Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
pilihan Hardi.


__ADS_3

Vina merasa bimbang lagi, kenapa kakaknya itu tak langsung memilih Wasis, padahal pria itu sangat baik


"mas apa aku boleh bertanya?"


"kenapa? Apa kamu merasa heran,karena aku tak langsung mengiyakan lamaran Wasis karena dia sudah sangat baik padamu," tebak Hardi yang membuat Vina mengangguk pelan.


"padahal selama sku di Surabaya dia sangat baik, bahkan dia tak segan untuk mendatangiku saat aku membutuhkan bantuan," kata Vina jujur.


"ha-ha-ha kamu terlalu naif dek, kamu belum tau siapa pria itu, karena dia memang baik. Tapi percayalah dia tak sebaik yang terlihat, karena selama aku jadi temannya aku juga tak bisa menebak apa yang ada di otaknya, tapi jika aku di suruh memilih antara semua sahabat ku,aku akan memilih Bagas," terang Hardi.


mendengar itu Feby dan Vina saling tatap karena bingung, "tapi mas Hardi, pria yang namanya Bagas itu kan sangat banyak omong, dan di tambah dia itu sangat petakilan dan juga sangat cerewet," kata Feby yang bisa menilai seseorang.


"itu lebih baik dek,karena dia sudah nyaman hingga dia menunjukkan sosok itu, sama seperti halnya Wawan, tapi jika Wasis, pria itu memang baik tapi dia sangat dingin dan tak segan memukul wanita saat marah," jawab Hardi yang memang mengenal semua karakter sahabatnya.


"aku percaya pada mas, siapapun yang nanti terpilih," kata Vina yang memang tak bisa menilai orang karena beberapa orang yang dekat dengannya.


"baiklah jika kamu memang percaya,"

__ADS_1


akhirnya Feby dan Wawan pulang dan Hardi juga menemani adiknya itu di rumah.


Hana merasa tak enak tapi dia juga tak bisa melakukan apapun, karena sekali dia masuk rumah pasti muntah.


Feby sedang di peluk oleh Wawan setelah sampai di rumah.


"apa sih mas, masak kamu yang manja, padahal yang hamil aku loh," kata Feby tersenyum


"ya habis mau bagaimana lagi, aku ingin selalu seperti ini sayang,"


"uh... Padahal besok kan mas di Lantik untuk menjadi kepala desa, tolong ya agar sedikit di perbaiki sikapnya," kata Feny yang merasa geli.


keduanya pun bergulat panas, meski Wawan melakukannya dengan pelan mengingat pesan dari dokter.


Setelah selesai, Wawan pun membuka ponselnya dan menerima laporan dari Guntur.


dan ternyata ada pesan lain dari nomor asing, Wawan menerima sebuah foto yang mengejutkan.

__ADS_1


"karena dirimu, sekarang mama terluka, dasar anak pembawa kesialan!!" isi pesan itu.


"aku tak peduli," balas Wawan yang menang tak ingin berurusan lagi dengan wanita yang sudah membuangnya.


terlebih sekarang, dia harus fokus pada kehamilan istrinya,karena ada calon buah hati mereka yang akan segera lahir


bahkan Wawan akan menjaganya dengan baik, keesokan harinya, dia dan Feby sudah mengenakan baju yang di tentukan.


Wawan mengenakan baju setelah putih sedang Feby memakai kebaya dan kain jarik.


saat guntur dan Geno menjemput mereka, terlihat keduanya tak percaya melihat itu.


"bos memang tampan deh, nyonya juga cantik, pasangan yang sempurna," kata keduanya.


"ya terima kasih," jawab Feby yang memang harus mematuhi tata busana yang di tentukan.


Mereka pun berangkat dan saat sampai di kecamatan, mereka langsung mengambil tempat sesuai dengan kursi yang sudah di beri nama.

__ADS_1


Beberapa lurah tetangga yang baru terpilih juga saling menyapa, dan tentu saja Wawan dapat urutan di depan.


Bahkan semua orang juga tau siapa sosok yang terpilih itu, ya dia sendiri sudah kaya, dan ternyata dapat dukungan dari kakak iparnya yang lebih kaya lagi.


__ADS_2