
Bagas yang menerima kabar dari Hardi tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Pasalnya dia sedikit ragu jika lamarannya akan di terima, terlebih Wasis adalah orang yang selalu bersama Vina saat gadis itu butuh.
"Vina, sore nanti akan ada rombongan keluarga yang datang untuk melamar mu, dia tinggal di Surabaya, dan kamu akan lebih baik saat melanjutkan kuliah nantinya," kata Hardi yang membuka obrolan saat sarapan.
"iya mas, tapi apa itu tak akan membahayakan baginya, karena jika mendengar penjelasan mas Hardi-"
"tidak usah di pikirkan,mereka sudah dewasa dan harusnya bisa menyelesaikan itu, dan pria yang aku pilih ini bahkan lebih baik di bandingkan siapa pun," terang Hardi.
"baik mas, aku ikut mas saja, karena aku percaya dengan semua pilihan mas Hardi," kata Vina.
Ya dia sudah melihat bagaimana Feny yang bahagia dengan suaminya.
Jadi dia pun merasa yakin jika kakaknya itu tak mungkin untuk menjerumuskan dirinya kedalam hal buruk.
Hana dan Bu Sodikin kembali ke rumah mewah itu, dan beruntungnya Hana tak lagi muntah karena sudah masuk ke usia kehamilan tubuh bulan
Dan semua orang tampak sibuk, dan Feny juga punya andil membeli kue untuk buah tangan seluruh tamu nanti.
__ADS_1
bahkan gadis itu juga di minta membeli beberapa buah saat pulang kuliah.
Karena Wawan tak bisa membantu, karena dia sedang melakukan rapat koordinasi tentang pekerjaan yang harus di dahulukan.
Vina masih belum tau siapa pria yang di pilih oleh Hardi, karena Wasis sudah tercoret dari awal
karena teman Hardi di Surabaya sangat banyak, jadi dia hanya bisa menunggu malam nanti.
Bagas pun menuju ke kediaman beberapa temannya yang lain untuk mengajak mereka pergi ke desa demi melakukan lamaran.
tentu saja akhirnya Wasis tau, dan keduanya bahkan kini sedang duduk bersama di teras rumah Bagas.
"aku juga tak tau, tapi ini pilihan Hardi dan aku yakin jika dia punya pertimbangan lain,ya kamu tau jika perhitungan di desa itu masih sangat kental,"
"itu bukan alasan, dia sudah modern dan tiba-tiba bersikap seperti ini, jika bisa urungkan niat mu bahas, kamu tau jika aku mencintai Vina, jadi mundur lah dan biarkan aku yang menikahinya," mohon Wasis.
"mohon maaf Wasis, aku tak bisa melakukan itu, kamu tau benar aku pernah membuat janji pada Hardi, dan sekarang waktunya untuk ku menepati janjiku,"
"kenapa kamu begitu kejam!! Aku yang mencintai Vina," bentak Wasis.
__ADS_1
"aku minta maaf, karena aku juga menyukainya, jadi aku tak bisa melakukan itu karena Hardi meminta ku,"
"kalian berdua ini benar-benar sahabat ku apa musuh ku, bisa-bisanya kalian melakukan itu padaku,"
"mohon maaf Wasis, jika memang kamu tak sanggup lebih baik tidak usah ikut, karena aku tak ingin ada masalah nanti," kata Bagas.
"baiklah kami bisa menikahinya, tapi bisakah kamu ke ceraikan Vina setelah tiga bulan, karena aku ingin menikahinya dan membuatnya jadi istriku," kata Wasis frustasi.
"aku tak bisa janji, karena aku sudah terikat sumpah dengan Hardi,maaf...." kata Bagas yang meninggalkan temannya itu.
Wasis pun tak menyangka jika Bagas berani menentangnya, "kalian melakukan ini karena tau jika aku dalam masalah bukan," marah Wasis.
Ya dia tau tentang semuanya, bagaimana hak waris milik Vina jika susah menikah.
Dan itu yang membuatnya bisa mendekati Vina, awalnya memang dengan tujuan itu, tapi kenyataannya dia jatuh cinta dengan gadis itu lebih dalam.
sedang Bagas meninggalkan rumah itu dengan mobilnya, dia tentu harus melindungi Vina dari rencana buruk Wasis.
Terlebih dia sudah memiliki janji hidup mati dengan Hardi,saat semua orang pergi meninggalkan dirinya yang terpuruk.
__ADS_1