Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
jodoh pasti tak tertukar


__ADS_3

Malam hari semuanya selesai membuat barang yang akan di bawa saat karnaval, dan kini mereka harus memilih seragamnya.


"ini kenapa kita harus ikut karnaval sih, bukannya kita tinggal tugas saja," kata Soleh.


"tenang Soleh, besok yang tugas jaga saat karnaval adalah semua anak buah mas Hardi, karena mereka lebih di hormati, sedang kita akan membantu saat pembagian hadiah," jawab Amir.


"ya sudah karena besok kita temannya berpasang-pasangan, kita harus cari raja dan ratunya," kata Vina yang memberikan dua toples berisi tulisan.


Mereka semua pun mengambil satu persatu, ternyata hampir semua dapat para pengawal dan dayang belum ada yang mendapatkan ratu dan raja.


"tunggu sebelum sisanya membuka kertas, aku mau tanya, sebenarnya konsep kita besok itu apa, kenapa kok ada pengawal dan dayang sih,"


"tau nih, kan acaranya tentang maulid nabi," tanya salah satu remaja putri.


"tentu saja kerajaan Islam dong kayak Mesir atau otoman gitu, dan aku sudah mengambil semua baju sewa juga," kata Vina.


"ya sudah berarti di antara kalian berlima ada yang akan jadi raja, ratu dan seorang selir kan?" tanya Kurnia pada kelima orang itu.


"tentu saja, dan ada juga yang akan jadi panglima perang," kata Vina.


"kalau begitu akan lebih seru jika kalian membukanya bersama, aku hitung, satu... Dua.. Tiga," kata Soleh yang di ikuti oleh mereka berlima.


Membaca tulisan di kertasnya, Feby tampak tertunduk, dia pun meremas tulisan itu.


"jadi siapa yang dapat panglima," tanya Soleh.


"aku" kata Surya.


"aku juga," jata Mela.


"aku dapat kertas selir," kata Vina menunjukkan kertasnya.


Otomatis semua melihat ke arah Amir yang mendapatkan raja, dan Feby yang mendapatkan peran ratu.


"boleh bertukar," kata Feby dengan senyuman.

__ADS_1


"kenapa, apa kamu tak menyukainya, besok kita akan berjalan bertiga di depan," kata Vina.


Sedang Amir hanya diam saja setelah mengetahui siapa yang mendapatkan tulisan ratu.


"aku merasa tak pantas, ini lebih baik untuk mu, dan selir berikan pada Mela, dan boleh aku jadi panglima saja, aku lebih suka memakai baju yang sporty dan membawa pedang ya meski mainan," kata Feby berusaha untuk menutupi kegugupannya.


"ya... Aku gak mau di depan, kan malu aku," kata Mela.


"sudahlah semua akan berpenampilan sesuai dengan apa yang di dapatkan, dan tidak usah takut, kami semua juga bersama ku," kata Amir singkat.


Vina tau jika mungkin Feby tak nyaman dengan yang dia dapat, tapi semua itu sudah takdirnya.


akhirnya baju di bagikan, dan yang paling keras menang adalah para pengemudi pembawa tumpeng dan para penjaganya.


Pasalnya tumpeng yang mereka buat cukup besar, malam itu tak ada yang istirahat karena mereka menyuapi panggung di bantu oleh para anak buah Hardi.


Dan pukul sepuluh malam, Hana dan Hardi sampai di rumah dengan membawa perlengkapan make up untuk acara besok.


Ya meski Hana akan jadi panitia tetap di panggung, dia membawa semua make up miliknya karena dua adiknya akan ikut karnaval besok.


Hardi tertawa saat mendengar jika Vina menjadi selir, "aduh jadi selir, kasihan amat," kata pria itu.


"itu benar, banyak selir yang di bawa raja karena raja tak bisa menikahinya secara sah seperti istri pertama karena politik atau strata sosial," kata Hana.


