
"Tunggu ibu, ibu mau ke mana, dengan kondisi seperti ini, tolong Tunggulah sebentar," kata Feby memohon pada wanita itu.
Ya dia tak mungkin membiarkan wanita itu pergi padahal kondisinya sangat buruk.
Tanpa terduga Wawan yang melihat istrinya itu, sebenarnya dia mau marah, tapi dia hanya pasrah karena Feby tak akan mendengarnya.
terlebih rasa peduli Feby pada orang lain yang memang sangat tinggi.
Febi pun meminta tolong, pada anak buah suaminya, dia adalah Geno yang di panggil.
Dia meminta pria itu untuk mengantar Ibu Sonya ke UGD terlebih dahulu.
karena mereka belum selesai dalam melakukan salam dan silaturahmi pada masyarakat desa.
Geno pun mengiyakannya, dan langsung pergi ke UGD puskesmas terdekat sesuai perintah Bu bos-nya.
Setelah keadaan yang cukup mengejutkan selama acara, akhirnya mereka pun mengakhiri acara itu setelah pukul tiga sore.
__ADS_1
mereka semua menuju ke rumah Wawan, begitupun yang lainnya, terlihat Vivi dan guntur saling membantu.
karena kondisi Feby juga sedang hamil muda, tapi untungnya wanita itu tak mengalami morning sicknees yang parah.
tak lama Geno datang bersama dengan Bu Sonya, dan semua orang langsung menyambutnya.
"Bu bos, kami kembali dan kata dokter, kondisi Bu Sonya tak parah hanya ada memar saja, dan dokter bilang cukup minum obat yang sudah di resepkan cukup," kata Geno
"Apa maksudnya, tapi Wajah Ibu sangat banyak memar seperti itu, Sebenarnya apa yang terjadi itu?" tanya FebY yang penasaran.
"Aku tidak apa-apa Nduk, sebenarnya aku hanya terluka saja," kata wanita itu.
"Kenapa tak bilang saja, jika anda telah diajar oleh suami anda, hanya karena anda membelaku atau ingin mengakui ku bukan? setelah apa yang telah aku capai sekarang, nama baik, kehormatan dan juga kejayaan, padahal aku tak minta sedikitpun untuk di akui oleh anda,kenapa? anda baru peduli sekarang? tidak dulu-dulu sebelum anda membuang ku, apa anda mau meminta maaf sekarang? untuk maaf yang anda inginkan aku tak bisa memberikannya, karena Anda telah menyakiti hatiku lebih dari yang anda kira, tak hanya aku rapi seluruh keluarga ku," kata Wawan dingin.
"Aku hanya ingin melihatmu, karena mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita, karena Sebentar lagi, kita akan berpisah untuk selamanya. jadi tolong pertimbangkan," mohon Bu Sonya
"Aku sudah tahu, jika anda akan dibawa pergi dari kota ini, anda akan tinggal di Kota Banjarmasin bukan, silakan nikmati kebersamaan anda dengan keluarga anda dan berbahagialah, karena aku juga sudah bahagia di sini bersama keluarga ku yang baru,"
__ADS_1
"Mas.... Kenapa bilang begitu, bagaimanapun ibu itu juga orang yang telah melahirkan mu," kata Feny yang merasa kasihan.
"Aku menganggap Ibuku telah mati dari dulu, saat dia telah membuang ku, meninggalkanku bersama kakek nenekku saat Ayahku sedang berada dalam kesulitan,
Apa dia pernah datang sekali saja, dan bertanya bagaimana hidup putranya, Apa dia sudah mati? apa dia bisa tumbuh baik? Atau dia kelaparan atau tidak? apa dia sudah jadi bajingan seperti ayahnya? apa makanan kesukaannya? Tidak pernah!!" suara Wawan menggelegar.
Feby tak bisa menjawab lagi, mendengar apa yang dikatakan suaminya.
Semua orang juga diam setelah mendengar ucapan dari wawan yang menyembunyikan lukanya.
Bu Sonya juga merasa sangat terluka mendengar itu tapi itu adalah kesalahannya sendiri.
Memang egois jika sekarang dia datang, dan meminta untuk diakui sebagai ibu setelah apa yang telah dilalui putranya itu.
Jadi dia memilih untuk pulang dan pasrah untuk apa yang akan dia hadapi selanjutnya.
Mengingat Bagaimana kejamnya suaminya saat ini, tapi tak ada pilihan lain, karena dia telah memilih jalan itu. setelah meninggalkan keluarganya yang dulu sangat baik padanya.
__ADS_1
dan juga putranya yang sangat baik seperti Wawan.