
kedua orang itu baru sampai di rumah, dan telihat Bu sum dan pak Tono pamit pulang saat pemilik rumah datang.
Hana baru saja masuk kedalam rumah dan setelah bersih-bersih, Hana menyiapkan makan siang.
Hardi tadi juga memulangkan semua pegawainya setengah hari kerja.
Hardi tampak marah duduk di meja makan, "kenapa sih mas, jangan lah mukanya di tekuk begitu,"
"habis kamu mau di Surabaya tujuh hari, terus aku bagaimana?" tanya Hardi yang taksuka itu.
Hana tersenyum dan mulai menyuapi makanan pada suaminya itu.
"sebenarnya aku punya ide tapi takut mas gak mau melakukannya karena kemungkinan akan membuat mu lelah, jadi aku memutuskan untuk setiap gati pulang pergi dengan kereta api saja," kata Hana yang membuat Hardi kaget.
"kenapa, aku bisa mengantar mu ke Surabaya kok setiap hari,"
"tidak mas, nanti kamu lelah dan lagi perjalanan cukup jauh jadi izinkan aku melakukan itu sendiri saja ya,mas cukup jemput di stasiun,"
"baiklah jika itu keinginan mu, tapi nanti jika dku longgar aku boleh mengantar mu, ya sekalian main ke Surabaya untuk bertemu dengan teman-teman ku,"
"baiklah mas," jawab Hana yang selesai menyuapi suaminya itu.
__ADS_1
Dan kini Hana akan makan, tapi tanpa terduga giliran Hardi menyuapi istrinya itu.
Setelah selesai makan dan bersih-bersih, Hardi malah memeluk Hana dan kemudian mengendong istrinya itu.
Saat di kamar keduanya mulai beradu teknik, dan siang hari itu mereka berdua benar-benar tak bisa menahannya lagi.
bahkan Hana hanya bisa pasrah saat suaminya itu tak pernah puas.
Vina baru pulang dan melihat sepatu Hana, dia yakin jika kakak iparnya itu sudah pulang.
dia memilih masuk kedalam rumah, tapi dia kaget saat melihat Hardi keluar dari kamar tidur.
"lah ku kira cuma mbak Hana, kok mas ada di rumah?"
"ya belum, ini mau mandi dulu batu makan, karena kegiatan lomba ini terus menerus sih,"
"memang kapan sih lombanya, dan apa kamu ingin beli perlengkapan yang baru?" tanya Hardi yang memang selalu memanjakan adiknya itu.
"tidak perlu, aku mandi dulu, ingat jangan buat suara aneh," kata Vina yang mengerti dengan hubungan antara suami istri.
"terserah aku deh," kata Hardi tertawa dan kembali ke kamar sambil membawa air minum.
__ADS_1
Di rumah Aris, pria itu juga batu pulang, dan melihat di rumah hanya ada Helmi.
"kamu sendirian, dimana satria?"
"di ajak ibu mas, katanya mau di ajak kondangan ke Mojokerto," jawab wanita itu membantu membawakan perlengkapan suaminya.
"hemm... Baiklah," kata Aris yang duduk di kasur lantai di ruang tengah.
Dia memilih santri di sana, dan Helmi datang membawa minuman dan camilan untuk suaminya itu.
"kopinya mas,"
"apa ibu tak menyuruh kita buat datang juga ke kondangan?"
"tidak kok, ibu kata cuma perlu ibu dan ayah, karena mas juga tak kenal,"
"baiklah sayang," jawab Aris yang mulai nakal.
Helmi hanya bisa diam dengan apa yang di lakukan oleh Aris, karena Aris bebas melakukan apapun padanya.
Aris tersenyum dan langsung menerkam istrinya itu, dan Helmi hanya bisa mendesah saja mendapatkan serangan seperti ini.
__ADS_1
Dia sekarang perlahan mulai mencintai Aris dengan tulus, sedang dia juga mulai berkegiatan di desa sebagai ibu lurah juga.