Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
aku sayang kalian


__ADS_3

Vina pun tak sengaja mendengar semuanya, dia tak menyangka sahabatnya itu itu padanya, jadi mereka ini punya rasa sendiri.


Tapi dia tak boleh marah, karena itu hal wajar karena sesuatu yang kita miliki tiba-tiba di rebut pasti akan marah.


"oh kalian makan es kok aku gak di ajak,"


"Sini adek mbak yang cantik, kalian pesan deh ya asal jangan bilang pada mas kalian oke,"


"bilang apa dek?"


"ya ketahuan, ya sudah maaf ya mas, aku tadi ingin sekali makan es, sudah ayo masuk kedalam aku lapar loh," kata Hana tersenyum.


"ayo Feby," ajak Vina.


"tunggu es ku belum habis," kata gadis itu.


"aku boleh minta?"


"tentu saja," jawab Feby yang berbagi es potong miliknya.


Akhirnya semua pesanan datang, dan mereka makan bersama dengan tawa dan saling bercanda


setelah selesai makan, mereka pun menuju ke rumah Amir untuk menaruh beberapa buah yang besok akan mulai di hias dan di bentuk.


Tak hanya itu, mereka juga akan membuat tumpeng buah, tentu tak semuanya di turunkan ke rumah pak RT.


tapi hanya sebagian, dan setelah selesai keduanya tak pulang melainkan mampir ke rumah orang tua Hana.


dan terlihat pak Sodikin serta istrinya sedang santai di teras rumah, tanpa terduga dia gadis itu datang dengan bonceng tiga.


"ya!! gadis-gadis ini, kalian mau celaka, Vina!!" teriak Hardi yang langsung kesal melihat adiknya itu.


"apa sih mas, kami gak papa, lagian aku mau nginap di sini," kata Vina yang berlindung di balik ibu Sodikin.


Pasalnya dia takut Hardi ngamuk, "sudah nak tak papa, Vina juga putri kamu, kalian tadi panen banyak?"


"iya Bu, dan bisakah ibu membantuku untuk membuat manisan Cermai,aku ingin memakannya," kata Hana dengan suara memohon.


"baiklah ibu mengerti nduk, sudah serahkan pada ibu, dan dua gadis bantu ibu ya,"

__ADS_1


"siap ibu," jawab Vina dan Feby.


sedang Hardi di bantu bapak mertuanya untuk menurunkan beberapa buah.


Dan memakannya, sedang Hana duduk santai di rumah itu karena dia tak boleh banyak bantu.


Bahkan Hana duduk saja sulit hingga memilik berbaring dengan posisi miring berbantal paha suaminya.


"ada apa sih, kamu ingin makan apa lagi dek?" tanya Hardi pada istrinya itu.


"aku sedang memikirkan nama kok, mau di kasih nama siapa ya,"


"entahlah aku juga belum kepikiran sampai sana, dan tolong jangan memberikan nama seperti nama anime yang sering kamu tonton itu,"


"memang kenapa kan bagus," kata Hana.


"bagaimana kalau Sagara atau Abimanyu," tanya Hana


"pasaran lah dek,"


"bagaimana kalau Arjuna,"


"Argantara Inuyasha Hartono," kata Hardi memberi usul


mendengar nama itu,Hana langsung bangkit, "boleh pakai nama itu," kata wanita itu tersenyum senang.


"tentu, kalau kembar satunya aku beri nama Alexander Kageyama Hartono,"


"kalau di panggil kaget," kata pak Sodikin.


"ih bapak, kan bagus, tapi jangan Alexander tapi Abraham Kageyama Hartono" kata Hana


"baiklah nyonya, apapun keinginan mu," kata Hardi asal istrinya senang.


Hana kembali berbaring dan perlahan malah tertidur dengan pulas.


"le kamu tak capek, ayah ambilkan bantal ya," kata pak Sodikin yang kasihan pada menantunya itu.


"tidak apa-apa pak, biarkan saja, karena beberapa hari ini dia kesulitan untuk tidur, biar saja dia nyaman untuk sekali saja,"

__ADS_1


pak Sodikin merasa senang, pasalnya pria yang meminang putrinya itu sangat mencintai Hana.


Dan tanggung jawabnya tinggal satu yaitu Feby, dia juga terus berdoa setiap malam.


Agar putrinya itu mendapatkan jodoh yang sama seperti Hans, yang mencintainya dengan tulus dan memiliki agama yang baik.


Setidaknya bisa dia melepaskan tanpa beban kekhawatiran nantinya.


Hana terbangun dan melihat sosok suaminya yang tidur dengan bersandar di dinding,dia tak mengira jika Hardi membiarkan kakinya jadi bantal


Padahal pasti itu sangat tak nyaman,tapi pria itu memilih untuk membiarkan saja.


sedang di tempat makan bakso di daerah Trawas, Helmi dan lurah Aris sedang menikmati waktu berdua sambil bermain air.


"ah kenapa aku merasa jika ibu dan ayah mas itu sangat pengertian ya,"


"tentu saja, karena mereka ingin kita tak sibuk terus menerus, jadi mereka mengajak satria tapi kenapa mobil merek berbelok ke warung ini," kata lurah Aris yang melihat mobil yang baru datang.


Helmi tertawa sja, tak menyangka jika rombongan mertuanya itu akan datang ke warung bakso yang sama dengan dirinya.


"aku tak menyangka kalian di sini," kata juragan Wawan.


"memang aku juga tau," kata Lurah Aris yang menjawab dengan tengil.


"bunda!!" teriak satria yang memeluk tubuh ibu sambungnya itu erat.


"dari mana kak?"


"dari lihat binatang dan mandi air terjun, oh ya bunda tadi pagi aku ingat jika aku semalam mimpi, aku melihat ayah menangkap sebuah burung berwarna biru dengan jambul seperti burung kakak tua,"


"terus?" tanya juragan Wawan penasaran.


"terus sama ayah di masukkan ke sangkar,"


"aamiin... Semoga ya, semoga cepat punya adek, sudah pesan makan hari ini ayah yang bayar," kata pria itu.


Helmi pun hanya diam, tapi juragan Wawan menguatkan istrinya itu, "itu mimpi baik, sudah makan bakso mu,"


"iya mas,"

__ADS_1


tapi malah bakso itu di makan oleh satria, lurah Aris jadi harus memesan lagi karena baksonya habis.


__ADS_2