Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
dia Suamiku


__ADS_3

Wawan ingin pulang sebentar, tapi Feby menahan tangan Wawan, karena takut pria itu tak akan kembali.


terlebih tadi sore dia mendengar ucapan kasar dari Vina, "aku cuma mau ngambil beberapa barang di rumah, tak usah khawatir aku tak akan kembali kesini," lirih Wawan.


"mas janji," suara lirih Feby.


Mendengar panggilan itu, Wawan tersenyum hangat, "tentu, lagi pula besok pagi aku harus ke balaidesa untuk mengurus beberapa surat, ya kamu harus siap-siap jadi ibu lurah selanjutnya," kata Wawan dengan lembut.


"apa mas,"


"nak Wawan di dukung penuh untuk menantang lurah Aris dalam pemilihan tahun depan, dan jika dia berhasil maka kamu otomatis jadi Bu lurah," kata pak Sodikin yang duduk di ruang tamu.


"itu benar dek, sudah mas pulang dulu ya, sebentar saja,"


"baiklah," jawab Feby.


Sedang Bu Sodikin yang melihat putrinya tampak bahagia pun menerima pernikahan itu.

__ADS_1


Meski awalnya dia ingin punya menantu yang setara dengan Hardi,tapi jika jodoh Feby seperti ini.


Itu bukan kesalahan, melainkan takdir yang sudah di tuliskan, tapi itu membuatnya tenang karena melihat senyum putrinya saja sudah senang.


"ibu kenapa ngintip begitu, masih gak percaya putrimu Feby sudah jadi istri?"


"iya pak, padahal ibu ingin dia kuliah dulu dan mengejar impiannya, tapi semua sudah terjadi,dan semoga Wawan bisa membahagiakan putriku ini," kata Bu Sodikin yang memeluk Feby.


sedang wawan pulang dengan mengunakan motor milik istrinya, karena sepeda motor miliknya ada di gudang, dan saat sampai di rumah miliknya.


Dia mengambil beberapa baju bersih,dan juga beberapa dokumen penting yang dia sembunyikan.


pria itu menonjok pria itu hingga terjatuh, dan balok itu pun terlempar jauh.


Wawan berjongkok di depan pria itu yang sedang memegangi hidungnya yang mungkin patah.


"wah tak ku sangka, jika tuan pengacara ini mau repot-repot datang ke rumah ku yang kecil ini, tapi sayangnya kejutan mu gagal ya," kata Wawan tersenyum mengambil balok kayu itu

__ADS_1


"aku tak terima kamu menikahi Feby, dia itu hanya milik ku," marah Ibra.


"tapi dia sudah menjadi milik ku, dan ah ya... Aku tadi sudah melihat seluruh tubuhnya, dia sangat sempurna, dan kamu ingin tau rasanya, sangat lembut dan sempit," kata Wawan menekan kaki Ibra dengan balok yang dia pegang hingga membuat pria itu kesakitan.


"argh.... Aku akan membuat mu di penjara dan tak akan bebas, cam kan itu," marah Ibra yang merasa begitu buruk.


Pasalnya dia mengira jika Wawan dan Feby sudah melakukan malam pertama.


Dia tak menyangka akan kalah dari pria rendahan seperti Wawan, "kenapa kamu menangis, katanya pengacara hebat, tapi suka main kotor seperti ini, sudahlah pergi dari sini jika tak ingin adik mu itu tidak lagi bisa berfungsi," ancam Wawan.


"tidak semudah itu," kata seorang pria lain yang ingin melukai Wawan.


Tapi dengan cepat, Wawan menyikut tepat di **** *****, dan membuat pria itu langsung tersungkur kesakitan.


Dan saat dia melihat pria yang tengah kesakitan itu, dia tertawa geli, "apa kamu membantunya Amir, ya Tuhan kamu bodoh ya, sudah lebih baik pulang sebelum kamu jadi Kasim," kata Wawan yang bangkit dan membawa tas miliknya.


"aku akan membuat perhitungan dengan mu,"

__ADS_1


"lakukan saja, aku akan membuat keluarga mu hancur, terlebih apa kamu yakin jika kamu itu anak kandung pak RT, dan asal kamu tau, jika bos Hardi tau masalah ini, aku jamin pertunangan mu akan di batalkan dan Vina skan memilih pria yang lebih baik dari mu, cih..." kata Wawan yang pergi.


__ADS_2