
Hardi sedang berada di gudang, saat tiba-tiba dia mendapatkan telpon dari adiknya.
Ya Vina yang jarang menelpon jam sibuk, tiba-tiba melakukannya.
"halo mas... Hiks..." suara bunda yang serak seperti menangis
"Vina kamu kenapa, kok nangis?" tanya Hardi terkejut bukan main
"mas ... Aku melakukan kesalahan, karena membantu teman, orang tuanya ingin melamar ku, padahal aku tak menyukainya, aku tak menyangka orang tuanya sangat antusias saat tau jika aku benar-benar adik mas..."suara Vina yang membuat Hardi frustasi.
"kamu itu kan sudah aku bilang, fokus kuliah kenapa malah membuat masalah, sudah itu akan mas urus," kata Hardi menghela nafas panjang.
Vina tak menyangka jika dia harus melakukan itu, dia bahkan tak mau menemui Rei.
ya yang awalnya hanya ingin menolong, tiba-tiba dia harus menikah karena paksaan orang tua pria itu
"ini keterlaluan, aku hanya menolong ku untuk pura-pura jadi kekasih mu, tapi kenapa orang tua ku ingin aku menjadi istri mu, bukankah itu sangat menyebalkan," marah Vina pada pria itu.
"maafkan aku Vina, aku juga tak menyangka jika orang tua ku akan meminta ini, tapi tolong bantu aku," kata Rei yang masih memohon
"aku tak mau, karena aku tak ingin menikah sekarang, dan berhenti memaksa ku,"teriak Vina yang benar-benar kesal.
Pasalnya orang tua dari Rei ini memaksanya untuk menikahi putranya karena keluarga itu tau sekaya apa keluarga Hartono.
Bahkan sebelum pergi, orang tua Rei melukainya dengan meminta ganti rugi jika Vina tak ingin menikah dan hanya mempermainkan Rei saja.
Dia benar-benar jijik dengan keluarga seperti itu, dan Vina ingin segera pergi dan tak mau berurusan lagi dengan pria itu.
pukul empat sore, mobil Wasis sudah sampai di tempat kos Vina,bahkan Hima yang mengerikan usul pun tak berani menegur Vina karena permasalahan yang terjadi.
Vina tampak diam, Wasis turun dari mobilnya dan segera menghampiri gadis itu yang tengah sedih.
"Vina..." panggil Wasis.
melihat sosok teman kakaknya itu, Vina langsung memeluk Wasis erat.
"mas... aku tak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin membantu..."
"iya aku tau, aku akan membantu mu meski aku harus melakukan apapun untuk bisa melakukannya,"
Vina pun hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya, tiba-tiba mobil yang di kendarai oleh Rei datang.
Vina mengambil tas besar miliknya, dan dia ingin cuti kuliah juga.
"Vina ikut mobil kami, karena itu permintaan orang tua ku,karena mereka takut kamu akan lari,"
"kenapa kamu begitu pengecut, kenapa kamu memaksa ku untuk menikah dengan ku,padahal itu hanya kebohongan, aku tak ingin menikah!!" teriak Vina yang emosional.
"ini hanya pernikahan Vina, aku berjanji akan membuat mu bahagia," kata Rei yang membuat Wasis marah.
__ADS_1
"dasar bajingan, apa kamu bilang bahagia, sekarang saja kamu sudah memaksanya seperti ini, dan seandainya kamu jadi suaminya pun itu sangat menyedihkan, mengingat kakuntak bisa berontak sedikit pun," marah Wasis.
"siapa kamu hingga mau ikut campur,"
"kau tak perlu tau," dorong Wasis hingga membuat Rei terjungkal.
"sudah mas,lebih baik kita pulang dulu, dan terserah kamu mau ikuti atau tidak," kata Vina yang memilih ikut dengan Wasis.
Orang tua dari Rei merasa aneh, karena permintaan mereka yang menginginkan agar keduanya menikah.
