Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
terlalu sibuk


__ADS_3

pukul lima pagi, Hana sudah di stasiun di antar oleh Hardi yang sebenarnya keberatan atas pilihan istrinya itu.


tapi dia tau jika ini yang terbaik jika dia tetap merasakan untuk mengantarkan Hana sendiri, dia bisa kelelahan karena harus bekerja juga.


"aku pamit ya mas, itu keretanya sudah datang, nanti jangan lupa menjemput ku lagi di sini jam tujuh malam ya,"


"baiklah sayang, kamu hati-hati ya," nata Hardi mengecup kening Hana karena itu seperti jimat keberuntungan.


Hana sudah masuk kedalam gerbong miliknya dan duduk dengan santai dan akhirnya kereta itu berangkat menuju ke kota besar Surabaya.


Sesampainya di kota itu sudah pukul tujuh pagi, dan dia memilih untuk mencari sarapan dulu karena merasa lapar lagi.


Setelah kenyang, Bru dia menuju ke hotel tempat acara pembinaan itu di adakan.


Sedang Hardi yang baru melepaskan istrinya pergi, memilih ke pengilingan beras miliknya.


Di sana juga ada rumah yang bergaya jaman dulu di sebelahnya, dan perasaan rumah itu membawa haw yang ak dia sukai.

__ADS_1


"sepertinya aku harus merobohkannya saja dan membuatnya menjadi pelataran," gumam Hardi.


Tapi saat dia di sana melihat semua mesin penggilingan, tiba-tiba sebuah kayu dari atas jatuh ke arahnya.


Tapi beruntung seorang pekerjanya yang tau jika Hardi mau datang menyelamatkan pria itu.


"Awas mas," kata pria itu.


"terima kasih pak, sialan kanapa dengan tempat ini," marah Hardi.


"ah mas Hardi sepertinya tak tau ya,jika penghuni di sini sering menanggung pekerja, tapi untungnya tak ada yang mengalami hal buruk," jawab pria itu.


"tenang saja, kalau masalah itu saya kenal satu ustadz yang bisa membantu, insyaallah semuanya beres mas," jawab pria itu.


Akhirnya Hardi setuju untuk di lakukan pembersihan dulu karena tak lucu jika tempatnya ini menjadi sarang barang tak kasat mata.


Di sisi lain, Aris sedang menunggu kabar dari Hardi yang entah lupa atau apa.

__ADS_1


karena sudah seminggu dari terakhir kali mereka bertemu, dan belum ada kemajuan apapun.


Helmi merasa heran melihat suaminya yang tampak bengong di teras.


"ada apa mas, kenapa kok kayaknya penuh dengan kekhawatiran begitu?" tanya Helmi.


"tidak sayang, aku hanya merasa jika kamu pasti akan sangat kesulitan nanti, karena ini rapat resmi mu,"


"percayalah mas jika istrimu ini pasti bisa dan tak akan mengalami kesulitan, karena suamiku ini salah lurah yang hebat,"


"ya baiklah aku akan kamu memang benar dengan hal itu. Dan jika kamu kesulitan nanti biar aku hubungi lurah yang lain untuk meminta istri mereka membantu mu,"


"terima kasih ya mas," kata Helmi


Aris pun mengangguk dan mengusap kepala istrinya itu, sedang Helmi tak mengira jika istrinya itu bisa begitu imut.


"terus nanti satria berangkat dengan siapa?" tanya bocah itu yang sudah siap dengan seragam sekolah.

__ADS_1


"kan ada ayah, nanti jam dua belas ayah jemput, tapi kamu setelah itu ikut ayah ke balai desa ya, karena ayah harus di kantor sampai jam tiga hari ini,"


"nanti kalau jam dua belas mama sudah pulang, mama pasti akan menjemput ku kok nak," kata Helmi yang tdk ingin putranya itu sedih.


__ADS_2