Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
bertugas malam 2


__ADS_3

Feby sampai di rumah pukul empat sore karena dia ada tiga kelas siang itu.


Dan ternyata suaminya juga belum pulang, jadi dia memutuskan untuk membuat makan malam.


Karena dia sedang ingin makan sambelan jadi dia memasak ayam dan tahu tempe.


Tapi tak terduga malah mendengar ketukan pintu, "ya tunggu sebentar," kata Feby yang mematikan kompor dan berjalan ke depan rumah.


"iya mau cari siapa?" tanya Feby yang melihat ada teman satu suamimu sudah berdiri di depan rumah.


"halo kamu istrinya Wawan bukan, aku kesini ingin memberikan ini," kata Wiwit dan Yuyun.


"undangan, insyaallah pasti datang," kata Feby sopan.


"oh ya kok kami tak di persilahkan masuk," kata Wiwit yang ingin melihat rumah dari Wawan itu.


"kalian itu mau mengantarkan undangan atau memata-matai sih," kesal Wawan yang kesal pada kedua wanita itu.


"ya tak masalah dong jika kamu ingin berkunjung ke rumah mu, memdng kenapa sih kok kayaknya gak boleh banget," kata Yuyun heran.


"karena kalian penganggu, sudah pergi sana," usir Wawan yang tak ingin kedua wanita itu mengusik istrinya.


"ya sudah kamu pamit, datang ys ke acara khitanan putra aji, dan ajak sekalian tuh istrimu," ketus Wiwit.


"tentu saja," jawab Wawan yang merangkul Feby.


Keduanya pun meninggalkan rumah Wawan, dan Feby bisa merasa jika keduanya ini tak menyukai dirinya.


"sepertinya mereka membenciku ya,"

__ADS_1


"sudah tak usah di gubris, dua wanita itu terkenal menyebalkan, dan untuk Wiwit dia tak bisa merebut diriku, itulah kenapa dia ketus padamu,"


"benarkah, aoa karena itu?" tanya Feby tak percaya.


"kaku di kasih tau kok gak percaya," kata Wawan tertawa.


"alah Mboh," kata Feby yang langsung masuk kedalam rumah.


Sedang di rumah Hardi, dia bocah itu sudah membuat nama mereka pusing, pasalnya keduanya terus berlarian karena sedang aktif-aktifnya.


Sedang Hana tak sanggup lagi karena kondisinya yang memang sedang hamil muda.


"kak Abra, kak Arga jika kalian tak bisa diam, mama panggilkan bunda Feby ya, mama sudah gak sanggup ya," kata Hana yang merasa lemas.


"angan... angan...' jawab keduanya yang langsung duduk diam di ruang tengah.


Hardi yang mendengar pun penasaran, "ada sia sayang, kenapa lagi si kembar?" tanya Hardi yang duduk di samping istrinya itu


"minta dia nginep di sini saja, toh nanti aku dan Wawan ada tugas ngeronda bareng," usul Hardi.


"boleh tuh,telpon dong sayang, please.... Aku hamil kok kayak orang tak berdaya gini sih," kesal Hana yang memang merasa berbeda dari hamil si kembar.


"ya kan bawaan bayi beda-beda,"kata Hardi yang mengambil ponselnya.


Untungnya Wawan langsung menjawabnya, "iya kakak ipar?" tanya Wawan dari sebrang telpon.


"minta istrimu menginap di rumah ku, karena istriku sedang hamil muda, takutnya dia kesulitan jaga di kembar, toh kita tugas rondanya bareng,"


"iya, satu jam lagi ya," kata Wawan yang terdengar terengah-engah

__ADS_1


"kamu habis ngapain wan," kaget Hardi.


"ya masih tanya lagi, ganggu Bae," kesal Wawan yang bergegas minum.


"ye di tanya ngotot ya, sudah cepat kesini,"


"iya," jawab Wawan yang kepedesan karena sambel yang di buat Feby.


Untungnya dia langsung minum susu dingin, ya setidaknya membuatnya sedikit baik


keduanya berangkat ke rumah Hardi, dan saat sampai ternyata memang si kembar sedang di jaga ayah mereka.


"aku masak ini dulu biar nanti bisa di bawa untuk ngeronda, memang mbak Hana separah itu hamil keduanya," tanya Feby yang langsung masuk kedalam rumah.


"ya itu lihat sendiri," jawab Hardi yang duduk dengan Wawan.


Feby mengeleng pelan melihat kakaknya itu sudah tiduran saja, tapi dia tdk menganggu dan langsung memasak semua camilan yang di buat.


yang aneh, Hana bangun saat mencium aroma masakan dari Feby, "kamu buat risoles dek,mau dong," kata Hana yang sudah di samping Feby.


"itu baru matang, aku pakai air fryer karena tau mbak suka, jadi aku khusus buatkan yang tanpa minyak,"


"adik pengertian, oh ya nanti titip si kembar ya, aku takut nanti malam aku terlalu lelap tidur gak tau jika mereka bangun,"


"ya tak masalah, setidaknya ini membuat ku terlepas sejenak dari suamiku yang mesum itu, ah dia tak melepaskan aku sedikit pun," kata Feby.


"ya namanya juga pengantin baru,"


saat berangkat ke tempat ronda, Hardi dan Wawan datang dengan kotak makanan dan kopi satu ceret.

__ADS_1


Ya malam itu para bapak-bapak tak ada yang kelaparan deh karena kedatangan bos Hardi dan adik iparnya.


bahkan Wawan di bawakan obat nyamuk juga, dan malam itu benar-benar menikmati jaga malam, ya setidaknya sebelum mbak Kunti dan poci menyerang.


__ADS_2