Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
dasar manusia


__ADS_3

Wawan mengirimkan pesan pada bos-nya itu, dan Hardi langsung mentransfer uang kopi melalui dompet digital.


"pak mau kopi gak, lumayan nih dapat uang saku dari pak bos," kata Wawan.


mendengar itu tolip dan pak Ihsan, dan juga dua hansip yang lain. "ya mau dong mas, apalagi gratis,"


Wawan tertawa mendengar jawaban para pria itu, dia langsung menuju ke sebuah warung untuk memesan kopi.


dan saat ada tukang nadi goreng pun mereka beli juga, dan saat makan bersama, dia melihat sebuah sepeda motor yang akan melintas


otomatis mereka semua bangkit karena tak di izinkan seorang pria ading masuk desa saat malam hari, terlebih setelah beberapa kali ada kemalingan.


"berhenti,mau kenapa?" tanya pak tolip


"saya mau mengantarkan teman saya pulang,dia gadis dari desa ini," kata pusa itu.


"siapa, suruh turun," kata pak Ihsan tang membentak pemuda itu.


tiba-tiba gadis itu turun dan membuka penutup Hoodie yang dia kenakan, Wawan yang melihatnya sekilas pun langsung membuang muka.


ternyata itu Leli yang turun dari motor pria itu, padahal Wawan beberapa hari lalu menolongnya tapi ternyata seorang anak dari pria tak tau malu pun tetap saja seperti itu.


"ya Tuhan,kenapa mbak Leni baru pulang jam segini, mbak tau kan jika di desa ini di berlakukan jam malam," tegur pak hansip.


"maaf pak, saya mainnya tak tau waktu," jawab Leni.


"ya sudah mas yang antar silahkan pergi,biar kami yang mengantar mbak Leni pulang ke rumahnya," kata pak Ihsan yang melihat pria itu sangat mesum dari tatapan matanya.


"iya pak, terimakasih dan maaf..." jawab pria itu.


Leni tak menyangka akan malu seperti ini,terlebih Wawan tampak tak ingin melihat wajahnya.


"kalian lanjut makan,biar saya antar mbak Leni,"kata Wawan datar.


"terima kasih mas,tapi awas mbak Dita cemburu ya," kata pak Ihsan.


"Dia itu gadis baik kok," kata Wawan tersenyum santai.


mendengar itu membuat lebih seperti tertampar, dia tak mengira jika pria yang dia sukai karena menolongnya, ternyata sudah memiliki kekasih

__ADS_1


selama di perjalanan menuju rumah gadis itu tak ada percakapan sedikitpun, dan saat sampai pun Wawan memilih diam membisu.


Leni masuk kedalam rumah dan dia kaget melihat ayahnya dari dapur dan belum tidur, "kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya pria itu.


"aku dari rumah teman, sudahlah ayah," kata Leni yang tak ingin di tanya-tanya lagi.


"kamu itu nau jadi apa,jam segini baru pulang, hah," bentak pak Syam tapi Leni memilih masuk kedalam kamarnya.


Setelah itu, pak Syam pun masuk kedalam kamarnya, sedang dari dapur keluar Leli dengan penampilan sedikit acak-acakan.


Dan dia membawa susu untuk putranya, dan kemudian tidur,dia tak mengira akan melakukan hal seperti ini.


Sedang di rumah milik Hardi,pria itu meregangkan otot tubuhnya, dan kemudian mematikan laptop dan baru kemudian dia tidur di samping istrinya.


Dia pun memeluk tubuh Hana dan sempat mengecup bahu wanita itu yang tampak begitu lelap beristirahat.


keesokan harinya, Hardi masih terlelap tidur karena semalam dia begadang sampai jam dua belas malam.


Tapi tiba-tiba dia terbangun karena mencium aroma yang cukup membuatnya terpancing.


dia langsung melompat dari ranjang dan menuju dapur, "kamu sedang masak apa sayang, aroma ikan peda..." kata pria itu memeluk tubuh Hana.


"ah ini menganggu mu ya,maaf mas.. Aku sedang ingin menikmati lauk ikan ini dan nasi hangat dan juga sambal,"kata Hana mengecup pipi suaminya itu.


"baiklah boleh, mas cuci muka dulu baru kita sarapan, karena aku juga ke sekolah cukup siang kok," kata Hana.


