Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kerjasama yang buruk


__ADS_3

Sedangkan Wawan di kantor polisi sudah di hajar habis-habisan karena dia masih tak mengaku meski semua bukti memberatkan dirinya.


"sekarang kamu masih tak mau mengaku, jawab yang sebenarnya,kamu sudah berapa kali melecehkan dan melakukan perbuatan buruk itu pada Leni, jawab!!" bentak petugas itu.


Pak Sardi yang melihat pun mencoba untuk menolong tapi malah di usir dan tak di izinkan datang lagi selama proses penyelidikan.


"saya tak pernah melakukannya, meski saya duda, saya tak seburuk itu hingga membuat gadis itu melayaniku secara paksa,"


"tak usah membantah, kamu itu sudah bersalah,tapi masih berani bicara sok jujur!!" marah petugas itu dan kembali menghajar Wawan.


Wawan sudah babak belur, tapi pikirannya hanya satu yaitu ingin tau kondisi Feby.


di sebuah rumah, seorang pria muda memberikan uang pada sopir mobil yang menabrak Feby.


"sekarang tinggalkan kota ini dan pergi dari sini karena aku tak ingin ada orang yang tau dimana dirimu," jawab pria itu yang langsung di ikuti pria itu.


"sekarang dia tak punya Pihan lain, menikahi Leni atau mau membusuk di penjara selamanya, karena dia belum tau kekuatan uang," gumam pria itu.


Lurah Aris yang mendapatkan semua kabar terkejut, karena dia tau Wawan yang sering membuatnya kesal.


Dia datang ke kantor polisi untuk melihat kondisi pria itu, dan dia kaget melihat kondisi Wawan yang sudah babak belur.


"kamu kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya lurah Aris .


"aku baik-baik saja, sudahlah pak lurah, tolong telponlah bos Hardi dan tanyakan kondisi Feby," mohon Wawan.


Melihat itu lurah Aris merasa kasihan dan akhirnya dia menelpon Hardi


"halo lurah Aris, ada apa kamu menghubungiki," tanya Hardi terdengar serak


"ah ini, aku ingin bertanya tentang kondisi Feby, apa semuanya baik?" tanya lurah Aris lagi


"semuanya tak baik-baik saja, dokter bilang jika Feny dalam tiga hari ini tidak bisa sadarkan diri, dia akan memasuki kondisi vegetatif karena benturan di kepalanya cukup fatal," jawab Hardi yang membuat Wawan merasa begitu buruk.


"apa..." lirih lurah Aris kaget.

__ADS_1


Tiba-tiba Wawan mengangkat kursinya dan melemparnya ke tembok dan kemudian berteriak dengan keras.


"tidak!!!"


"Wawan sadar wan, kamu tak boleh mengamuk di kantor polisi," panik lurah Aris.


Hardi kaget, dia tak mengira akan mendengar suara kekacauan itu, sebenarnya apa yang terjadi di antara keduanya.


Dan kenapa Wawan bisa sangat marah dan menghancurkan semua barang, padahal selama ini dia terkenal sangat pintar menyembunyikan emosinya.


"lebih baik anda pergi, dan tolong jangan datang lagi karena sebelum pengadilan memutuskan hukum untuk pria ini,dia tak boleh di kunjungi," kata polisi itu.


"tapi itu melanggar hak asasi miliknya, dia bahkan harus bertemu pengacara, dan anda tdk bisa melakukan itu, dan cara kalian itu memperlakukan orang seperti ini saja sudah salah," marah lurah Aris


"sudahlah, lebih baik kamu pulang," marah salah satu petugas kepolisian.


Lurah Aris tak akan membiarkan hal ini terjadi, dia akan membantu Wawan.


setelah kembali.ke dalam selnya, Wawan tampak menangis di pojokan kamar sempit itu.


Dia tak mengira jika kondisi dari Feby seburuk itu, "ya Tuhan, tolong jangan lakukan itu, aku juga ingin memiliki wanita yang aku cintai, tapi kenapa sekarang kamu mencoba untuk merebutnya lagi dariku," gumam Wawan yang merasa hidupnya sangat tidak adil.


Dan kondisi dari Feby juga tak ada perkembangan yang berarti,bahkan mereka juga tak tau harus bagaimana lagi.


