Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
bantuan besar


__ADS_3

Lurah Aris menunggu di rumah sakit, sedang Helmi menunggu di rumah dengan khawatir, akhirnya dia memutuskan menelpon pak kepala dusun untuk menemani suaminya di rumah sakit.


pak Edi datang ke rumah sakit setelah mendapatkan telpon dari Bu lurah, "bagaimana keadaannya pak lurah?" tanya pria itu.


"kamu datang pak Edi, kenapa apa anak Mak Ina menelpon mu?" tanya lurah Aris.


"tidak pak lurah, tapi Bu lurah yang menelpon saya, karena saya merasa harus bertanggung jawab sebagai kepala dusun untuk memastikan jika warganya baik-baik saja," jawab pak Edi.


"dokter masih memeriksanya," jawab pria itu tak menyangka jika istrinya menghawatirkan dirinya.


saat di UGD itu, tak sengaja lurah Aris melihat sosok wanita yang selama ini memberinya kebahagiaan besar dan juga rasa kecewa.


ya dia adalah Sahara yang di larikan ke rumah sakit oleh keluarganya, bahkan kakak wanita itu kaget saat melihat ada lurah Aris di sana.


"Aris kamu di sini?" tanya pria itu.


"kenapa, spa aku tak boleh ada di sini,ini rumah sakit umum dan bukan milik kalian," jawab lurah Aris dingin.


pak Yuda kaget mendengar perkataan pria itu, kenapa lurah Aris bisa sekasar ini saat berbicara dengan mereka.


"kenapa kamu begitu kejam sekali, apa kamu masih marah?" tanya pak Yuda.


"tolong aku tak ingin berhubungan lagi dengan ktkuarga kalian, cukup dulu kalian menghina dan membuang putra ku, aku sangat sedih hingga hampir gila karenanya," marah lurah Aris.


"keluarga Mbah Cahyo," panggil suster.


lurah Aris, pak Edi dan Mak Ina langsung menghampiri suster itu, "bagaimana keadaan dari Mbah Cahyo?"


"dokter ingin memberitahukan sesuatu," kata suster itu yang langsung membuat ketiganya masuk.


Sedang pak Yuda dan keluarganya hanya melihat kepergian dari pria yang pernah mereka lukai.


Ya bagaimana tidak murka, setelah tahu putri mereka melahirkan anak tanpa menikah.


Andre kakak pertama dari Sahara ibu dari satria, menculik bayi itu dan membuangnya di sebuah tong sampah.


untungnya bayi itu di temukan oleh seorang pemilik panti asuhan yang baru pulang dari pengajian.

__ADS_1


Dan setelah pencarian yang membuat lurah Aris frustasi, akhirnya dia menemukan putranya.


Dan dengan tes DNA, dia bisa membuktikan jika dia ini adalah ayah dari satria dan bayi itu pun akhirnya bisa dia bawa pulang.


Dan sekarang, keluarga itu ingin berpura-pura lupa dengan apa yang sudah mereka lakukan keburukan itu.


dokter yang merawat Mbah Cahyo terlihat sedih, ternyata pria sepuh itu akhirnya harus menyerah dengan keadaannya.


Bagaimana tidak, pria sepuh itu mengalami serangan jantung kedua saat di lakukan penanganan.


akhirnya terpaksalah pak Edi menelpon para anak Mak Ina, dan lurah Aris yang mengurus semua adminitrasi dengan uang pribadinya.


Setelah selesai, mereka bertiga pun membawa jenazah Mbah Cahyo pulang.


Mak Ina pun terus menangis di dalam ambulans. Bahkan Hardi dan beberapa anak buahnya sudah ada di rumah duka.


ya dia ini adalah salah satu orang yang paling tanggap, dan yang membuat lurah Aris dan Hardi terkejut adalah salah satu anak mbah Cahyo menolak memangku sang ayah saat ingin di mandikan.


malam itu, semuanya sibuk karena langsung di lakukan pemakaman atas permintaan dari Mak Ina.


Dan tentu semua di urus oleh Hardi untuk kebutuhan dapur dan yang lainnya.


setelah pemakaman selesai, semua orang pun pulang ke rumah masing-masing.


