Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tujuh bulan


__ADS_3

setelah acara selesai, Hardi sempat datang di rapat penutupan untuk membubarkan kepanitiaan.


semua acara yang di rancang berjalan baik, dan tahun depan mereka akan berjanji akan membuat acara yang lebih baik dan lebih meriah.


Sedang di rumah Hardi, sedang ada beberapa orang yang datang untuk membantu persiapan untuk besok hari.


Bahkan pagi tadi lauk untuk berkat juga sudah di rebus dan di potong dan besok tinggal memasaknya.


Dan sekarang di rumah Hardi dan Hana sedang sibuk membungkus sembako untuk tambahan acara besok malam.


Pak Sodikin datang dengan mengendong cengker kelapa gadis kuning sesuai adat.


Bahkan kelapa itu di perlakukan sangat baik, dan tak hanya itu semua di lakukan seperti seharusnya


Hana tak menyangka jika acara tujuh bulanan Saha bisa seheboh ini, terlebih orang tuanya dan Hardi mempersiapkannya untuk ratusan orang.


Hardi baru pulang dengan membawa kue yang memang diniatkan untuk di jadikan sampingan untuk berkat,


Dia di bantu oleh beberapa orang menurunkan kue itu, dan membawanya masuk.


Tak hanya itu, setelah semuanya siap, mereka pun langsung menatapnya, akhir semua bingkisan sembako selesai.


Dan semua pamit pulang dan besok pagi akan datang lagi. Tapi tidak dengan keluarga Hana yang menginap di sana.


"kamu istirahat nduk," Katz Bu Sodikin pada putrinya itu.


"iya ibu, aku sudah sangat mengantuk,"


"iya istirahat dan jangan lelah, oh ya le kamu juga Bedok takutnya kalian mengantuk saat acara," kata Bu Sodikin.


Hardi mengangguk dan menemani istrinya itu istirahat, dan mereka juga baru tau jika bayi mereka kembar tapi datang belum tau jenis kelaminnya.


Saat kedua anak mereka istirahat, kedua orang tua dari hana sibuk membuat kue, "ayah nanti bantu guling ya,"


"siap ibu ratu, dan dua bocah itu belum selesai loh dari tadi," kata pak Sodikin melihat Feby dan Vina.


"ini sangat sulit ayah, dan berhentilah membuat ku kesal dengan komentar mu, yang penting ini selesai," kata Feby.


Ya keduanya sedang membuat pie susu dan coklat untuk tambahan kue yang di jadikan suguhan.

__ADS_1


Sedang Bu Sodikin sibuk membuat gue bolu gulung, tak hanya itu mereka pun tampak bekerja sama.


Setelah semua itu, mereka kini baru membuat nagasari dan juga Mendut.


Untuk Vina ini kali pertama, tapi untuk Feby ini sudah jadi makanan sehari-hari karena ibunya itu memang terkenal dengan menerima pesanan kue.


tak hanya berhenti di sana, mereka juga membuat banyak jenis kue,dan saat pukul tiga pagi,kedua gadis itu sudah tertidur karena mengantuk.


Sedang ibu Sodikin masih sibuk merebus kacang dengan presto, dan juga memasak bahan polo Pendem lainnya.


Saat Pukul lima pagi, rombongan orang yang di minta membantu datang, mereka kini membuat apem contong daun nangka juga.


dan banyak lagi, dan siang itu roti pesanan untuk berkat juga datang pukul sembilan pagi, dan itu pesan dua ratus buah.


Hana tak mau ada kekurangan jadi dia memastikannya semuanya baik dan tak akan ada yang kurang.


Setelah itu, terlihat satu persatu masakan selesai dan mulai di tata di dalam wadah.


setelah itu di sisihkan di tempat lain karena untuk memudahkan nantinya.


Tak berhenti di sana, karena ternyata banyak orang yang datang untuk buwuh.


Tak berhenti di sana, bahkan Helmi juga datang dan meminta doa agar segera ketularan.


Ya dia tau jika itu sepertinya mustahil tapi dia tau bisa di coba. karena doa tak tau kapan di kabulkan.


