
Wawan sedang duduk santai di teras, sambil menikmati kopi panas, Saat tiba-tiba Guntur datang dengan Vivi.
Melihat kedua orang itu Wawan merasa aneh, "lo-lo-lo-lo Ada apa ini? kenapa tumben sekali kalian datang berdua," tanya pria Itu.
"Tidak ada apa-apa Pak Bos, Kami cuma datang karena ada acara Desa kan, Jadi kami berniat untuk merekamnya, ya sebagai dokumentasi saja, untuk YouTube milik Pak Bos, yang kami kelola sekarang," kata Guntur dengan santai
"Memang kamu sudah dapat izin ku, atau kamu kekurangan pekerjaan Guntur, kan sudah aku beri Bagian untuk pekerjaanmu makin banyak,"
"Tidak kok, aku sudah menyelesaikan pekerjaanku, jadi aku bisa bebas melakukan kegiatan ini di luar jam kerja kan, lagi pula uangnya juga masuk ke Bu bos, dan kami juga dibayar bu bos, jadi pak bos, sekaligus Pak Lurah tidak boleh merasa terganggu, mengerti," kata Guntur yang membuat Wawan hanya geleng-geleng.
"Terserah awakmu wae," jawab pria itu
Tiba-tiba dari dalam rumah, Feby keluar dengan mengenakan seragam PKK.
"Kalian sudah datang, mau minum dulu, aku buatkan teh ya, sekalian ini ada gorengan yang baru matang," kata Feby dengan ramah seperti biasa.
"Tidak usah Feby, kita kan ada acara pagi kan, jam berapa sih Undangannya? jam delapan kalau gak salah, apa semua di desa sudah siap," tanya Vivi
"Untuk masalah itu kan urusannya ditangani ketua PKK sementara, kan aku belum pelantikan dan belum di akui, jadi nanti setelah aku ditunjuk sebagai ketua PKK yang baru, baru deh acara dimulai," Jawab Feby
__ADS_1
"Loh Bukannya kamu pasrah sama istri carek ya Dek, kok Jadi kamu sekarang mau pegang sendiri PKK-nya,"tanya Wawan sedikit khawatir
"Sebenarnya sih maunya gitu yah, tapi aku merasa sedikit membebani Bu carek, Jadi aku lebih baik memegang semua jadwal ketua PKK,"
"Kamu yakin, kamu sedang hamil muda loh, Jangan sampai lelah, bikin repot nanti kalau kenapa-kenapa,"
"Orang aku yang mau kok Ayah, kok anda yang bingung, insyaallah aku sudah bisa mengatur segalanya," kata Feby sedikit kesal mendengar celotehan suaminya itu.
"Iya deh, iya deh, maafin Ayah kan cuma khawatir sama Bundaku sayang." kata wawan dengan nada yang di buat imut
Mendengar itu, Guntur dan Vivi sedikit merinding, terlebih dengan muka Wawan yang seperti preman, tak pantas jika dia melakukan hal seperti itu.
"Ngomong-ngomong kalian tidak mengajak Nita, atau dengan yang lain, pras juga sepertinya, bisa kan untuk membantu pekerjaan ayah?" tanya Feby pada suaminya itu.
"ya maklum bos, namanya juga bujangan,belum ada yang Masakin,"
"sudah kita berangkat tapi aku ambil tas dulu," kata Feby yang mengambil tas miliknya.
Saat mereka sampai di balaidesa, ternyata Vivi dan guntur sudah mulai merekam.
__ADS_1
Keduanya tampak begitu fokus mengabadikan momen,bahkan perkenalan dengan ketua PKK yang baru
membuat heboh karena Feby membagikan hadiah dompet cantik sebagai hadiah perkenalan.
setelah itu,acara UMKM yang memang rutin setiap tahun di adakan pun di buka oleh pak lurah dan Bu lurah,serta beberapa perwakilan DPRD.
Semuanya berjalan baik,bahkan Guntur melakukan live acara itu dan mendapatkan respon baik terutama Feby.
Ya dia menjadi poin utama dalam kegiatan itu, bagaimana tidak nedki baru menjadi ketua PKK di desa.
dia bisa melakukan komunikasi dengan para petinggi itu dengan baik,bahkan Feby bisa menjelaskan setiap produk yang di jual di acara itu.
bahkan dia tau produk dari UMKM desa yang menjadi komoditas cukup unggul,bahkan bisa membantu ibu-ibu di desa menambah penghasilan.
ya kali ini di pameran UMKM itu, di tunjukkan beberapa produk unggulan seperti, pembuatan kerupuk puli dan kerupuk terigu, ada juga yang membuat batik ikat juga, dan ada yang membuat jajanan non MSG yang khusus berjualan di TK dan SD di desa itu.
tentu saja itu mendapatkan apresiasi yang sangat baik, bahkan sambutan tadi yang di persembahkan oleh anak-anak SD juga sangat memukau.
Mereka pun melanjutkan acara, Feby dan istri dari sekertaris desa atau carek ini,tampak begitu sibuk.
__ADS_1
Vivi terus merekam semua aktifitas yang terjadi selama acara, bahkan dia tak sengaja merekam Feby yang diam-diam mencicipi adonan kerupuk yang baru matang dan belum di iris.
gadis itu hanya tertawa sambil sedikit menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.