
lurah Aris pamit pulang setelah dia mendapatkan kabar dari anak buahnya tentang orang yang berhasil di ringkus.
tentu mereka membawa para pria itu ke markas, dan di rumah masih ada dua pria yang menjaga.
"siapa yang menyuruh mereka," tanya lurah Aris yang langsung masuk kedalam kamar khusus di pos miliknya.
"mereka belum menjawab bos, mereka masih tutup mulut," kata orang kepercayaan lurah Aris.
dia melihat kedua orang itu, "aku tak perlu bertanya juga sudah tau, kalian adalah orang kepercayaan dari kakak Sahara,berarti kalian yang mencoba untuk merampok dan melecehkan istriku," marah lurah Aris
mendengar itu para pria itu hanya bisa mengeleng, mereka tak menyangka jika pria itu akan menebaknya dengan benar.
"jadi kita harus apa bos?" tanya anak buah lurah Aris.
"kalian santai saja, karena aku yang akan menyelesaikan sendiri, karena aku tak mau kalian ikut terseret," kata lurah Aris.
Dia pun meminta membawa dua pria itu dengan mobil Jeep, subuh itu juga mereka mendatangi kediaman keluarga Yuda
Sesampainya di rumah itu, lurah Aris meminta anak buahnya melemparkan kedua orang yang sudah babak belur di hajar.
sedang lurah Aris ini langsung menggedor pintu dengan kasar, pak Yuda dan seluruh keluarganya terbangun.
"siapa tamu tak tau aturan yang berani datang di jam pagi buta begini," kata Diki.
Mereka berlima keluar dan pak Yuda yang membukakan pintu, mereka kaget melihat sosok lurah Aris.
"kamu datang mas," kata Sahara yang lari ke arah pria itu.
Tapi dua anak buah lurah Aris memberikan respon menghadang wanita itu.
"kalian ini sebenarnya mau Apa,sudah ku katakan jangan menganggu ku dan kekuarga ku, tapi dengan sialan kalian mengirimkan dua orang ku untuk merampok dan melukai istri dan putra ku, ku kembalikan dua bajingan ini pada ku Diki, dan sekali saja kamu melakukan hal yang membuat ku marah,aku tak akan segan-segan lagi," kata lurah Aris yang mendorong kedua pria itu.
Diki terkejut, kenapa dua andk buahnya bisa melakukan itu, padahal dia tak memberikan perintah apapun.
"apa yang terjadi,kenapa kalian melakukan itu, aku tak pernah menyuruh kalian berdua melakukan hal seperti itu.
"maafkan kami bos, kami di suruh oleh mbak Sahara, dia yang menginginkan kaki melecehkan istri lurah Aris, agar bisa di ceraikan," kata salah satu pria itu.
"tidak itu bohong," kata Sahara.
"kenapa bohong, wanita yang berkali-kali mencoba membunuh anaknya kenapa tidak tega, dan lagi berhenti bersikap seperti itu di depan ku, dan jika putri kalian gila bawa ke rumah sakit, jangan di rawat di rumah jika dia membahayakan orang lain, jadi berhenti sekarang atau aku akan bersikap tegas," kata Lurah Aris.
"aku mengerti nak,maafkan aku, seharusnya aku mengatur putriku," kata pak Yuda yang bingung harus bersikap.
"sudahlah ini peringatan terakhir, jika masih berulah aku akan membuat wanita itu dalam masalah," kata lurah Aris yang pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
tak butuh waktu lama, rombongan pria itu pergi, dan pak Yuda langsung menyeret putrinya itu menuju ke kamar khusus.
"ayah lepas ayah..." tangis wanita itu sambil berontak.
"jangan ayah, dia bisa semakin parah, jika ayah menguncinya di kamar itu ayah," mohon dua saudara Sahara.
Tapi pak Yuda tak bergeming, dia tak mau lagi putrinya membahayakan orang lain.
Dia mengunci wanita itu di sana, "jangan ada yang membebaskan Sahara, karena aku yang berhak bersikap," kata pak Yuda.
Sedang lurah Aris sampai di rumah dengan selamat dan membawa buah yang di berikan oleh Hardi dan Hana.
Dia mencoba membuka pintu tapi belum juga mengeluarkan kunci cadangan.
Tiba-tiba Hana keluar dengan pakaian baju tidur dan langsung memeluknya, "sayang kenapa?" tanya lurah Aris memeluk istrinya itu.
"aku tak bisa tidur tanpa mas di sisi ku,"kata Helmi yang membuat pria itu senang.
"maaf.. Seharusnya aku tak begadang nonton bola bersama yang lain, tapi ini ada oleh-oleh dari Hana," kata pria itu yang mengajak istrinya masuk.
tapi dia kaget karena makam ini istrinya itu tampak begitu manja dan menggoda.
