Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tergoda


__ADS_3

Di rumah keluarga Helmi, mereka semua sedang menunggu kedatangan dari rombongan kekasih adik Helmi yang bernama Hani.


Tapi sampai pukul delapan malam rombongan itu belum datang, padahal ayah Helmi sudah menerima jika putrinya itu menerima pinangan seorang karyawan pabrik.


"jadi dimana kekasih mu itu!!" bentak ayah Helmi.


"maafkan aku ayah, tapi dia tadi sudah bilang akan segera sampai, tapi tiba-tiba nomor ponselnya tidak dapat di hubungi," kata Hani dengan lirih.


"apa... Lihatlah ini pria pilihan ku, sekarang kamu harus ikuti perkataan ayah,menikah dengan juragan Darmo, mau tidak mau," kata pria itu tegas.


Helmi dan ibunya kaget, pasalnya juragan Darmo ini terkenal sebagai pria mata keranjang dan suka menganiaya istrinya.


"ayah... kenapa harus seperti ini, kita bisa membicarakan ini baik-baik, mungkin mereka mendengar berita tak benar," mohon Helmi untuk mencoba menyelamatkan adiknya itu.


"ini adalah perintah ku, jika tidak mau silahkan pergi dari rumah ini," kata ayah Helmi yang begitu tegas.


Hani hanya bisa menangis di sana, dia benar-benar tak bisa melakukan apapun lagi.


sedang Helmi juga tak berdaya, dan lurah Aris sedang menenangkan ayah mertuanya itu.


Tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalam ponsel lurah Aris, dia terkejut membaca pesan itu.


ternyata rombongan itu pergi setelah ayah mertuanya itu bertengkar dengan warga.


Ya dia tak bisa mengatakan apapun karena ayah mertuanya itu memang sering seperti itu.


"bapak yakin akan menikahkan Hani dengan juragan Darmo, itu mungkin akan membuatnya sedih,"


"ini pilihan terbaik, karena pria itu adalah orang yang bisa mendukung finansial Hani nantinya," kata ayah Helmi.


Sedang di rumah Dimas, Leli heran melihat suaminya yang sedang duduk di toko sambil menonton tv.


sejak kapan pria itu bisa membantu di toko, dia menghampiri suaminya sambil mengendong putranya.


"loh mas jaga toko, kok tumben biasanya sudah kemana-mana?" tanya Leli heran.


"aku sedang tak ingin kemana-mana, sekarang aku akan membantu ibu, dan besok kamu bantu di pasar biar Hamzah dengan ku di rumah," kata Dimas.


"baiklah," jawab Leli yang masuk kedalam rumah


sedang Rina yang merasa pusing sedang beristirahat di dalam kamarnya, bahkan Syam tak mengira jika ajian yang di berikan oleh temannya itu berguna.

__ADS_1


Ya setidaknya sekarang Dimas memilih di rumah dan istrinya tak terus mengomel, tapi dia kesal karena putri keduanya yang entah hilang kemana.


Syam keluar dari dalam kamar, dan ingin bertanya pada Leli, tapi nyatanya saat dia melihat ke ruang tamu.


Dia melihat menantunya itu sedang menyusui putranya yang masih balita, melihat gak itu muncul perasaan aneh dalam tubuh Syam.


"khem Leli, apa kamu tau kemana Leni pergi, dia tak ada kabar setelah pamit sore tadi," kata Syam sedikit memalingkan wajahnya.


Leli yang memang masih berusia sangat muda tak merasa risih karena menganggap pria itu ayahnya sendiri.


"sepertinya dia ke rumah temannya ayah," jawab Leli.


"ya sudah, biar ayah hubungi gadis itu agar pulang,hadeh .. Mau jadi apa anak perawan jam segini belum pulang," marah Syam.


Akhirnya pria itu menghubungi Dina yang ternyata sedang rapat bersama para remaja masjid.


Jadi pak Syam mengira jika putrinya itu ikut rapat bersama para pemuda itu, tapi nyatanya tidak.


Ya di ruang serba guna milik RW, sedang di adakan rapat untuk peringatan hari besar Islam.


