
Terlihat Wawan berdiri dan menghampiri bos dan adik iparnya itu.
dan acara orkes Melayu itu di lanjutkan, "kamu habis ikut pawai kelulusan?" tanya Wawan.
Mendengar pertanyaan itu, Feby menoleh pada pria itu, "tentu saja tidak, aku memilih pulang tadi, tapi ya sempet ikut makan dulu di warung mie ayam," jawabnya.
"baguslah, dan Wawan tolong antar Feby pulang tapi sebelum itu tolong ambil sesuatu yang aku suruh tadi ya," kata Hardi.
"memang mau ambil apa, dan aku bawa motor sendiri," jawab Feby bingung
"sudah motornya biar di sini,dan malam nanti keluarga dari Ibra mau datang untuk melamar mu," kata Hardi yang langsung membuat Feby sedih.
Pasalnya sudah beberapa bulan ini dia merasa tenang dan nyaman tanpa gangguan dari pria itu.
Tapi kenapa malah sekarang dia datang lagi, "mas aku bisa memohon sesuatu,"
"apa itu dek?"
"boleh bantu aku menolaknya, karena aku tak ingin menikah dengannya," jawab Feby dengan suara pelan dan menahan tangis.
"baiklah, nanti mas akan cari cara membantu mu," jawab Hardi yang tak ingin melihat adiknya terluka.
Akhirnya keduanya pun pergi, Wawan membawa mobil bak terbuka.
setelah itu mereka sampai di sebuah catering yang sudah menerima pesanan terlebih dahulu.
Feby lupa jika besok itu ulang tahun kakaknya, jadi dia ingat saat melihat tumpeng berukuran besar itu.
"ya aku belum membeli hadiah untuk mbak Hana," kata Feby merasa buruk.
"kenapa bingung, kamu bisa membelinya, nanti aku antar tapi sepertinya kamu harus mandi dulu karena tak mungkin kamu pergi dengan menggunakan baju seperti ini kan," kata Wawan dengan tertawa mengacak jilbab Feby
"ih cak Wawan gak lucu," panik Feby.
Saat di dalam mobil, Feby melihat ponsel Wawan terus berdering dan menunjukkan banyak pesan yang masuk.
"cak mending berhenti dulu, itu ponselnya terus bunyi," kata Feby yang merasa sedikit terganggu.
"tak usah di hiraukan, itu cuma orang gila mungkin," kata Wawan
"yakin,bukan gadis yang tergila-gila pada mu, aku yakin itu gadis yang ingin menjadi kekasih mu deh," kata Feby menggoda Wawan.
"tentu saja tidak, aku tak punya keinginan untuk menikah," jawab Wawan dengan santai.
__ADS_1
"ke apa? cak Wawan masih muda, dan juga tampan, pasti banyak gadis yang mau, kenapa tak mau menikah?" tanya Feby yang merasa penasaran.
"karena aku tak mau saja, sudahlah tak usah di bahas, oh ya kalau kamu kenapa tak mau menikah dengan Ibra, bukankah dia seorang pengacara sukses?" tanya Wawan.
"karena dia tak sebaik yang terlihat, aku baru tau jika dia memiliki emosi yang meledak-ledak saat marah, terbukti dari dia membentak ku di depan banyak orang saat di area sunan Ampel Surabaya,cak Wawan juga berada di sana," jawab Feby
"ya aku tak menyangka akan hal itu terjadi," jawab Wawan yang langsung memilih pergi.
Tak butuh waktu lama mereka berdua sampai dan ternyata Hardi sudah pulang dan meninggalkan semua acara di gudang demi menghias rumah di bantu Vina.
Kini Wawan sibuk membantu juga, sedang Feby memilih mandi, dan setelah itu Feby dan Wawan kembali pergi.
Selama membereskan rumah dan menghiasnya sedemikian rupa, Hardi tak sadar jika adiknya itu tampak berbeda.
Ya Vina tampak sedikit was-was karena dia tak ingin membuat semuanya runyam.
sedang di sebuah toko perhiasan yang buka sampai jam lima sore, Feby dan Wawan sedang memilih hadiah.
Feby membeli sebuah cincin perak untuk Hana, dan itu adalah hadiah yang di beli dari uangnya sendiri.
Ya Feby memang memiliki usaha kecil-kecilan dari sebuah olshop dan juga beberapa konten di media sosial.
"sudah?"