"kamu kenapa sayang," tanya lurah Aris yang baru mengunci pintu depan.
"mas aku ingin kamu," kata Helmi
bahkan Helmi tak mengira jika suaminya itu begitu pengertian, keduanya berhubungan suami istri dengan sangat panas
hingga akhirnya Helmi tertidur pulas, dan lurah Aris memeluknya hingga pagi.
Pukul delapan pagi, pria itu terbangun dan tak mendapati istrinya di sisinya.
dia pun bangun dan keluar dengan hanya menggunakan sarung, "selamat pagi sayang," kata lurah Aris yang memeluk tubuh istrinya.
"selamat pagi mas, emm.. Baru bangun bagaimana perasaan mu?" tanya lurah Aris.
"cukup baik, mdna bocah ini, biasanya kalau hari libur selalu ribut," tanya pria itu heran karena rumahnya begitu sepi.
"ah itu, tadi di jemput ayah dan ibu, katanya mereka mau mengajak satria main ke Mojokerto, jadi kita berdua saja di rumah," bisik Helmi sambil menggoda suaminya itu.
"kamu mau melakukannya di sini lagi sayang," kata lurah Aris yang mulai mendekati istrinya dan mendudukkan Helmi di meja.
"boleh tapi setelah itu kita pergi ke Wonosalam yuk, karena aku ingin mencari durian dan juga Pete, sepertinya sedang musim," kata Helmi yang sudah tak di jawab karena pria itu sudah fokus dengan kegiatannya.
Dan pagi itu lagi-lagi mereka melakukannya, bahkan terlihat Helmi pasrah di bawah gempuran hebat itu.
__ADS_1
Sedang di rumah pasangan calon orang tua baru itu, sedang duduk di teras sambil menatap bingung.
Karena keduanya tak ada aktifitas apapun pagi ini," jadi kita cuma duduk santai saja nih di rumah?"
"aku takut bisa bosan mas, ajak aku pergi kemana gitu," mohon Hana.
"mau kemana sayang," tanya Hardi yang tdk punya gambaran sama sekali.
Tiba-tiba dia ingat gubuk milik kakeknya di gunung, "bagaimana jika kita mengajak orang tua ku ke rumah kakek ku yang ada di Wonosalam, ya lumayan di rumah itu ada beberapa buah dan tanaman Petai,"
"wah enak itu, ayo kita berangkat dek," ajak Hardi.
Tiba-tiba Vina keluar, "mas pinjam mobil," kata gadis itu
"kamu mau kemana, belum punya SIM gak boleh,"
"pelit sekali, bukan aku yang menyupir mobil itu, tapi mas Amir, kami mau ke tempat kakek Feby karena mau ambil buah untuk tumpeng Kamis lusa," kata gadis itu.
"loh memang kalian kesana sama siapa, orang tua ku sedang kondangan,"
"tentu saja Feby, dan beberapa orang," kata Vina.
"baiklah bawa yang Avanza dan aku juga akan pergi dengan mbak mu, jadi awas kalau kalian di sana macem-macem," kata Hardi yang memang tak bilang jika dia juga sksn kesana.
tapi Hardi akan mengambil mobil pick up baru yang ada di gudang, sedang Hana skan menyiapkan camilan dan juga beberapa barang.
tapi dia ingat jika tadi dia memasak nasi cukup banyak jadi dia membawa itu untuk makan ganti di rumah kakeknya.
dia membawa semua masakannya, dan tak lupa mie cup dan juga air panas, sesampainya mobil pickup yang di bawa Hardi.
dia dan suaminya menata semua barang piknik itu, dan ternyata benar, rombongan ada sekitar empat orang datang.
"nanti hati-hati saat bawa mobil ya Amir,"
"siap mas, saya pamit dulu," kata pria itu yang langsung mengeluarkan mobil.
Sedang dia dan istrinya masih santai menata semuanya, setelah ganti baju dengan yang nyaman.
Akhirnya mereka juga berangkat menuju ke tujuan yang sama. Tapi Hana dan Hardi sempat berhenti di pasar khusus buah untuk beli berbagai jenis kripik.
Sedang lurah Aris dan Helmi memilih baik motor, mereka bahkan terus tersenyum dan tertawa bersama, dan motor yang di gunakan pun moge.
Akhirnya keduanya sampai di tempat langganan Helmi saat membeli petai dan yang lainnya.
Bahkan pedagang itu sudah mengenal Helmi dengan baik, setelah membayar mereka pun pergi ke arah Mojokerto.
__ADS_1
Ya lebih tepatnya mereka akan ke Trawas untuk menikmati liburan berdua.