
sosok Vina yang mengatakan Jika dia cukup baik, membuatnya sedikit kecewa, Padahal mereka sudah berjanji Kalau hari ini mereka adalah seorang kekasih, yang harus memperkenalkan diri pada keluarga pria itu.
"Hei... apa yang Anda katakan Nona? Bagaimana bisa Anda mengatakan jika aku ini cukup baik? bukankah kita sudah berjanji untuk berpacaran?" Kata Rei dengan sedikit memberikan kode pada Vina.
"Maafkan aku, aku lupa tentang hal itu, Jadi sebenarnya kita memang sedang dekat, Karena kemarin aku mendengar Mas Rei berkata jujur, Jika dia ingin dijodohkan dengan seorang gadis, makanya aku meminta dia memperkenalkanku kepada keluarganya, Apa itu salah, om?"
"Tentu saja tidak salah, Cuma aku merasa Jika kamu sedikit buta, karena bisa mempercayai Rei, tapi, apa benar, Kalian benar-benar sedang dekat? Karena bagiku, Hardi tidak semudah itu untuk memberikan restunya pada sembarang orang yang ingin dekat dengan mu," kata pengacara Hans.
"berarti itu tugas Mas Rey, harus tau bagaimana caranya, dia bisa meyakinkan Mas Hardi, untuk bisa menjadi kekasihku badan masuk kedalam keluarga ku bukan? dan aku akan meyakinkan keluarganya, jika aku adalah gadis yang baik." kata Vina dengan ramah.
Sedang orang tua Rey yang dari tadi mengawasi mereka yang sedang berbicara, mereka tidak menyangka jika akan melihat sosok adik dari seorang pengusaha dan pebisnis yang ulung di kota ini, meskipun Dia berasal dari desa tapi dia tidak bisa diremehkan.
"Apa kalian yakin kalian sepasang kekasih? Apakah kalian akan ingin menikah? atau hanya berpura-pura? karena bagi kami, Rey harus menggantikan kakaknya yang seharusnya menikah, karena ini sudah janji dari keluarga Sugiono,"
"aku tidak bisa menjanjikan apapun untuk saat ini, ayah, tapi aku tidak bisa menerima permintaanmu, Kenapa kalian harus memaksaku menikah dengan orang lain saat bang Guntur saja tidak menyukainya, dan menyetujui Apa yang menjadi permintaan kalian,"
"apa-apaan ini? Sugiono, apa kamu kira keluargaku ini adalah mainan, yang bisa kalian hina begitu saja? Hei, Ingatlah, aku yang telah menolong mu selama ini, dan janji yang telah kau ucapkan harus segera dipenuhi, Tolong jangan pernah membuat kami kecewa lagi, cukup dengan penghinaan ini, atau pilih menggantikan dengan nyawa mu sesuai janjimu dulu," kata seorang pria yang tak suka melihat kekacauan ini.
Pak Sugianto hanya bisa diam. dia tidak mungkin memaksa Rey untuk menikah, karena dia telah melakukannya pada putra pertamanya, dan membuat Putra sulungnya itu meninggalkan rumah, bahkan pria itu sendiri sekarang entah bagaimana keadaannya.
"Aku minta maaf Mas... Aku pastikan kita akan menemukan jalan yang terbaik, tapi Tolong berikan aku waktu untuk membujuk kedua Putraku karena Guntur sendiri belum ada di sini saat ini,"
__ADS_1
Vina yang merasa sedikit bingung, juga hanya bisa diam menyaksikan apa yang terjadi.
Sedang RI merasa sedikit bahagia karena dia sudah terbebas dari janji pernikahan itu tapi dia merasa sedikit takut karena Rey yang akan menggantikan posisinya ya.
"aku jamin, mereka takkan bisa menyentuh Kak Guntur, karena dia pasti akan menghancurkan segalanya," batin Rey, mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya.