"baiklah Bu bos," jawab Hardi yang melihat Vina baru keluar kamar dengan baju olahraga.


"baju mu kekecilan, ganti," usir Hardi yang membuat Vina marah dengan menghentakkan kakinya pergi kekamar miliknya.


Ya Hardi sangat memerhatikan adiknya itu,karena dia tak ingin Vina mengalami pandangan men-ji-jik-kan dari para murid laki-laki.


Itulah kenapa dia meminta adiknya itu membeli kaos olahraga lagi yang ukuranya dua nomor di atas nomor asli milik Vina.


Jadilah kaos olahraga Vina sangat besar tapi itu membuat Hardi senang, terlebih gadis itu mengenakan jilbab


Jadi tak baik jika bajunya terlalu ketat begitu pun untuk celana olahraga juga.


"mbak gak ke sekolah?" tanya Vina.

__ADS_1


"nanti agak siangan karena ada rapat beberapa pengurus untuk membahas beberapa ekstrakulikuler yang harus di hapus," kata Hana yang duduk membawa sambal yang baru selesai dia buat.


Hardi kembali ke meja makan dan langsung makan, "oh mas Hardi, cuci tangan," kata Vina kaget .


"sudah dek,tangan ku bersih dan jangan cerewet," kata Hardi yang langsung menikmati ikan peda itu.


Dan Vina melongo di buatnya, karena pria itu tidak pernah menyentuh ikan itu selama ini,tapi kenapa sekarang terjadi, sebenarnya ada apa dengan pria itu.


"mas gak sakit kan," tanya gadis muda itu.


"tidak kok, aku baik-baik saja," jawab Hardi.


"setahuku, dari dulu mas sangat benci berbagai jenis ikan asin, tapi kenapa sekarang malah terkesan sangat menyukainya,"


"karena yang ngidam bukan mbak, tepi mas mu, jadi jika kamu melihatnya makan atau minum sesuatu yang tak di sukai yang, itu berarti keponakan mu ini sedang mengerjai ayahnya," kata Hana yang membuat Vina tertawa.


gadis itu pamit duluan, sedang Hardi membantu istrinya untuk mencuci piring dan Hana membersihkan beberapa barang di kamar dan membawanya ke dapur kotor yang bersebelahan dengan tempat mencuci.


Dia sudah memisahkan semua barang yang harus di cuci dengan mesin atau di ucek.


Mak Sumi sudah terbiasa jadi dia sudah tau, dan pukul delapan pagi Hardi berangkat, begitupun dengan Hana yang sekarang harus membawa mobil atas perintah suaminya.


Dia pun sampai di sekolah, ternyata ada mobil dari lurah Aris, sepertinya ada kunjungan dari pihak pemerintah desa.


Hana pun segera masuk kedalam ruangannya, dan terdengar para tamu itu sedang di sambut oleh beberapa guru yang lain.


Hana pun langsung menaruh tas miliknya dan tak lupa membawa iPad miliknya.


"maaf saya baru datang, ada apa ya pak lurah dan sederet jajarannya?" tanya Hana dengan sopan.


Dia juga memberikan beberapa kue yang tadi dia beli untuk para guru, dan dengan segera tim tata usaha menyuguhkannya.


"saya ingin meminta partisipasi dari pihak sekolah untuk di adakan karnaval yang akan di laksanakan bulan depan," kata pak sekertaris desa.


"pasti pak, nanti insyaallah kami akan mengirimkan beberapa tim, tapi seharusnya bapak mengirimkan surat saja cukup pak," kata Hana yang tak enak.


"tak masalah Bu Hana, saya tak keberatan untuk datang kesini," kata lurah Aris yang tak menyangka jika sekolah milik keluarga ini sangat besar.


Dan yang membuat tercengang adalah, istri dari pemilik yayasan ini adalah kepala sekolah yang tak mudah mendapatkan izin.

__ADS_1


Karena dia tau ujian apa yang harus di jalani, karena adiknya sendiri gagal karena tak lulus dengan nilai saat mengikuti tes kepala sekolah.


entahlah seberapa pintar Hana ini, tapi gadis itu memang sangat hebat, dia sendiri mengakui itu.


__ADS_2