
Kirana tak bisa terima jika Hardi sudah menikah, karena dia sudah memupuk harapan indah jika bisa berubah tangga dengan pria itu.
tapi sekarang dia tak mau jika harus terluka lagi,jadi dia ingin melakukan apapun untuk bisa memisahkan Hardi dan istrinya.
Tapi yang harus dia ketahui adalah alamat pria itu dulu, karena jika tidak tau bagaimana bisa dia menggoda Hardi.
Sedangkan Hardi saat ini sedang memasang wajah bingung di depan penjual martabak, karena istrinya tiba-tiba tadi ngidam hal yang tak terduga.
"mas kenapa bengong saja, mau tidak?" tawar Hana yang sedang menikmati martabak telur yang di campur dengan mie goreng.
"kalian ini bagaimana, apa kalian tak tau itu mengandung kalori berapa banyak," kata pria itu.
Karena kesal dengan ucapan kakaknya, Vina langsung menyuapi Hardi dengan paksa, "sudah makan saja enak tau,"
Tapi tiba-tiba raut wajah Radi berubah, ya benar rasa martabak itu juga semakin enak sekarang.
"eh iya, bos minta lagi dong satu porsi tapi dagingnya yang banyak, dan tolong teh panas tawar ya," kata Hardi yang membuat Hana dan Vina kaget.
__ADS_1
"katanya tidak mau tidak baik karena kalorinya banyak," kata Hana.
"ya inilah suami mu mbak, sekarang dia akan makan dan besok pagi pasti akan sibuk olahraga karena merasa bersalah, tapi itu yang membuat ku bahagia," kata Vina.
"ya setidaknya aku tak merasa bersalah, dan lagi tolong jangan mengatakan hal aneh, dsn lagi aku tak menyangka jika kamu juga bisa makan,bukankah kamu ada lomba voli seminggu lagi," kata Hardi mengingatkan.
"ya itu benar, tapi kata pelatih kamu harus menunggu kepala sekolah yang baru untuk memastikan beliau mau mendaftarkan kami, terlebih uang pendaftarannya saja cukup besar, sebab ekstrakulikuler selama ini mendapatkan anggaran yang sedikit dan selalu mengutamakan sepak bola," kata Vina.
"sudahlah mbak yakin jika semua itu tak akan terjadi lagi," kata Hana yang membuat Hardi tersenyum
tak lama pesanan Hardi datang dan mereka pun lanjut makan, setelah itu mereka pulang tapi sebelum sampai ke rumah.
Terlihat ada Amir juga dan Vina hanya bisa melihat dari dalam mobil karena dia tak mau sampai Hardi tau karena itu bisa membuatnya dalam masalah besar.
"sudah sekarang kita istirahat,besok semua harus mulai aktifitas lagi kan," kata Hardi yang di iyakan kedua Wanita itu.
Hana pun berganti baju dengan baju tidur yang tipis karena dia ingin keras nyaman.
__ADS_1
Hardi tak membiarkannya dan langsung menerkam istrinya yang semakin membuatnya tergoda karena perubahan bentuk tubuh Hana ini semakin berisi di beberapa tempat.
Pagi hari, Vina sedang sarapan dan melihat Hana sudah mengenakan pakaian batik juga, "loh mbak Hana sudah mulai penempatan?"
"iya dek, tapi aku lupa tak meminta Feby membawa motor ku kesini," kata Hana yang tak mungkin menyulitkan suaminya.
"kenapa begitu, ada motor matic satu lagi di garasi, kamu bisa menggunakannya," kata Hardi.
"apa?" kaget Hana dan Vina.
"oh jadi motor Honda itu mas yang beli, ah curang padahal aku ingin motor jenis itu," kata Vina.
"itu untuk mbak mu, kamu juga dapat kok kan motor mu kemarin aku jual juga, he-he-he," kata Hardi yang membuat adiknya itu kesal
Dan ternyata yang mengurus semuanya itu adalah Abdi, dan motor itu sama cuma beda warna.
Hana tak mengira jika suaminya itu bisa melakukannya padahal kemarin mereka ada di Surabaya seharian.
__ADS_1
"silahkan di gunakan, sudah di siram air kembang juga kok," kata Hardi yang tak ingin sesuatu melukai dua wanitanya.