Hardi yang awalnya ingin mengajak Feby ke Singapura, di urungkan karena kondisi gadis itu tak bisa sembarangan di bawa pergi.


Karena kondisi Feby belum sepenuhnya bisa di jamin keselamatan sampai di rumah sakit luar negeri itu.


Sedang wawan menerima semua siksaan karena dia terus diam, dia tak bisa mengatakan apa pun.


Karena saksinya hanya Feby yang kondisinya sangat buruk, hingga akhirnya penyeledikan sudah lengkap dan seminggu lagi sidang akan di lakukan.


Hardi sudah bingung, dia tak menyangka akan mendengar jika Wawan akan di sidangkan karena tuduhan dan bukti yang tak bisa di jelaskan itu.


"aku harus bagaimana lagi ya Allah," gumam Hardi yang merasa frustasi karena kondisi Feby dan Wawan yang sangat buruk.

__ADS_1


"sebenarnya ada satu saksi kunci tuan, dan dia adalah mbak Feby yang menemui mbak Leni bersama Wawan, dan dari pengakuan Wawan mbak Feby memiliki semua bukti siapa pria yang melecehkan dan menjual mbak Leni, dan jika kita bisa menghadirkan mbak Feby dalam persidangan, kemungkinan kita bisa membersihkan nama baik mas Wawan dan membuktikan semuanya tak benar," kata pengacara yang menangani kasus itu.


"tapi aku harus bagaimana," gumam Hardi.


dia pun melihat tubuh lemah di atas ranjang itu, yang sudah hampir tiga Minggu ini tak bergerak sedikit pun.


Dan akhirnya dia memiliki ide gila yang mungkin akan membuatnya di bunuh keluarga istrinya.


Tapi hanya itu yang mungkin bisa dia lakukan untuk membuat Feby bangun.


"minta kejaksaan untuk memberikan satu hari untuk Wawan bisa keluar dari penjara, dan aku akan membuat dia datang ke rumah sakit ini, dan aku akan mencari bukti di rumah, dan semoga bisa di kabulkan," kata Hardi.


"baik," jawab pengacara itu.


Akhirnya mereka pergi untuk melakukan semua yang mereka ingin lakukan.


Hardi pulang dan memeriksa semua barang milik Feby, di bantu Vina dan semua orang.


Tapi tak ada yang bisa menemukan semua barang yang di titipkan pada Feby.


"kita akan kesulitan, karena Feby itu sangat baik dalam menjaga amanah yang di titipkan padanya," kata Vina yang sangat mengenal sahabatnya itu.


"kalau begitu tinggal satu cara, kemungkinan besar kalian tak akan setuju, tapi kita harus membuat Feby punya semangat juang untuk bisa sadar," kata Hardi.


"apa itu nak, karena kamu sudah tak tau harus melakukan apa lagi," tanya pak Sodikin.


"kita harus menikahkan Feby dengan Wawan, agar dia mau bangun dan menolongnya, meski ini terdengar gila, setidaknya kita harus mencobanya," mohon Hardi.


"apa jamu gila mas, adikku seperti itu dan kamu ingin menikahkan dia dengan Wawan, yang bahkan usianya lebih tua darimu, dan juga bagaimana masa depan Feby nantinya," marah Hana.


"tapi aku tak punya jalan keluar lain, kondisi Wawan juga tak baik dek, dia juga orang kepercayaan ku,aku yang akan menjamin masa depan mereka berdua jika kamu takut, dan asal kamu tau Wawan bahkan sudah seperti mayat hidup setelah tau kondisi Feby yang buruk juga," marah Hardi yang tak bisa menahan dirinya lagi.


"dia bahkan hanya diam saja saat di pukuli di dalam penjara, entah siapa yang membuat mereka berdua seperti ini, tapi aku tak bisa menghubungi Leni, bahkan rumah mereka juga kosong, dan saksi yang di miliki Wawan hanya Feby," tambah Hardi yang membuat Hana diam.


"bapak setuju, biar bapak yang akan jadi walinya, dan tolong urus semuanya ya nak," kata iak Sodikin yang tak ragu untuk mencoba usul menantunya.

__ADS_1


Karena tiga Minggu ini semua cara sudah di lakukan tapi tak ada kemajuan yang terjadi.


Jadi kemungkinan besar hal ini bisa terjadi jika atas takdir yang telah di tentukan.


__ADS_2