Karena ini bertepatan dengan dengan datangnya maulud nabi,jadi rencananya para pemuda ini akan mengadakan acara


"jadi tim pencari sumbangan siap jalan, dan nanti aku akan mencari sumbangan pada beberapa usaha besar dan teman serta sekolah jika dapat ya," kata Amir selaku ketua panitianya.


ya keduanya di tunjuk oleh semua orang, dan sudah di padukan akan lancar karena kedua orang ini sangat kompeten dalam mengurus hal seperti ini.


"baiklah, apa ada usulan lagi?" tanya Amir yang memimpin rapat.


"sepertinya semuanya sudah selesai, untuk dekorasi dan segalanya sudah ada panitianya masing-masing," sauh Farhat.


"baiklah, kalau begitu aku titip rapat ini, dan kita akan rapat kagi saat dua Minggu sebelum acara, jadi sebelum di adakan rapat final tolong jika ada sesuatu yang kurang bilang ya," kata Amir.


"baik mas," jawab semuanya.


Sekarang rapat di tutup dengan makan bersama,bahkan semua para remaja itu tau jika Amir memang memiliki rasa ketertarikan besar pada Vina.


Bahkan beberapa kali pria itu tertangkap sedang memandang coba diam-diam.


Sebenarnya Feby tau itu, awalnya dia merasa kecewa, tapi dia sadar jika mungkin Amir bukan jodohnya.


"kamu pulang sendiri Vina, kan rumah mu paling jauh?" tanya Laila.

__ADS_1


"ah tidak apa-apa,nanti aku bisa minta jemput sama kakak ku," jawab Vina sopan.


"baiklah, jika kamu tak berani aku bisa menginap di rumah mu, lumayan besok bisa dapat uang saku dari mas Hardi," kata Feby yang mengundang gelak tawa.


Di salah satu hotel melati yang ada di kota,seorang gadis keluar dengan sedikit sempoyongan.


Dia tak mengira niat hati ingin bertemu dengan kekasihnya yang Dati luar kota.


Dia malah di duda paksa oleh beberapa pria, dan membuatnya acak-acakan seperti ini.


Dia ingin pulang tapi rasanya kakinya tak bisa di gunakan dengan benar, tapi jika dia masih di dalam sana, dia bisa di paksa lagi.


Jadi dia sebisa mungkin mencoba kabur dari tempat itu, dan untungnya dia bertemu dengan Wawan.


Ya pria itu yang melihat gadis muda itu di pinggir jalan pun memberhentikan motornya, "kamu sedang apa di hotel seperti ini Leni?" tanya pria itu.


"mas tolong aku, bawa aku pergi dari sini," mohon gadis itu yang langsung naik ke atas motor Wawan.


sebelum pergi, samar-samar dia bisa mencium aroma yang khas di tubuh gadis itu.


tapi tentu dia tak berani bertanya, dan memutuskan untuk mengantarnya pulang.


sesampainya di rumah Leni, gadis itu turun dan langsung masuk rumah dan ingin beristirahat.


Leli yang membukakan pintu kaget melihat adik iparnya itu, tapi dia tak mengatakan apapun.


Suasana rumah malam itu sangat sepi karena pukul sepuluh malam tadi semuanya sudah tertidur.


Begitupun dengan suaminya yang tadi bahkan tak bisa memberikan kepuasan seperti dulu, entahlah dia merasa jika adik suaminya itu mengecil.


Sedang di tempat para remaja tadi yang rapat, Vina adalah satu-satunya orang yang mengunakan motor sendiri.


tentu Amir tak akan membiarkan gadis itu pulang sendirian, dia mengikuti Vina di belakang dengan motornya.


Dan saat sampai di rumah ternyata Hardi sudah menunggu di teras, Amir masuk sebentar untuk mengucapkan salam dan kemudian pamit karena hari sudah malam tak baik jika dia mampir.


Akhirnya Hardi pun masuk setelah Amir pergi dari rumah, dia benar-benar tak mengira jika pria itu sangat menjaga adiknya.


Malam itu semua orang beristirahat dengan baik kecuali keluarga Helmi yang harus ke UGD karena ayahnya mengalami serangan jantung.


Semua keluarganya panik karena Hani mengatakan jika dia sudah berbadan dua dengan kekasihnya itu.

__ADS_1


Itulah yang membuat sosok tegas dan bermulut pedas itu jatuh tak berdaya seperti ini.


__ADS_2