Vina dan Rei malah terlihat pertengkaran, padahal itu hal baik yang di inginkan pak Sugiono.
"Rei, kenapa calon mantu malah ikut mobil pria itu, apa kalian bertengkar sekarang?"
"iya ayah,dia hanya sedang terkejut, dan pria itu hanya orang yang selalu jadi penjaganya, jadi tak perlu khawatirkan," kata Rei yang masih tak ingin jujur pada orang tuanya.
Hardi mengumpulkan semua orangnya, Wawan bahkan memanggil empat orang kepercayaannya, dan Hardi juga terpaksa meminta Abdi datang.
Setelah sekian tahun akhirnya pria itu datang lagi ke rumah putranya itu.
"apa Vina membuat masalah?" tanya Abdi yang di jawab dengan anggukan kepala.
"dia di minta menikah dengan pria yang dia tolong, jika dia tak mau atau menolak, dia harus mengganti dengan uang, karena Vina telah menghancurkan pertunangan yang sudah di janjikan, jadi itu konsekuensi yang harus di tanggung, dan bodohnya bocah itu, dia menolong tanpa tau jika ada masalah itu,"
"sepertinya tak sesederhana itu, apa Vina bertemu dengan orang yang mengenalnya saat di rumah orang itu," tanya Abdi mencoba berpikir dengan tenang.
"iya ayah, dia bertemu pengacara Hans, dan pria itu mengatakan jika Vina putri juragan Hartono yang keya raya, dan itulah yang menjadi cikal bakal masalah ini," kata Hardi yang memijat kepalanya pusing.
"inggeh om," jawab Wawan yang tak pernah berani melawan pria itu.
pengacara Hans yang mendapatkan telpon pun kaget, karena sudah sekian lama dia tak di panggil seperti ini.
Tapi dia tak bisa menolak jadi dia bergegas datang ke desa dan untungnya sekarang sudah ada tol yang mempermudah perjalanan.
Mobil Wasis hampir sampai di desa Vina, pria itu berusaha untuk tetap menenangkan gadis itu yang masih terisak.
Mobil pun sampai di gapura desa, terlihat beberapa orang langsung mengawal di depan mobil Wasis.
"ayah Abdi..." lirih Vina saat mobil Wasis sampai di rumah mewah yang sangat luas itu
bahkan Wasis kaget melihat ada banyak pria yang menunggu kedatangan mereka.
Vina turun dari mobil dan langsung lari ke arah Hardi, Abdi yang melihat ada mobil lain yang datang selain mobil Wasis pun menunjukkan wajah seram.
Wawan maju bersama empat orang kepercayaannya, Guntur yang melihat mobil itu segera tau jika itu mobil milik keluarganya.
"adik sialan!!" maki Guntur yang langsung maju tanpa basa-basi langsung menarik Rei dan menampar pria itu hingga tersungkur.
"bisa-bisanya kamu ingin mempermainkan gadis yang berasal dari keluarga bos ku!!" marah Guntur yang menendang Rei hingga pria itu kesakitan.
__ADS_1
Wawan menarik Guntur, "tenanglah, kamu ingin membunuhnya di sini," bentak Wawan
"kenapa kamu disini,kami datang untuk melamar gadis yang sudah menjadi kekasih adikku, bukannya mendukung kamu malah membuatnya terluka, kamu itu anak tak berguna," marah pak Sugiono.
mendengar itu Hardi dan Abdi serta semua orang bisa menebak perangai kepala keluarga itu.
"apa putra tak berguna, tuan yang menghidupi anda setiap bulan mengirimkan uang itu putra pertama mu ini,bukan anak tak berguna mu itu, bahkan pria goblok ini hampir membuat istriku celaka saat di Surabaya,karena dia tak bertanggung jawab melindungi tiga gadis yang di ajaknya jalan-jalan,jika aku tak ingat dia adik Guntur,aku sudah memisahkan kepala dan tubuhnya," marah Wawan yang membuat Hardi makin murka mendengarnya.