"Jadi sekarang Apa kita bisa pulang, ini sudah malam mas Rey, Besok aku harus kuliah dan kamu tahu besok adalah jadwal kuis mata kuliah dari dosen killer ku, ah .... itu sangat menyebalkan jadi cepat antar Aku pulang," geram Vina lirih sambil mencubit tubuh Rey.
"Baiklah, aku akan mengantarmu, Tapi tolong tenang sedikit, biar aku kamu berpamitan dulu dengan orang tuaku, dan para sesepuh keluargaku, jadi tolong tenang, oke, Kamu bisa kan?"
"Baiklah, aku akan tunggu di sini bersama Om Hans, jadi jangan lama-lama, karena itu sangat menyebalkan,"
Hari hanya tersenyum dan mengangguk, dia pun menghampiri kedua orang tuanya, ada berapa sesepuh juga yang dia sapa, Awalnya dia dilarang tapi akhirnya tetap diizinkan karena seorang gadis tak baik untuk bergiliran malam hari sendirian.
Viga pun mengangguk dengan ramah, dan akhirnya dia pulang, padahal Vina tadi mencoba untuk mencari sosok gadis yang ingin di perkenalkan pada Rey tapi tak menemukannya.
"aku merasa sedikit heran, kenapa dari tadi aku mencari sosok gadis yang dijodohkan denganmu mas, tapi tak menemukannya, apa dia bersembunyi? apa dia takut setelah bertemu dengan kita? atau dia merasa tak sudah melihat Calon tunangannya berjalan dengan seorang gadis lain?" tanya Vina dengan cepat.
"Hei, Nona, pelan-pelan, saat bertanya, kau membuatku bingung, aku harus mulai menjawab dari mana,"
"ya tinggal jawab saja, kenapa sulit begitu," saut Vina santai.
__ADS_1
Sedang di rumah Feby, gadis itu sedang duduk sambil menunggu kedatangan dari suaminya.
Wawan masih berada di rumah Hardi, karena mereka sedang membicarakan tentang sesuatu yang mencurigakan. awalnya hardi tak percaya dengan hal itu, tapi dari foto foto yang dibawakan oleh Pak Sardi.
dia paham jika keluarga Pak Syam kembali ke desa itu, dan itu ditakutkan bisa mencelakai dan bisa melukai keluarganya.
"Apa ada yang kau khawatir Bos, Ingatlah kami semua bersamamu kamu juga bisa langsung memanggilku jika memang butuh bantuan,"
"Tidak usah, aku bisa menyelesaikan sendiri dan kamu hanya fokus pada Feby, karena sebentar lagi kamu juga akan mendapatkan pelantikan, Dan tolong bilang pada Feby untuk menggunakan kebaya khas dari kota ini mengerti,"
"baiklah bos, aku mengerti atas permintaan,"
Akhirnya setelah semuanya selesai wawan dan yang lainnya berkendara untuk pulang ke rumah masing-masing, saat Wawan sampai di rumahnya, dia melihat istrinya sedang duduk di teras sambil bermain ponselnya.
Wawan mematikan kendaraannya di teras rumah, kemudian menghampiri istrinya yang tengah cemberut itu, "apa kamu menungguku sayang, utu utu utu... Lihatlah Feby sedang mengambil sepertinya," jara Wawan menggoda istrinya itu.
"Kukira Mas sudah lupa dengan jalan pulang, hingga aku harus menunggumu di sini, kamu tahu aku tidak bisa tidur diikat tanpa pelukanmu atau Keberadaan mu di sisiku,"
"Iya deh Maafkan mas mu ini, ya sayang ku ... cinta ku... sekarang kita masuk yuk karena tak baik jika wanita hamil berasa di luar terkena angin Malam lama-lama mengerti sayang," ajak Wawan pada istrinya itu.
keduanya masuk kedalam rumah, Wawan juga langsung mencuci kaki dan berganti baju.
__ADS_1
Wawan merasa senang, karena sekarang, dia punya istri yang menantikannya saat pulang Bekerja.
Akhirnya, dia pun merebahkan dirinya, di samping istrinya yang Sudah terlelap tidur.