"tapi kalian lupa,sekuat apapun raja, jika tak memiliki ratu dan permaisuri yang hebat, pasti raja itu akan hancur, karena itu ratu juga harus pintar dalam segalanya, termasuk menjadi pendukung raja hingga akhir, meski mereka jarang di cintai oleh raja," kata Hardi yang mengusap kepala Feby.


"kalian ini ngomongin apa sih," bingung Bu Sodikin.


"tau nih anak-anak galau gak jelas, sudah aku mau keluar untuk membantu menata hadiah di panggung," kata Hardi yang langsung pergi.


Feby merasa jika kakak iparnya itu sangat tulus sayang padanya, ucapan Hardi barusan seperti angin yang menenangkan dirinya.


Bahkan di antara pemeran ketiga orang itu pun, dia bukan gadis lemah meski dia tau jika dia tak di sukai oleh Amir.


"kamu kenapa lagi dek, kok diam begitu?" tanya Hana pada Feby.

__ADS_1


"aku cuma ngantuk dan mencoba menahannya, karena sebentar lagi kami harus berlatih untuk drama," kata Feby


Akhirnya Hana pun menyaksikan gladi bersih drama yang akan di pertunjukkan setelah acara karnaval usai dan sebelum pembagian hadiah.


Hana memberi saran untuk para pemain, karena besok mereka menggunakan sarung tangan, tak masalah untuk mereka saling bersentuhan.


Amir dan Vina memang memiliki aura yang sama, tapi saat kedatangan Feby, mereka berdua sepertinya akan terkalahkan.


Hana tak menyangka jika adiknya bisa memiliki pendalaman peran sebaik ini.


setelah beberapa kali lahiran, akhirnya mereka pun istirahat, dan besok acara harus sukses.


Amir menemui Hardi, tapi dia terkejut saat sedang berbincang dengan seseorang.


Pria itu tampaknya dari kota melihat setelan kemeja yang di kenakan, "itu dia ketua acara, akur kemarilah," panggil Hardi.


"iya mas," jawab Amir sopan.


"perkenalkan dia Ibra, dia adalah pengacara ku yang datang dari kota, ingin melihat acara yang kita siapkan besok," kata Hardi.


"ah iya, semoga besok tak akan membuat kecewa karena ini tahun pertama di adakan konsep ini," kata Amir sopan.


"kamu tau, kalian ini seumuran, jadi tak usah canggung begitu," kata Hardi tersenyum senang.


Amir tak menyangka di awal.usua dua puluh tahun, pria di depannya itu sudah sangat sukses bahkan sudah menjadi pengacara profesional untuk keluarga Hardi.


Keesokan harinya, Feby memilih untuk mengenakan riasan sendiri, sedang Vina di bantu oleh Hana, dan nanti dia juga akan melihat hasil make up adiknya.


setelah selesai, Vina keluar dari rumah duluan karena ada sedikit masalah, bahkan gadis itu membuat jilbabnya seolah menjadi rambut.


Hana terkejut saat melihat Feby yang sudah berhias sendiri, "kamu sangat cantik dek, sejak kapan kamu bisa melakukan make up profesional seperti ini?


"saat iseng saja mbak, di sela kegiatan ku yang banyak, apa ini tak berlebihan?" tanya Feby.


"tidak karena kamu adalah ratunya,kamu harus punya kesan kuat dan tak terkalahkan, jika selir menjadi gadis polos, maka ratu harus menjadi kebalikannya, dan ada satu sentuhan yang kurang," jata Hana yang mengambilkan sebuah mahkota yang sepertinya jenatin Vina lupa memberikannya.

__ADS_1


Kini adiknya itu sudah sempurna, dan saat Feby keluar semua tak percaya jika itu dirinya.


bahkan Ibra yang sedang menyapa Vina pun terpukau, karena baru melihat sosok gadis cantik itu.


__ADS_2