"terima kasih sudah mengantarku," jawab Feby yang kini berjalan dengan Wawan
"sekarang aku mengerti kenapa kamu menghindar dari ku,karena gadis ini bukan, ya kakak dan adiknya sama saja, sama-sama perempuan yang suka merebut milik orang lain," hina Leni dengan marah.
"apa yang kamu katakan,!"marah Wawan yang langsung melindungi Feby.
"cak tenang, ini di tempat umum," kata Feby dengan pelan.
"memangnya aku kurang apa hingga kamu tak ingin aku menjadi istriku, toh kamu seorang duda, kenapa kamu bersikap sok suci seperti ini," tangis Leni yang memancing orang-orang untuk melihat mereka.
"aku tak mau mengatakan itu di sini,karena kamu tau jawabannya, karena aku tak mencintai mu,dan kamu sendiri yang memiliki perasaan itu karena selama ini aku membantu mu itu juga hanya perintah dari bos ku,jadi tak usah sok terluka dengan semua angan-angan mu sendiri itu," jawab Wawan.
"tapi aku mencintaimu," kata Leni memohon.
"tapi aku tidak peduli karena bagiku semuanya hanya perintah dari bos, dan aku tak mau berurusan lagi dengan mu atau keluarga mu," kata Wawan.
"apa karena dia," tunjuk Leni marah dan ingin menyerang Feny.
"cukup!! bukan dia karena aku mencintai orang lain, dan memang apa peduli mu," marah Wawan yang membuat Feby kaget.
__ADS_1
Pasalnya tadi Wawan bilang tak minat untuk menikah tapi sekarang berbeda, tiba-tiba Feby tersentak karena Wawan mengandeng tangannya meninggalkan tempat itu.
Bahkan genggaman tangan Wawan cukup kuat, "cak sakit..." kata Feby yang membuat Wawan melepaskan tangannya dari gadis itu.
"maaf, aku terbawa suasana, mau makan somay dulu," rawat Wawan yang tau jika Feby mungkin syok.
"sebenarnya kenapa cak Wawan menolak mbak Leni, dia itu keponakan mas Hardi dan juga gadis yang cantik," tanya Feby.
"buat spa cantik jika tak bisa menjaga dirinya, dan sudah di gilir banyak pria, bahkan aku punya semua buktinya," kata Wawan yang memberi tau beberapa contoh video tak pantas itu pada feby yang menutup mulutnya tak percaya.
Pasalnya di dalam foto itu, Leni sedang bersama setidaknya lima laki-laki yang memakai topeng.
"ah hentikan itu sangat memalukan," kata Feby yang tak menyangka akan melihat itu.
"kaku mau menjaganya, karena aku merasa jika semua ini akan aman jika kamu yang menyimpannya," kata Wawan.
"baiklah, aku simpan ponsel ini tapi apa mas tak akan repot karena ponsel ini aku yang pegang," tanya Feby.
"tentu saja tidak, karena aku punya dua ponsel lainnya," jawab Wawan.
Dan saat Feby melihat layar ponsel itu,dia melihat foto seorang pria bertato di bagian dada sebelah kanan.
Dan dia pun langsung beristighfar dalam hati karena melihat sosok Wawan dalam bentuk lain.
"ada apa Feby?"
"tidak ada mas, Monggo di lanjut makannya," kata Feby dengan sopan.
Ternyata Hana pulang cukup malam, yaitu sekitar pukul tujuh malam karena harus melakukan beberapa sambutan terakhir di sekolah.
Dia merasa sangat lelah bahkan untuk berjalan saja sudah malas, tapi yang membuatnya kesal adalah suaminya yang tak mengirim pesan satu kali pun untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
"apa mas Hardi sudah bisa padaku dan melupakan ulang tahun ku," gumam Hana yang berjalan menuju ke depan pintu.
Saat dia membuka pintu, "assalamualaikum..." salamnya saat masuk kedalam rumah.
"selamat ulang tahun..." teriak semua orang.
dor... Dor... Suara confeti yang di ledakan hingga menimbulkan suasana meriah.
Hana kaget karena semua ada di sana bahkan para pegawai kepercayaan suaminya.
"selamat ulang tahun sayang," kata Hardi yang memeluk Hana.
__ADS_1
"ku kira mas lupa..." tangis Hana pecah tiba-tiba.
"maafkan aku ya dek, aduh cantiknya mas jangan nangis dong,"kata Hardi yang mencium kening Hana dan memeluknya lagi.