
Amir pamit pulang setelah di obati oleh dokter, dan dia merasa tak nyaman karena suasana rumah yang cukup buruk.
karena Hardi terus menatapnya tajam seperti pemangsa yang sedang mengincar seekor mangsa yang dia buru.
Sedang orang tua dari Feby juga pamit pulang dengan membawa kedua cucu mereka.
Dan Wawan yang mengantar kedua mertua dari bosnya itu, karena dia tau jika Feby dan Ibra masih ingin main di sana.
"jadi apa yang sedang kamu kerjakan Feby, kenapa kamu terus fokus pada ponsel mu,lihat aku saja memang tak cukup," bisik Ibra yang membuat Feby malu.
"apa sih mas,malu tuh sama mas yang dari tadi melotot, kamu kok gak peka sih," kata Feby menampar pelan pipi Ibra.
"ah... Tolong aku terkena serangan cinta," kata pria itu yang melihat Feby lari kedalam rumah.
"hentikan, kamu menggelikan, karena tak sesuai dengan sikap mu saat menghadapi sebuah kasus," kata Hardi kesal.
"memang apa salahnya, ku tak melakukan apapun, toh dia juga mebetina ku begitu pun keluarganya,dan di tambah keluarga ku langsung menyukainya saat aku menunjukkan foto dan menerangkan sedikit tentang sikapnya," jawab pengacara Ibra.
"bagus kalau begitu," jawab Hardi yang akan memastikan Feby mendapatkan pria yang baik.
__ADS_1
Sedang di kamar milik Vina, gadis itu sedang mengeringkan rambut panjangnya.
"jadi apa yang terjadi nona, baru kali ini kamu membuat mbak dan mas marah seperti ini, sudah tau kakak ipar mu kalau marah," tanya Feby yang masuk dan duduk di ranjang temannya itu.
"menyebalkan, aku hanya ingin mendapatkan perhatian lebih,".
"ayolah Vina, jika kamu merasa di lupakan karena kedatangan si kembar, lihatlah aku yang bahkan lebih parah,jika ibu punya sesuatu atau membuat kue pasti yang di ingat bukan aku tapi cucu-cucunya, begitupun dengan bapak ku," kata Feby yang membuat Vina diam.
ya setidaknya kakaknya Hardi tak melakukan itu, mungkin hanya pertentangan sesaat saja.
"sudahlah,ayo ke dapur,kita buat lava cake,dan buat yang spesial untuk kedua orang itu agar uang jajan mu aman,jangan lupa seminggu lagi kita ada liburan ke pantai gemah,"
keduanya ke dapur dan tak sengaja melihat Hana sedang muntah-muntah.
"nak kenapa,hamil lagi?" kaget Feby dengan cukup kuat.
"apa?"
Mendengar suara ribut-ribut di dapur Hardi dan Ibra datang bergabung, "ada apa, suara mu kedengaran sampai depan, dek?" tanya Hardi.
__ADS_1
"Mak Hana hamil lagi..." kata Vina.
"apa hamil lagi," kata Ibra terkejut tak percaya.
sedang Hardi menepuk dahinya tak percaya, "tidak mas, aku tidak hamil, aku hanya mual karena mencicipi buah itu yang ternyata busuk," kata Hana menunjuk ke buah sirsak.
"busuk apa sayang, itu bukan busuk tapi terlalu matang, dan ini juga sirsak tanpa biji yang kemarin kamu beli sendiri lewat online bukan," kata Hardi.
"tapi dia lembek-lembek begitu, iyuh..." kata Hana yang mengejutkan Hardi.
Padahal Wanita itu sangat suka jus sirsak, tapi kenapa hari ini berbeda,"ya sudah kamu duduk di depan dulu bantu Ibra membahas kasus, biar aku buatkan jus, dan kalian berdua mau apa?" tanya Hardi mengejutkan kedua gadis yang dari tadi diam
"kami mau buat lava cake," jawab Feby.
"kalau begitu,sekalian saja jus untuk kami, boleh," tanya Hardi.
"baiklah mas," jawab Vina yang langsung mendapatkan cubitan maut dari Feby
"apa sih... Sakit Lo.."
__ADS_1
"gak jadi," ketus Feby yang tau jika selera kakaknya itu menyebalkan