Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
nangka pembawa kasih sayang


__ADS_3

Bagas sedang membantu istrinya Vina membersihkan buah nangka dari dami-dami yang menempel.


Ini pertama kalinya bagi Bagas untuk melakukan hal tersebut, dia tak menyangka, jika getah dari buah itu sangat menyebalkan.


Tapi demi Buah kesukaan istrinya, dia rela melakukan segalanya.


Setelah selesai, Vina membantu suaminya itu membersihkan tangannya dari getah.


Setelah itu dia mengemas buah nangka itu dengan baik, agar tidak rusak dan bisa dibawa ke Surabaya.


Ya sore ini mereka harus berangkat ke Surabaya, untuk bertemu dengan keluarga Bagas, dan juga merencanakan resepsi pernikahan mereka.


Tentu keluarganya yang dari desa akan diundang seluruhnya, karena bagaimanapun mereka saudara Vina.


Vina yang awalnya hanya bisa merasa pasrah dan tak berdaya, tak menyangka jika Bagas akan bersikap begitu lembut dan perlahan-lahan bisa membuatnya nyaman.


Dia merasa bahagia karena kakaknya telah memilihkan seorang suami yang ternyata sangat bertanggung jawab seperti ini.

__ADS_1


"Mas, nanti kalau kita ke Surabaya, kita kan tinggal di mana?" tanya Gadis itu pada suaminya.


"Mungkin untuk sementara kita akan tinggal di rumah orang tuaku dulu dek, tenang saja mereka hanya tinggal Berdua, dan bertiga denganku, Jadi sekarang kita tinggal berempat ya, dan nanti jika kamu sudah membereskan semua barangmu di kos, kita akan pindah ke rumah yang telah aku siapkan untuk kita sendiri, ya meski masih satu komplek dengan orang tua ku," kata Bagas


"Nggak papa kok mas, bila Mas ingin tinggal bersama orang tua mas, karena aku sendiri ingin dekat dengan ibu mertuaku. terlebih aku ingin merasakan kasih sayang orang tua," jelas Vina.


"Kamu yakin, Bukankah biasanya seorang wanita akan meminta untuk tinggal berpisah dengan ibu mertuanya, kok kamu mau untuk tinggal bersama ibuku, ibuku cerewet lho dek," kata bagas memastikan


"Insya Allah bisa Mas, semua kan bisa dibicarakan, dan aku tak merasa kok, ibu Mas cerewet, buktinya kemarin, ibu selalu memelukku dengan hangat,"


"Kamu ini ngomong apa sih, mas masa menghina ibu sendiri, Ah kamu nyebelin juga ternyata," kata Vina yang tersenyum.


Bagas hanya tak menyangka jika istrinya itu berbeda dari ydng lain, "Aku sangat bersyukur jika kamu memang benar-benar ingin tinggal dengan orang tuaku, Terima kasih ya Dek," kata bagas dengan lirih dan membuat Vina tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Akhirnya Sore itu mereka makan bersama untuk terakhir kalinya, begitu Feby pulang dari kuliah.


Dan siang itu mereka tak menyangka akan merasakan masakan dari Lurah Wawan dan masakan itu sedikit asin.

__ADS_1


Untungnya tidak ada yang protes, dan sakit perut Jadi semua makan dengan lahap.


Setelah itu mereka melepas kepergian Vina, dan juga pamitan untuk kembali ke Surabaya, karena Vina harus kembali kuliah, dan juga Bagas harus mulai bekerja lagi.


Hardi menitipkan adiknya itu agar dijaga Bagas dengan baik, dia akan datang dan menghajar Bagas, jika pria itu berani membuat adiknya menangis.


Setidaknya butuh perjalanan satu jam untuk sampai ke Surabaya, dan saat masuk di daerah perumahan itu, Vina sangat kaget, dan tak menyangka jika Bagas adalah salah satu anak orang terpandang di Surabaya bagian timur.


Bahkan saat dia turun dari mobil, Mama mertuanya langsung saja memeluknya dengan erat, dan mencium pipi Vina dengan sangat penuh kasih sayang.


"Akhirnya kalian datang juga, mama sudah lama menunggu, Jadi kalian mau tinggal di sini ya please, karena mama tidak punya siapa-siapa lagi, jika kalian juga mau keluar dari rumah ini,"


"Insya Allah, kami akan tinggal di sini mama, dan menjaga mama tapi anak mama yang tidak mau," kata Vina mengadu.


"Biarkan saja, dia tidak mau, kamu akan tinggal bersama mama, biar dia tinggal sendiri di rumahnya, Huh! dasar menyebalkan," kata ibu Bagas yang berhasil membuat pria itu tak percaya.


"Kan kan belum apa-apa Sudah aku jadi korban, jadi apa aku ini nanti, ya ya jika kalian berdua bersatu," kata bagas tak percaya

__ADS_1


__ADS_2