Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
cari teman curhat


__ADS_3

bus yang membawa rombongan dari anak-anak ini sampai di sekolah, dan ternyata sudah ada Hardi dan pak Sodikin di sana.


"semuanya baik?" tanya pria itu yang mewakili istrinya.


"iya pak," jawab mereka semua.


Feby dan Vina sudah menyalami keduanya dan kini naik ke mobil untuk pulang, dan ad beberapa siswi yang ikut karena tak di jemput.


setelah mengantarkan para siswi yang lain, kini mereka pun bersiap untuk pulang karena Hana dan ibu Sodikin ini khawatir.


Sesampainya di rumah mereka smea cuci tangan dan kaki sebelum pergi ke rumah Hardi.


ya karena hana tak bisa menginap di rumah orang tuanya,jadi orang tuannya ang menginap di rumah Hardi bersama Feby juga.


"jadi tadi bagaimana kok kalian sadar jika bus-nya dalam masalah," tanya Hana yang penasaran.


"sebenarnya bus tadi itu habis isi solar, terus saat akdn berangkat kok suara bus tak enak gitu, terus pak supirnya berhenti dan ngecek eh taunya ada masalah mesin," kata Feby.


"ya untung tak terjadi apa-apa, ya sudah makan yang banyak ya, eh iya itu tadi ada pentol bakar dari pfk lurah," kata Hana.


"kalian ini aneh ya, sama mantan kok rukun amat,"


"hah... Maksudnya?" bingung Hardi yang tak mengerti.


"iya, kan dulu lurah Aris pernah mau melamar Hana tapi di tolak," kata Bu Sodikin.


"ibu..."


"wah apa ini," kata Hardi yang sebenarnya sudah tau cerita itu.

__ADS_1


"tenang semua sudah masa lalu, dan sekarang semua sudah bahagia dengan pasangan masing-masing," kata pak Sodikin.


setelah itu mereka pun istirahat, tapi Feby masih belum bisa tenang,dia memilih duduk di teras rumah meski sudah jam sembilan malam.


Dia duduk sambil termenung entah perasaannya saat ini sedang campur aduk.


Hardi keluar kamar karena dia tak bisa tidur karena kebanyakan kopi, dia melihat pintu ruang tamu terbuka.


Dia pun melihatnya dan melihat ada Feby sedang duduk di teras sambil termenung.


"kaku sedang apa dek," tanya Hardi yang mengejutkan Feby.


"ah mas Hardi, aku sedang tak bisa tidur saja," jawab gadis itu.


"ada apa, sepertinya kamu sedang ada masalah, coba ceritakan, jika mas bisa pasti mas bantu cari solusinya," kata Hardi yang duduk di sebelah Feby sedikit agak jauh.


Keduanya masuk dan duduk di dapur, karena hampir semua orang sudah tidur, "jadi ada apa?"


"begini mas,"


setelah acara drama selesai, semua melakukan foto bersama tak terkecuali tiga artis utama.


saat Feby ingin mengganti baju, entah kenapa tiba-tiba Amir mendekatinya dan menariknya hingga ke pojok rumah.


"ada apa mas?" kaget gadis itu.


"ada apa, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tolong mulai sekarang jangan mengatakan apapun, aku tau kamu punya rasa padaku, tapi aku menyukai Vina dan aku sudah meminta izin pada kakaknya, jadi tolonglah sadar diri, kamu membuat ku di jauhi Vina dan siapa pria yang datang dari mana, sekarang tampak begitu dekat dengannya,"


"apa yang kamu bicarakan, kenapa kamu menghardik diriku padahal aku tak mengatakan apapun," kata Feby terkejut.

__ADS_1


"alah... tak usah sok polos, pokoknya ingat perkataan ku ini, jangan membuat ku di jauhi oleh Vina, karena bagiku Vina adalah orang yang aku cintai," kata Amir yang kemudian pergi.


Feby tak mengerti apa yang salah, dia tak melakukan apapun yang dituduhkan oleh pria itu.


"ah seperti itu rupanya, padahal Ibra kesini hanya ingin melihat karnaval dan menemui seseorang, ternyata Amir cemburu dan sekarang menyalahkan dirimu," kata Hardi.


Feby mengangguk, ternyata Hardi baru tau jika seorang pria yang mengerti agama dengan baik pun bisa cemburu seperti ini.


Padahal Hardi meminta Ibra datang untuk melihat seorang gadis, dan untuk Vina yang dekat dengan pemuda itu, ya karena mereka sudah kenal lama.


"sudahlah tak usah di pikirkan, aku yang akan menjelaskannya nanti, kenapa Ibra kesini, tapi kalau menurut mu, Ibra itu bagaimana Feby?" tanya Hardi penasaran.


"pria yang baik dan memiliki karir bagus, tapi karena kemarin hanya berkenalan singkat aku rasa dia orang yang baik dan enak di ajak ngobrol, terlebih Vina sangat terlihat nyaman dengannya,"


"Ita, mereka sudah mengenal lama, kamu juga bisa curhat dengannya, tunggu aku beri nomor telponnya padamu, dan kamu bisa bertukar kabar atau konsultasi, karena dia ini memiliki ilmu psikologi yang bagus," kata Hardi yang mengirimkan nomor ponsel Ibra pada adik iparnya itu.


"terima kasih mas, bdnti biar aku coba menghubunginya, tapi nanti biaya konsultasinya bagaimana?"


"tenang kakak mu ini yang akan menanggungnya," kata Hardi.


Akhirnya Feby pun masuk kedalam kamar yang dia tempati dan dia memilih istirahat, sedang untuk Hardi dia pun tampak berpikir sesuatu.


Tiba-tiba dia terkejut melihat Hana yang ternyata mendengarkan Semuanya.


"terima kasih...".


"untuk apa?"


"untuk semuanya," jawab Hana

__ADS_1


__ADS_2