Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
sekedar bantuan


__ADS_3

Hardi menerima telpon dari Wawan, kebetulan dia juga belum tidur, Karena masih menyelesaikan beberapa pekerjaan.


"assalamualaikum wan,ada apa?" tanya Hardi


"wa'alaikumussalam bos, ini aku dapat kabar dari Leni jika Dimas telah meninggal dunia karena kecelakaan, apa anda mau ke rumah sakit karena keluarga itu sedang kacau," kata Wawan.


"ah begitu ya,boleh kita berangkat ke rumah sakit, tolong jemput aku," kata Hardi.


"siap bos," jawab Wawan.


Hardi tak enak mau membangunkan istrinya yang sudah terlelap, dia pun keluar dan untungnya bapak mertuanya itu sedang terjaga.


"mau kemana le?" tanya pak Dikin.


"ah ini pak mau ke rumah sakit,barusan Wawan menelpon dan mengatakan jika Dimas keponakan ku itu meninggal dunia,ya karena dia kecelakaan kapan hari, dan aku ingin membantu mengurus semuanya," kata Hardi menjelaskan.


"baiklah le, bapak mengerti, tolong hati-hati ingat jaga emosi mu," pesan psk Dikin.


ternyata Wawan membawa motor dan langsung mengajak Hardi menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit, ternyata benar semua keluarga tampak terpukul berat.


Hardi pun sedikit memberikan kekuatan pada keluarga itu, terlihat Leni langsung memeluk tubuh Wawan di depan semua orang.


Wawan tak mendorongnya karena gadis itu sedang berduka, dan akhirnya pak Syam mengurus kepulangan dari jenazah.


Dan Hardi menghubungi pak RW dan pak RT untuk membantu menyiapkan semua yang di butuhkan.


pagi itu tersiar kabar tentang kematian dari dinas, semua orang merasa jika pria itu memang pantas karena sering membuat masalah.


pukul enam pagi, pak sodikin, istrinya dan Hana datang melayat, sedang dua gadis di rumah untuk menjaga dua balita.


Bahkan Hana meminta tolong sang bapak untuk mengurus di pemakaman, tak lama terdengar suara ambulans yang datang.


terlihat ada motor yang di kendarai oleh Wawan dan Hardi di depannya, dan saat mobil berhenti ternyata Leli sudah pingsan dan di gendong masuk oleh Wawan.


Karena tadi di rumah sakit, Leli di nyatakan hamil anak kedua di saat suaminya sudah meninggal dunia.


Semua orang sebenarnya tak terlalu peduli dengan keluarga itu, hanya saja semua orang ingin memiliki nama baik di depan Hardi dan Hana.

__ADS_1


jadi mereka tampak seperti orang yang peduli, tapi nyatanya semuanya tipuan.


Akhirnya jenazah langsung di berangkatkan ke makam desa, karena sudah di sucikan dari rumah sakit.


pemakaman berjalan lancar, Bu Rina yang mendapatkan kabar jika putranya meninggal akhirnya drop dan kondisinya semakin menurun


Bahkan wanita itu kini juga masuk kedalam ruang ICU karena serangan jantung mendadak.


di rumah,Vina dan Feby mendapatkan pesan dari sahabat mereka yang menunjukkan sebuah foto.


Yang ternyata itu adalah Wawan yang mengendong Leli istri dari dimas, 'lihatlah, bagaimana bisa seorang wanita yang baru di tinggalkan suaminya malah seperti ini, sungguh tak pantas,'isi pesan itu.


"kalian tak boleh suudzon karena tak semua yang terlihat itu benar, mungkin saja dia pingsan dan butuh bantuan," balas Feby.


"ayolah Feby,cak Wawan itu seorang duda, mungkin ini seperti kesempatan untuknya,"


"hei Vina, kamu mengenalnya lebih lama dariku, kenapa pikiran mu seperti ini, padahal aku yang baru mengenalnya pun tak meragukan kebaikannya,"kata Feby yang membela pria itu.


"kamu itu terlalu mudah jatuh cinta, jangan bodoh seperti langsung mengiyakan permintaan dari mas Ibra, yang ternyata bajingan," kata Vina

__ADS_1


__ADS_2