
Hardi masih tak percaya dengan apa yang dia dengar, bagaimana tidak dia akan jadi ayah.
Dia bahkan masih tak percaya dengan mengenggam foto usg janin yang kini di perut istrinya itu
"mas," panggil Hana yang bingung melihat suaminya itu.
"iya sayang, ah maaf aku masih tak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar, dia sekarang tumbuh di dalam tubuh ku, dan betapa beruntungnya kita, dan lagi sekarang aku akan mengawasi mu, apa masih harus ke Surabaya?" tanya Hardi yang merasa khawatir karena istrinya harus pulang pergi sejauh itu.
"tidak mas, karena ini adalah pelatihan terakhir, besok aku dapat libur dan lusa aku harus mulai bekerja di sekolah penempatan," kata Hana.
"kalau boleh tau, kamu memilih bertugas di mana sayang," tanya Hardi penasaran.
"aku akan menjadi kepala sekolah di SMA Kusuma Bangsa," jawab Hana yang mengejutkan Hardi.
Bagaimana tidak, istrinya bisa menjadi kepala sekolah di SMA yang menjadi favorit semua orang.
Dan sekolah itu semuanya adalah murid-murid pilihan, serta semua masuk berdasarkan prestasi dan kepintarannya.
__ADS_1
"aduh aku merasa oti, bagaimana bisa istri ku seorang kepala sekolah, sedang suaminya ini hanya seorang petani," kata Hardi tersenyum mengusap pipi istrinya itu.
"apa yang mas katakan, petani apanya, mas itu seorang juragan dengan kekayaan yang tak ternilai, mungkin ada setidaknya seratus milyar di bank," kata Hana tersenyum.
"nyonya Hana," panggil apoteker.
"lebih sayang,karena suamimu ini lebih kaya dari itu," kata Hardi tersenyum.
Hana hanya melongo pasalnya dia tak menyangka jika suaminya itu bisa di bilang milyuner.
tapi kenapa Hardi tidak seperti orang-orang yang memiliki harta tak seberapa tapi gaya hidupnya sangat sederhana.
Setelah mengambil obat, keduanya pun bersiap untuk pulang karena sudah cukup malam.
Sesampainya di rumah, terlihat ada Vina dan Feby duduk bersama, "kalian sedang apa?" tanya Hardi yang turun dan membuka pintu mobil untuk istrinya.
"lagi santai saja, ya setelah berhari-hari latihan voli terus akhirnya sore ini sedikit tenang, dan mbak hdna kok belum selesai sih pelatihannya, kan aku rindu bisa ngobrol sama mbak," kata Vina.
__ADS_1
"sudah selesai kok dek, ini hari terakhir, dan lusa mbak mulai penempatan di sekolah,"
"benarkah, semoga sukses ya, dan selamat bisa meraih impian mbak ya," kata Feby.
"terima kasih," jawab Hana tersenyum.
Ya dia dan Hardi sepakat untuk menyembunyikan tentang kehamilan Hana dulu.
Karena mereka tak ingin ada yang menyebar berita itu, terlebih kandungan Hans juga masih sangat awal.
Sedang di tempat Helmi, wanita itu berada di rumah mertuanya, karena siang tadi Aris dan Satria pergi kesana untuk mengunjungi mereka.
Sedang Helmi memang dari pagi sibuk di balaidesa karena ada acara PKK.
Ya sekarang dia bergabung karena suaminya, terlebih Aris juga di minta untuk maju lagi untuk pilihan selanjutnya karena desa di anggap sangat baik saat berada di bawah kepemimpinan pria itu.
"jadi tiga tahun lagi, kami butuh berapa untuk melakukan kampanye le, ayah akan siapkan untuk mu," kata juragan Wawan.
__ADS_1
"tidak usah pak, aku punya dana itu sendiri, dan lagi kita lihat saja nanti, karena aku sebenarnya sudah lelah dan ingin fokus di bisnis saja, ya setidaknya aku akan punya banyak waktu untuk istri dan anak ku," jawab Aris.
terlebih dia sekarang punya Helmi dan satria, dan di tambah dia harus fokus membuat adik untuk satria agar cepat jadi juga.