
Setelah kenyang,Feby membayar makanan mereka dan kemudian pulang ke rumah Samsul, setelah memastikan semuanya rapi.
Dia dan Vina akan pulang karena sudah pukul tiga sore, dan bisa repot jika nanti Hana marah karena mereka pergi dan tak kunjung pulang.
sedang di kota itu, Hardi dan Wawan sudah selesai menaikan semua jagung itu dan bersiap untuk pulang.
"gak minum kopi dulu, biar di buatkan putriku," kata pemilik jagung itu.
"tidak usah pak,kami masih banyak kegiatan di rumah," jawab Hardi yang langsung undur diri.
kini Wawan yang menyetir mobil truk berukuran besar itu,dan mereka tak boleh berhenti sebelum keluar dari desa itu.
Hardi baru memeriksa ponselnya ternyata banyak panggilan masuk dan pesan dari istrinya.
"ya nyonya ngambek lagi ini alamat e," gumam Hardi.
"kenapa pak bos,"
"ya istriku mengirimkan pesan, dan sepertinya kita tak boleh pulang telat," jawab Hardi.
"tidak akan, selama perjalanan lancar," Jawab Wawan tersenyum.
Mobil yang di bawa Vina dan Feby sampai di rumah, dan ternyata ada mobil milik pak lurah Aris.
ternyata pria itu baru datang, karena kemarin dia dan keluarganya sedang ada di luar kota.
"lah ini pengantin perempuannya baru datang," kata Bu Sodikin melihat Feby dan Vina
"maaf ya dek baru datang,"kata Helmi ramah.
"iya Bu lurah tak masalah," jawab Feby yang ikut berbincang.
Helmi sedang sibuk melakukan program hamil lagi,itulah kenapa sekarang dia sibuk pulang pergi ke Surabaya terus.
__ADS_1
"sebentar lagi, oh ya amalkan doa yang terakhir kali dku berikan itu," kata Hana.
"masih, dan dokter bilang insyaallah jika semuanya sehat dan berjalan baik, bulan depan pasti isi,"
"aamiin..." jawab semua orang.
setelah bertemu dengan feby, akhirnya kedua orang itu pamit karena lurah Aris malam nanti ada acara lagi.
saat di depan mobil, lurah Aris tak mengira jika Wawan akan menikah dengan adik ipar dari bos-nya itu.
"Wawan benar-benar beruntung, dia menikah dengan gadis juga akhirnya, ku kira dia akan jomblo selamanya," kata lurah Aris yang membuat Helmi sedikit kaget.
"kenapa begitu?" tanya Helmi.
"kamu tak tau ya, istri Wawan yang dulu Ya Allah cantiknya itu mempesona dan kulitnya putih, dan dulu orang-orang bilang itu mening pisan, tapi sayangnya umurnya tak panjang," kata lurah Aris.
"jangan bilang mas juga dulu suka pada istri mas Wawan," kata Helmi mengerucutkan bibirnya karena tak suka.
"melihat saja, kalau di jadikan istri sepertinya tidak, karena wanita itu sangat rapuh dan mudah sakit, dan dulu Wawan itu di jodohkan pun saat dapat istrinya,"
"iya Bu lurah," jawab lurah Aris tertawa.
Akhirnya mereka semua sedang memasukkan semua berkat yang nabtinaksn di jadikan buah tangan untuk ibu-ibu yasinan pun.
Di lakukan dengan cepat karena waktu terus berjalan,bahkan setelah itu Feby mandi dan mengendarai gamis berwarna biru sederhana tapi tampan mewah karena kain-nya.
Acara berjalan hingga pukul delapan malam, dan sayangnya dua pria itu belum pulang meski acara tahlilan itu sudah selesai.
"jadi kemana dua pria ini,ya kali kerja sampai tak mengingat peringatan dariku," kata Hana yang tak habis pikir lagi dengan Hardi dan Wawan
"sudah mbak tak masalah,aku boleh pulang ke rumah mas Wawan ayah, aku ingin belajar mandiri di sana, dan semoga ayah mengizinkan," kata Feby.
"tentu saja, tepi tunggu suamimu," jawab pak Sodikin.
__ADS_1
"tak apa ayah, nanti aku akan menelponnya karena mas Wawan mungkin sibuk,"jawab Feby yang mengambil makanan untuknya dan suaminya di rumah nanti
"kalau begitu aku juga pamit ayah, karena besok sudah mulai ngajar lagi, dan besok pagi Vina juga harus berangkat ke Surabaya, jadi kami harus istirahat lebih awal,"
"ya baiklah, kalian semua hati-hati ya," jawab pak Sodikin dan istri.
Keduanya kembali menjalani kehidupan berdua saja setelah kedua putrinya itu menikah
Wawan dan Hardi baru sampai di gudang dan keduanya tadi telat karena harus mengganti ban yang bocor.
Sesampainya di gudang, keduanya buru-buru melihat pesan yang di kirimkan oleh istri masing-masing.
"sepertinya aku harus pulang, Feby ke rumah ku sendirian pak bos," panik Wawan.
"ya istriku juga sudah kirim emoticon marah juga," kata Hardi tak kalah panik.
kedua priaitu buru-buru pulang, dan saat wawan baru sampai di rumahnya, ternyata Feby juga baru datang.
"kamu kesini kok gak nunggu aku sih,"
"aku marah," jawab Feby ketus langsung di tinggal masuk.
sedang di tempat yang berbeda, Hardi sudah duduk di hukum oleh Hana.
ya pria itu sedang mendengar ceramah dari istrinya, setelah selesai Hana menyuapi suaminya itu dengan telaten.
"aku bukan marah karena mas pulang telat karena kerja, tapi mas itu kalau sudah kerja pasti lupa makan,"
"maafkan aku dek," jawab Hardi yang menikmati servis dari istrinya itu.
Sedang dua putranya sudah tidur karena kelelahan sebab dari pagi main terus di rumah kakek neneknya.
"dek..."
__ADS_1
"makan dulu jangan banyak protes," kata Feby yang meminta suaminya itu duduk di kursi makan.