Sedang keluarga Rina juga datang karena menerima undangan kenduri acara tujuh bulanan adik tirinya itu.


Dia datang bersama dengan Leni karena Leli masih sibuk di toko sedang Dimas tak mau mengantar dirinya.


jadi terpaksa meminta Leni dan yang membuatnya tak percaya adalah sambutan baik dari Hana dan orang tuanya


karena dia tak bertemu Hardi yang katanya sedang sibuk mengurus sesuatu.


Dia pun tau jika ini hari bahagia adiknya, jadi dia sebisa mungkin tak membuat masalah, dan sudah merelakan segalanya toh dari dulu dia sudah menyulitkan orang tuanya.


Di toko sembako dan kebutuhan lainnya, masih ada dua sosok yang belum meninggalkan tempat itu.


Yaitu pak Syam dan Leli, keduanya sedang mengerjakan pembukuan tapi perlu malah sedang melakukan hal yang tak terduga.

__ADS_1


dia duduk di pangkuan pria yang lebih tua jauh darinya itu, sambil menikmati hal besar.


"kamu begitu seksi.... Aku tak bisa menahannya..." suara pak Syam yang akhirnya mencapai kesenangannya.


Tak hanya itu keduanya tak saling menyingkir melainkan tetap seperti itu, hingga Leli selesai membenarkan buku bulanan itu


"aku ingin menjadikan mu istriku, tapi aku harus membuat istriku mati,jika tidak itu akan merepotkan," kata pak Syam


"apa ayah ingin membunuh ibu, Tapi itu sepertinya tak berguna karena ibu tak akan mati di hati anak-anaknya, dan itu bukankah akan lebih menyulitkan lagi,"tanya Leli.


"tenang saja, setelah Leni menikah dia bisa pergi, dan tak usah repot aku bisa mengaturnya untuk kenyamanan kita," kata pak Syam yang tersenyum pada menantunya itu.


Ya Leli pun menerimanya karena dia sendiri sudah muak harus berada di bawah kendali suaminya yang tak bisa memberikannya kebahagiaan.


Bahkan Dimas tak pernah memberikan nafkah batin sedikitpun, dan hanya memberikan nafkah untuk susu dan uang jajannya saja.


Padahal dia juga butuh hal itu, jadi dia seandainya kehilangan Dimas pun tak terlalu sedih toh cintanya juga perlahan layu seperti hubungan mereka.


Dimas sedang duduk santai di rumah, dia melihat tetangga yang menjaga anaknya, dia tak tau kenapa adik kecilnya itu kini sangat tak berguna.


Bahkan saat dia menonton film dew*** saja itu juga tak bisa membuatnya terbangun.


Dia sudah memeriksakan kondisinya dan memilih menyembunyikannya dari istrinya karena malu


Dan keinginannya untuk bercerai dan membunuh Putranya itu pun dia urungkan karena dia tak ingin anaknya mati.


Dan setelah itu dia akan kesulitan punya keturunan karena ejakulasi dini dan juga ada masalah di saluran yang mengirimkan calon benih miliknya.


itulah kenapa dia memilih untuk menerima kondisi ini, dan dia percaya jika Leli akan bisa mengerti kondisinya.


Saat akan pulang, kedua orang itu masih sempat mengulangi kegiatan panas mereka lagi.


Bahkan dengan senang hati mereka tak pernah menggunakan pengaman, jadi tak peduli mau jadi atau tidak, itu urusan belakangan.


Malam hari, acara tujuh bulanan itu berjalan sangat baik, bahkan para tamu undangan datang juga,


semua pun mulai berdoa untuk keselamatan ibu dan jabang bayi.


Setelah dia di panjatkan ada sedikit ceramah dan juga makan lontong lodeh yang di sediakan.

__ADS_1


Tak hanya itu, setelah selesai para tamu pulang dan Hardi di minta memecah dua buah kelapa dan ternyata air itu muncrat kemana-mana yang menandakan calon anak mereka laki-laki


__ADS_2