Sedang lurah Aris tak langsung masuk kedalam rumah, dia memilih duduk di teras rumah


dia menghapus air matanya, dia tak memungkirinya, rasa cinta itu masih ada, karena bagaimanapun Sahara adalah ibu dari putranya.


Tapi semua yang di lakukan oleh keluarganya membuat dirinya sakit hati, dan lagi sekarang dia melihat satria sudah bahagia bersama ibu sambungnya yaitu Helmi.


Jadi setelah membuat hatinya lebih kuat,dia mencuci tangan dan kakinya lagi sebelum masuk kedalam rumah.


Dia membawa kunci cadangan, dan saat masuk ke dalam rumah, dia kaget melihat Helmi sedang meringkuk di sofa.


Ternyata wanita itu menunggunya pulang, dan lurah Aris langsung mengendong istrinya itu dan membawanya ke kamar.


"mas sudah pulang, maaf aku ketiduran..." suara serak Helmi.

__ADS_1


"tidak masalah dek, tidurlah dengan nyaman,aku mau ganti baju dulu," bisik lurah Aris.


Sedang di rumah Hardi, pria itu juga kaget karena mendengar suara di dapur.


"sayang..." panggil pria itu yang ke dapur sambil melepaskan Jaketnya yang kotor.


"mas sudah pulang, aku lapar jadi mau membuat roti isi,mas mau minum susu jahe, kebetulan aku membuatnya," kata Hana menunjukkan yang ada di tangannya itu.


"boleh sayang," jawab Hardi yang duduk di meja makan.


Dia tersenyum melihat Hana yang selalu lapar jam empat pagi seperti ini, tapi dia tak keberatan karena itu demi sbak mereka.


Dan melihat istrinya perlahan menjadi gemuk juga tak membuatnya ilfil karena itu pertanda jika kecukupan gizi untuk putra mereka ini sangat baik.


"mas mau?" tawar Hana yang melihat suaminya melihatnya makan .


"tidak, nikmati saja dan besok pagi sebelum je sekolah kamu bisa kan je rumah Mak Ina mengantar sembako dan uang santunan agar bisa di gunakan," kata Hardi yang selalu memberikan bantuan untuk orang yang sedang kesusahan.


"tentu saja mas, aku harus memberinya berapa, kan Mak Ina punya banyak andk, aku takutnya Majah uang itu di ambil anaknya saat kita beri dengan langsung," kata Hana yang tau tabiat beberapa anak dari wanita sepuh itu.


"aku pasrah sama kamu saja enaknya gimana, minta satu gigit dong sayang, aku jadi lapar melihat mu," kata Hardi yang langsung mencaplok makanan di tangan istrinya itu.


"bagaimana mas, enak tidak," tanya Hana dengan lembut dan membersihkan sudut bibir suaminya itu.


"enak sayang," jawab Hardi.


Sedang Vina yang memang selesai sholat malam pun, merasa malu saat melihat kedua kakaknya itu sedang bermesraan di dapur.


"maaf permisi ya, saya mau ambil minum," kata gadis itu yang bahkan masih mengenakan mukenanya.


"kamu mau makan juga dek?" tanya Hana menawarkan roti isi yang dia buat.


"tidak usah mbak, aku harus tetap menjaga berat badan ku, karena lomba voli tingkat provinsi akan segera datang, tapi jika boleh request, aku mau di buatkan roti isi dengan bahan yang tak membuat ku gendut deh,"


"siap adek ku sayang, sekarang kamu mau apa,"


"mau sambil minum, kerjain tugas dan belajar sebentar, kemudian setelah sholat subuh mau joging, mas ayo ikut, kamu sudah semakin gemuk juga,ingat jaga penampilan mu jika tak ingin mbak Hana lari," kata Vina mengingatkan.

__ADS_1


"dia sudah terlalu cinta padaku, tak mungkin meninggalkan suaminya ini," kata Hardi yang kembali mengigit roti di tangan istrinya.


"dasar bucin parah dan sudah tak tertolong," kata Vina yang merasa geli.


__ADS_2