minggunya, tidak ada foto tidak ada laporan apapun, tidak ada tanda tangan orang yang sedang bertugas jaga, Saya tidak akan mencairkannya lagi, ingat, Saya butuh laporan!" tegas Wawan


"Bener tuh takutnya nanti diselewengkan sama Pak RW, Bagaimana benar tidak," kata salah satu warga.


"Halah, duit segitu saja mau di selewengkan, Bagaimana Toh, buat beli rokok juga kurang." jawab Salah satu RW yang tidak terima.


"Yakin pak RW, nggak bisa dibuat beli rokok, Lumayan loh lima puluh semalam per RT loh," kata salah satu hansip.


"Iya dibuat panggil pu*** atau yang lain Jan busa anget dewean sampean,"


"mosok Yo enek," kata pak RW yang lain.


"kok tambah gendeng kabeh *** ***,"


Mereka semua pun tertawa, dan Lurah Wawan memang berusahalah memberikan apa yang dia janjikan.


Dia memberikan kepada delapan RW dan mereka siap melaksanakan apa yang diperintahkan.

__ADS_1


Dan jika minggu depan tidak ada Laporan atau foto atau apapun itu yang berkaitan dengan pos kamling, maka untuk RW itu tidak akan mendapatkan jatah lagi.


Ya, itu dilakukan agar tidak ada penyelewengan, dan wawan ingin semua warganya bertanggung jawab atas apa yang telah diberikan sebagai fasilitas, dari Desa meskipun itu juga berasal dari kantong pribadinya.


__ADS_2