"apa ... Dia yang membuat Feby hampir terluka karena Ibra saat itu," tanya Hardi yang membuat Vina takut.
"maafkan aku... Aku yang mengajak Feby," kata Vina.
"ayah titip Vina dulu," kata Hardi yang langsung maju ke depan semuanya.
keluarga Rei masih tak mengerti,"tunggu dulu,ini kenaia semuanya menyalahkan Rei, dia itu putra yang baik," kata pak Sugiono.
"tidak!!" bentak Guntur.
"putra mu itu cuma pembuat masalah, bahkan aku harus menyelesaikannya,dan bisa-bisanya kalian tak sadar diri ingin menikahkan pria tak berguna ini dengan adik bos Hardi,"
"karena aku menyukai Vina dari pertama dia datang ke club milik ku, dan dia menyetujui hal itu," kata Rei yang langsung di gampar oleh seorang wanita.
Dia adalah Feby, "cukup!! Kamu itu pengecut, kamu membiarkan aku dan Vina hampir celaka karena sikap cuek mu, dan kamu bilang kamu menyukainya, kamu hanya peduli padanya saat kamu tau siapa kakak Vina," marah Feby.
tiba-tiba Feby memutar sebuah percakapan antara Rei dan Hima, "terima kasih ya Hima, kamu sudah membuat Vina mau menolong ku, aku akan membantu mu jika butuh bantuan apapun itu, karena setelah aku selidiki, kekayaan dari keluarga Vina itu tak sedikit, dan aku bisa menguasainya nanti, jadi aku harus menikahinya bukan,"
"ya kamu benar, tapi kamu tak akan mudah melakukan itu,karena Vina punya kakak dan banyak orang yang melindunginya, bahkan kakak sepupu ku saja yang sekejam psikopat itu adalah anak buah kakak Vina,"
"aku tau kok, tapi aku punya hak yang bisa di lakukan, jika tidak bisa menikahinya dengan cara baik-baik, bagaimana jika membuatnya hamil anak ku, ha-ha-ha..." kata Rei yang terdengar bahagia.
"masih mau mengelak," kata Feny yang mematikan pemutar suara itu.
"wanita sialan!!" maki pria itu yang ingin menyerang Feby.
Hardi menarik Feby kepelukannya, sedang Wawan meraih tangan Rei dan langsung mematahkannya tanpa ampun.
"argh...." teriak pria itu.
Guntur tak bergerak karena itu semua kesalahan dan kebodohan adiknya.
"tidak ... Reihan... Guntur kenapa diam saja, adik mu di lukai seperti itu, kamu mau membela adik mu atau jangan anggap aku ibu mu lagi," marah ibu Rei.
guntur melihat wanita yang sudah melahirkannya itu, "memang ibu pernah menganggap ku ada, ibu bahkan lebih suka di panggil ibu Rei di banding ibu Guntur, ibu dan ayah yang membuang ku, jadi sekarang aku tak punya keluarga lagi, karena aku hanya punya bos ku yang menolong ku saat aku berada di jalanan, dan hampir mati," kata Guntur yang membuat kaget ibunya itu.
Pengacara Hans baru datang dan kaget dengan apa yang terjadi.
"ada apa ini?" tanya pria itu bingung.
"om bertanya, bukankah om juga sudah tau karena om yang membuat semua ini terjadi," kata Hardi ketus.
__ADS_1
Pengacara Hans pun mengerti apa yang di maksud Hardi, "aduh... Keluarga kalian itu bodoh ya, aku sudah bilang kan kemarin lalu, jangan berharap bisa menikahkan putra bodoh kalian itu dengan Vina, karena bisa saja bukan pernikahan yang kalian dapat, tapi pemakaman putra mu, ternyata kekayaan keluarga Vina yang menggoda kalian ya," kata pengacara Hans malu.