
Hardi dan Lurah Aris sedang duduk sambil menikmati kopi di teras rumah pria itu, sedang para bapak-bapak asik bakar-bakaran sate untuk makan besar nanti.
"le, nanti kalau pentol dan sosis ada yang matang, tolong antar ke tempat Tante Hana dan bunda ya,"
"Ita ayah, tapi katanya Tante Hana tidak boleh makan beginian?" tanya Satria.
"loh memang gak boleh?" tanya lurah Aris.
"bukan tidak boleh tapi tak boleh banyak-banyak, bahkan makan buah saja sekarang cuma boleh pisang dan pepaya," kata Hardi tersenyum.
"kenapa?" heran lurah Aris
"kenapa, ya karena dia sedang hamil, kata dokter bayinya sudah terlalu besar, di tambah ada dua di dalam perut,makin kasihan kan,"kata Hardi yang membuat lurah Aris mengangguk.
Juragan Wawan selaku ayah dari lurah Aris pun tak menyangka jika wanita yang dulu di sukai putranya itu bisa punya bayi kembar.
Memang jodoh tidak bisa di paksakan, seandainya dulu mereka menikah mungkin sekarang rumah itu sudah ramai dengan banyak anak .
Tapi sekarang dia juga sudah bersyukur karena sudah memiliki nanti yang baik dan juga sangat hebat dalam mendukung karir suaminya.
"jadi Mbah juragan, jika mas Aris maju lagi saya siap loh bantu biaya," kata Hardi tiba-tiba.
"loh tenan ta?"
"iya Mbah, ya hitung-hitung karena dia sudah sangat berpengalaman jadi kalau ada lurah lain kayaknya kurang pas, karena banyak rencananya yang belum terealisasi," kata Hardi.
"ya sudah,saya kan cuma merestui saja, terserah anaknya mau apa tidak," jawab juragan Wawan.
Sedang di ruang tamu, Hana sedang menyelonjorkan kakinya yang sakit karena tak bisa lama-lama di tekuk.
"jadi kalau konsep ku untuk acara yang di provinsi, bagaimana jika kita buat drama, tapi drama itu harus sekitar tentang warga desa, tapi apa judulnya yang bagus, apa pak lurah i love you," tanya Hana yang langsung membuat Helmi malu.
"ini tentang desa dong, jangan pak lurahnya yang jadi pusat perhatian,"
"iya iya yang takut suaminya jadi idaman ibu-ibu," kata Hana tersenyum menggoda Helmi.
Satria masuk dengan membawa piring berisi sosis dan pentol bakar, tentunya yang tak terlalu gosong.
__ADS_1
"bagaimana kalau UMKM keluarga sehat dan mandiri," kata Hana.
"wah bagus itu, nanti kita bisa memberikan contoh keluarga yang bisa memiliki ekonomi sehat, Keluarga baik dengan UMKM bantuan desa," kata Helmi.
"lah itu ada artis ganteng siap ikut ya le," kata Hana.
"Ita Tante, untuk bantu bunda dan ayah aku siap ikut," kata Satria.
"aduh anak pintar, sehat terus ya le, dan terus bahagianya, tuh anaknya sudah mau, tapi aku harus mengangkat isu yang cukup fatal juga, tapi semoga ya nanti artis yang lain juga mau," kata hana.
"tentu, tapi apa itu," tanya helmi penasaran.
tapi Hana hanya tersenyum. tentu dia akan melibatkan semua jajaran yang ada di desa.
Mulai dari posyandu dan lainnya juga, karena tanpa bantuan itu juga sebuah desa tak akan bisa berkembang.
Tiba-tiba ponsel Hana berbunyi, ternyata itu adalah pesan dari adiknya.
"iya assalamualaikum Feby, ada apa dek?" tanya Hana yang menjawab telpon itu.
