
Di rumah Helmi, wanita cantik itu sedang membuat laporan pertanggungjawaban atas keuangan PKK tahun itu
Ya sebenarnya dia tak harus melakukan itu karena bisa di urus oleh istri dari sekertaris desa.
Tapi dia tak mau hanya berpangku tangan, jadi dia mulai mengurus semuanya dengan tangannya sendiri
Ya setidaknya itu bisa membantunya melupakan kenangan buruk itu.
Sedang di sisi lain, Hana sedang melihat para anak kelas tiga sedang berlatih voli
saat melihat ke arah Feby yang sedang duduk diam membuatnya merasa aneh, kenapa gadis itu tak ikut bermain dengan teman-temannya yang lainnya.
"kamu tak ikut main dek?" tanya Hana pada adiknya itu.
"tidak mbak, aku sedang tak minat, lagi pula aku sedang belajar matematika dan mencoba memperlancar aksen bahasa inggris ku agar lebih baik lagi," jawab Feby.
"kamu tau, jika keluarga kita ini selalu tergila-gila dengan belajar,tapi di saat usia mu ini, seharusnya kamu menikmati hidup ku,"
"aku tak ingin menikmati dengan cara membuang waktu,aku lebih suka mengunakan waktuku untuk belajar seperti ini," jawab Feby.
"apa kamu masih sedih dengan masalah Ibra," tanya Hana yang langsung bisa melihat perubahan wajah dari adiknya itu.
__ADS_1
"tidak kok mbak," jawab Feby berbohong.
"jika memang kamu sudah tak memiliki perasaan dengan Ibra, kamu bisa menolak lamaran yang, lagi pula tak baik membangun rumah tangga tidak dengan landasan cinta yang besar,"
"aku mengerti mbak," kata Feby tersenyum.
sedang dari belakang tiba-tiba Vina memeluk Hana, "Bu kepala sekolah!!" teriak gadis itu yang membuat semua siswa-siswi baru kaget.
Tapi tidak dengan teman-teman sekelas gadis itu karena semua juga tau hubungan antara keduanya
Hardi sedang menguyur pegawainya yang baru keluar dari penjara, dan Wawan juga ikut basah kuyup karena dia juga di semprot dengan air kran.
"ini kenapa aku juga jadi ikut basah sih," protesnya.
sedangkan Wawan yang di goda langsung kearah loker miliknya untuk ganti baju, tapi saat meletakkan ponselnya.
Dia terkejut dengan sebuah pesan dari Leni, awalnya dia ingin mengabaikannya.
Tapi sebuah pesan lain membuatnya langsung bergegas pergi ganti baju dan segera pergi.
"woi mau kemana wan, tugasmu masih banyak," panggil Hardi yang melihat pria itu pergi dengan motornya.
__ADS_1
"besok saja," jawab Wawan yang langsung menancap gas motornya secepat mungkin.
dia menuju ke area pasar tradisional, karena Leni sedang menuju ke rumah milik Leli.
Ya wanita itu baru tau jika ayahnya dan Leli memiliki hubungan yang spesial, dan kenapa harus di saat ibunya dalam kondisi yang buruk.
Leni sedang menjambak rambut Leli dengan kasar, dan Leni menendang perut Leni hingga membuat wanita itu terjatuh terpental cukup keras.
"dasar wanita murahan, bagaimana bisa kamu menggoda ayah ku!! apa barang mu segatal itu hingga tak bisa ingat ayah mertua mu!!" teriak Leni yang ingin menyerang Leli lagi.
tapi Wawan menarik wanita itu dan mendorongnya menjauh,"apa kamu ingin membunuhnya, kenapa kamu menggila seperti ini,dan menyalahkan mantan kakak ipar mu," marah Wawan yang tak menyangka akan melihat adegan itu.
"tapi dia wanita murahan,dia menggoda mantan ayah mertuanya, saat tau kondisi istri pria itu sedang sakit parah," kata Leni berteriak marah.
"apa bedanya dengan dirimu!!! Yang sering di jemput pria tengah malam dan pulang dengan penampilan penuh ****!!" kata Wawan yang membuat Leni terdiam seketika.
Bahkan pak Syam yang baru datang kaget mendengar itu, "apa maksudmu dengan ucapan itu, kenapa pegawai rendahan seperti mu, berani mengatakan hal menjijikkan pada putriku," marah pak Syam.
"itu memang benar, jika tak percaya anda bisa bertanya pada pak RT dan pak RW,karena saat dia di antarkan oleh mantan pacarnya itu, dia memiliki aroma dari cairan itu,"kata Wawan yang benar-benar membuat Leni malu.
"tutup mulut mu," marah pak Syam.
__ADS_1
"ke apa harus aku, sebaiknya itu kamu yang bisa mengatur keluarga mu,dan Leni jangan pernah membuat orang baik jadi jahat,dan suka menghakimi orang tanpa tau masalahnya, memang kenapa jika dia menikahi mantan ayah mertuanya,toh mereka tak punya ikatan darah, sedang untuk mu, jangan pernah menghubungi aku lagi," kata Wawan yang tak ingin berhubungan lagi dengan wanita itu.