
Tak butuh waktu lama, Vina sudah selesai belajar, dan kini dia bersiap untuk lari pagi.
Sedang Hardi dan Hana sudah tak ada, tapi ternyata kakak iparnya itu sedang berbelanja di pedagang sayur yang cukup jauh dari rumah.
"loh mbak Hana sendirian, bawa motor?" tanya Vina yang tak sengaja melihat wanita itu.
"iya dek, mbak jalan kaki sekalian olahraga ringan, kamu putar satu kali dulu, nanti kalau mbak belum selesai bantu ya," kata Hana.
"siap," jawab Vina yang langsung mulai lari.
Saat sedang berbelanja, beberapa ibu-ibu juga mulai berdatangan untuk belanja juga.
"wah mbak Hana sudah belanja pagi-pagi, ada apa kok tumben?" tanya salah satu ibu yang terkenal nyinyir.
"iya ibu Julia, saya kebetulan bangun lebih pagi dan saya juga ada pesan sesuatu pada pakde sesuatu," jawab Hana sopan
"memang pesan apa sih, tak mungkin dong istri mas Hardi yang tinggal di rumah mewah tak bisa bayar, ya kali ternyata miskin," kata Bu Julia.
mendengar itu membuat Hana hanya tersenyum saja, "mbak juragan, ini pesanannya ya ada lidah sapi dua, buntut satu lonjor, ayam kampung tiga ekor, bebek tiga ekor dan ayam pedaging lima ekor,dan kikil yang sudah di potong dari dua kaki," kata penjual sayur itu.
mendengar pesanan dari Hana, membuat para ibu-ibu yang sedang belanja terkejut.
kenapa Hana yang tinggal cuma bertiga, tapi belanja dengan begitu banyak seperti itu.
__ADS_1
"jadi ini uangnya, tolong di hitung dan saya minta sayur capcay ya," kata Hana.
"ini kebanyakan mbak juragan," kata pedagang itu saat menghitung uang dari Hana.
"buat anaknya jajan pak, terima kasih sudah mau saya repotkan," kata Hana tersenyum.
Vina akhirnya selesai berolahraga, dan menghampiri kakak iparnya,"bagaimana mbak, sudah belanjanya?"
"sudah bantu bawa ya dek," kata Hana.
"siap mbak ku," jawab Vina.
Saat akan pergi,Bu RT datang bersama dengan Amir, "loh mbak Hana dan Vina sudah mau pulang, ya saya kesiangan dong," kata wanita itu.
"iya Bu, karena kami harus bersiap ke sekolah," jawab Hana sopan.
Amir pun tersenyum dan langsung mengambil belanjaan Keda wanita itu dan mengutarakan pulang
"kemarin juragan bilang mbak ga Hana mau ke tempat Mak Ina, apa saya bisa berangkat bersama, karena saa bisa buat mereka tak berani menganggu Mak Ina," kata Bu RT dengan wajah bersungguh-sungguh.
"baiklah Bu, saya setuju, tapi agak siangan ya karena saya ada jam pagi untuk Ngajar,"
"iya gak papa,cukup telpon saja ya mbak," kata Bu RT.
__ADS_1
akhirnya mereka pun berpisah, sedang Hana tampak begitu senang melihat Vina yang bisa tersenyum selepas itu saat berdekatan dengan Amir.
meski dia sebenarnya juga tau jika adiknya juga menyimpan perasaan ada pria itu, tapi apa yang mau di Kata jika yang pria malah mencintai wanita lain.
saat mereka sampai, Amir langsung pamit karena tak enak jika harus mampir.
jadi Hana langsung menarik adiknya itu untuk segera membantunya mengemas semua yang tadi di beli.
Setelah semuanya beres, kini Hana sudah menyiapkan sarapan di meja, Vina bingung kenapa bisa secepat itu
Padahal barusan kakak iparnya itu masih menata kulkas, tapi dua puluh menit kemudian sudah tertata rapi semua masakan untuk sarapan.
di rumah keluarga Rina di dapur terjadi adegan yang tak seharusnya, Leli pun hanya bisa menikmatinya.
setelah puas,dia pun melanjutkan masak dengan sedikit ngos-ngosan, tapi semuanya beres.
Sedang pak syam berangkat ke pasar duluan setelah puas dan tak lagi pusing.
Dan saat Leni ke dapur, dia melihat kakak iparnya itu masih sibuk memasak.
"kamu mau memasak itu ayam sampai hancur, ayah juga sudah pergi kenapa kamu masih di rumah?" tanya gadis itu ketus.
"aku sedang izin berangkat siang, lagi pula aku nanti harus pulang sore karena ada beberapa barang yang baru datang," jawab Leli.
__ADS_1
Dia tak gugup, ibu Rina dan Dimas juga baru bangun dan mandi, setelah itu keduanya duduk di meja makan dan menikmati sarapan yang di buat oleh Leli.
Leni tak menyangka ibunya yang selama ini sangat cerewet, tapi beberapa hari ini cukup pendiam.