"loh iya tha, ya sudah mbak bilang mas mu dulu biar di jemput dengan bus lain, tapi kalian di mana," tanya Hana yang berusaha untuk bangun dari duduknya.
"kaki ada di rest area, nanti aku kirim titik lengkapnya," kata gadis itu.
Hana pun segera menghampiri suaminya itu, "mas, bus yang di naiki tim voly putri mogok di rest area,bisa minta bus lain jemput, takutnya mereka kemalaman, nanti urusan biaya dengan ku ya," kata Hana yang khawatir pasalnya kata salah satu guru jika bus itu tak bisa melanjutkan perjalanan lagi.
"kamu ini ngomong apa, kayak yang punya PO bus itu orang lain, sudah mas kirim bus lain berserta mekaniknya, dan minta Feby dan yang lain jangan panik dan pastikan Vina tak hilang lagi, tuh bocah memang kadang-kadang," kata Hardi yang langsung menelpon anak buahnya.
Ya dia menelpon Bejo agar segera berangkat membawa armada bus yang tidak ada job berangkat mengantarkan wisatawan.
Dia juga meminta anak buahnya itu membawa mekanik orang bekel kepercayaan.
sedang Hana menelpon beberapa guru yang memang ikut agenda itu ke Surabaya agar memastikan semua murid aman.
Bu Citra yang mendapatkan amanah seperti ini, langsung mencari semua murid perempuannya, yang ternyata sedang menikmati waktu di cafe.
"kalian semua jangan ada yang berpencar ya, karena bus lain sedang perjalanan menjemput kita, tapi aneh ya kenapa bisa ibu kepala sekolah tau," tanya Bu citra.
__ADS_1
"aduh anda lupa, di tim voli putri, ada dua adik ibu kepala sekolah, Feby adik kandungnya sedang Vina adik iparnya," kata Sena.
"ah iya ibu lupa, tapi terima kasih ya setidaknya kita tak akan pulang kemalaman karena bus itu sepertinya dalam masalah besar," kata Bu citra yang ikut ngopi.
Akhirnya Bejo sampai di tempat rest area bersama Nirwan, "lah ini kemana orangnya," tanya Bejo bingung.
Nirwan pun menghubungi Vina,"non bus sudah datang, Monggo silahkan pulang," kata pria itu Tanpa basa-basi.
"siap mas Nirwan," jawab Vina.
"semuanya ayo, bus kita sudah datang, sepertinya ini akan menjadi bus yang kita gunakan pertama kali, karena ini adalah armada terbaru," kata Vina.
dia dan Feby saling TOS, dan ternyata benar bus itu adalah salah satu dari tiga armada bus terbaru yang baru datang di PO milik Hardi.
Akhirnya mereka pun pamit pulang, sedang Feby memberikan kopi dan roti isi daging pada Nirwan, dan dua orang yang tadi membawa bus.
"kami pamit dulu ya," kata gadis itu.
"terima kasih neng," kata Nirwan yang selalu segan pada Feby yang memang jarang bicara pada orang.
"iya mas, dan terima kasih sudah mau datang membantu,"
"itu tugas saya, Monggo silahkan nikmati perjalanannya," kata Nirwan sopan.
akhirnya Feby pamit dan naik bus, dan ternyata dia dapat kursi di samping Bejo.
"halo om, jangan ngebut ya, kapok aku," kata Feby yang mulai duduk santai.
"iya neng, siap, mbak Vina siap," kata Bejo.
"gas om Bejo," kata gadis itu tertawa
Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalan, saat Vina memilih istirahat karena kelelahan, Feby sedang menenangkan hatinya, setelah acara drama kapan hari.
Dia memiliki sedikit masalah, karena tanpa di ketahui siapapun dia mendapatkan ucapan keras dari Amir dan itu sangat melukainya.
Dia tidak tau mau membagi keluh kesahnya dengan siapa, karena dia tau jika kakaknya sedang dalam mempersiapkan diri untuk kelahiran putra mereka.
__ADS_1