Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
tak sabar lagi


__ADS_3

Hardi sedang mengusap perut istrinya, dia membantu Hana untuk mengoleskan krim agar istrinya itu tak mengalami Stretch mark.


pasalnya perut Hana harus di huni oleh dua benih unggulnya, dan dia masih tak percaya percaya dengan hal itu.


"mas kamu kenapa sih, kok sampai bagus gitu, aku tak papa loh," kata Hana yang merasa geli melihat suaminya itu.


"aku masih tak percaya, di dalam sini ada dua putra ku, Arga dan Abrar," kata Hardi dengan senang.


"iya mas, jadi tolong bekerja keraslah karena dua putra ku ini akan membutuhkan biaya yang tak sedikit," kata hana yang membuat suaminya itu tersenyum.


"pasti itu sayang,pasti..."jawab Hardi.


Akhirnya mereka pun istirahat, dan yang membersihkan rumah adalah para orang yang nendng sengaja di pekerjakan sebelumnya.


mereka membuat rumah kembali bersih, dan semua kembali ke tempat asalnya.


Setelah semua beres orang tua dari hana baru bisa istirahat, sedang Feby dan Vina sudah tidur dari sore karena besok mereka harus mengikuti lomba voli tingkat provinsi.


dan mereka juga membawa suporter untuk besok pagi,karena Hana sudah mempersiapkan semuanya.


Esok paginya, Hana bangun dan mulai melihat di dapur ternyata masih ada nasi dan lauk fan tinggal memanaskan saja, jadi dia tak usah memasak.


Dia pun memilih berjalan iagi dengan Hardi di sekitaran rumah mereka, terlihat Hana tampak beberapa kali mengatur nafas.


Hardi pun mengajak istrinya itu untuk beristirahat, karena kehamilan di trimester ketiga ini memang akan cepat sekali lelah.


"jadi apa ini lelah, jika bisa aku akan mengantikan mu," kata Hardi yang mengusap perut istrinya itu


"tidak apa-apa mas, namanya juga perjuangan ibu, dan lagi aku bahagia karena bisa membawa dan merasakan perkembangan dari buah cinta kita," kata Hana tersenyum.


"tapi aku yang merasa kasihan dengan dirimu, kamu kelihatan sangat lelah, apa aku perlu membuat surat curi untuk mu sampai melahirkan nantinya," kata Hardi.


"tidak usah mas, aku sengaja cuti di akhir-akhir karena ingin tinggal lebih lama dengan putra-putra kita saat mereka lahir," kata wanita itu mencoba memberikan pengertian pada suaminya itu.

__ADS_1


Tapi tentu saja Hardi tak akan bisa menerimanya, terlebih istrinya itu sangat kesulitan, tapi dia tak bisa melakukan apapun kecuali hanya bisa menjadi suami siaga.


tentu dia menyerahkan semua pekerjaan pada orang-orang kepercayaannya untuk dia bisa fokus pada istrinya itu.


Di tempat lain, ada Helmi yang sudah selesai masak sarapan untuk suami dan putranya


karena dia harus pergi ke kecamatan untuk melakukan rapat koordinasi.


karena akan ada kegiatan yang membutuhkan Keikut sertaan dari para ibu-ibu PKK desa.


Lurah Aris pun memeluk istrinya itu,"maafkan aku ya sayang, kamu jadi sangat sibuk karena menjadi ibu lurah,"


"mas ini ngomong apa,aku menyukai ini, aku suka menjadi ibu di desa,aku bisa membantu mu dalam mengurus desa ini, dan lagi aku punya kegiatan dari pada aku duduk di rumah hingga bosan," kata Helmi yang membuat lurah aris sangat senang.


Karena dia tak menyangka jika istrinya itu begitu bersemangat untuk membangun desa melalui jalur yang lain.


tapi dia akui jika PKK dan para wanita desa ini semakin kreatif dengan adanya istrinya yang aktif memberikan penyuluhan.


Tapi untuk hasil yang baik semua itu tak masalah, "jadi ayah mau ikut pencalonan lagi?" tanya Satria yang penasaran.


"kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya lurah Aris yang merasa aneh saja mendengar pertanyaan putranya yang masih sekolah dasar.


"ayah tau, aku sangat senang saat mendengar guru dan teman-teman ku memuji ayah,mereka bilang jika ayah itu lurah yang baik, dan bunda adalah orang yang memberikan pekerjaan pada ibu mereka," kata bocah itu.


mendengar itu, lurah Aris menoleh ke arah istrinya, "memang kenapa kalau ayah tak ikut lagi nak, kan ayah sudah kali menjabat sebagai lurah di desa ini," kata lurah Aris yang memberikan pengertian pada putranya itu.


"sebenarnya banyak yang bilang jika mereka takut jika semua akan berubah jika lurah baru yang menjabat," kata satria.


"tenang saja nak,bunda yakin siapapun yang nanti akan menjadi lurah di desa ini akan membawa kemajuan, seperti halnya ayah juga," kata Helmi yang berusaha membuat tenang putranya itu.


"seperti itu ya bunda, ya sudah nanti biar aku bilang pada teman-teman ku jika siapapun lurahnya pasti akan bisa membawa kemajuan desa," kata satria dengan senang.


Lurah Aris merasa bimbang,Helmi menyentuh pundak suaminya itu dan memberikan semangat.

__ADS_1


"apa pun yang menjadi pilihan ku mas, aku akan menjadi pendukung mu,dan aku siap mengabdi bersama mu dimana pun kamu bekerja nantinya," kata Helmi yang membuat lurah Aris tenang.


terlebih Hardi siap membantu biaya jika pria itu ingin mencalonkan diri lagi, karena Hardi belum menemukan sosok yang pas untuk memimpin desa ini sebaik pria itu.


bahkan sekarang lurah Aris berhasil mengusir para Bank tritil yang ingin masuk desa, di usir dengan tegas.


Dan perlahan semua ekonomi dari warga mulai membaik karena bantuan yang di berikan.


Seperti pelatihan untuk UMKM dan memberikan tempat untuk memasarkannya,bahkan sekarang Helmi juga sibuk menjadi owner untuk toko online yang memasarkan semua produk dari ibu-ibu mandiri di desa.


pagi itu, Helmi berangkat dengan istri dari pak sekdes dan istri dari para Kasun di desa.


mereka sampai dan langsung duduk di kursi tang ternyata sudah di beri nama sesuai perwakilan masing-masing.


Saat acara di buka oleh ketua pkk kecamatan, ternyata selama ini ada penilaian dari tim kecamatan yang di lakukan secara diam-diam.


Itu membuat Helmi kaget karena dia tak tau sedikitpun begitu pun dengan para ketua PKK yang lainnya.


Dan yang tak terduga adalah desa mereka menang untuk tingkat kemandirian UMKM Desa.


bahkan iklan promosi yang di buat bersama Hana pun menjadi contoh bagi semua desa.


Dia pun tak menyangka akan hal itu, dan dengan khusus pak camat memanggil suaminya ke kecamatan.


di depan semua orang, lurah Aris memberikan bunga pada istrinya itu karena sudah bekerja keras untuk membantu desa bangkit dari jerat kemiskinan.


"kita tak mengira jika pasangan pak lurah ini sangat romantis ya," kata pak camat memuji mereka berdua.


mereka pun mendapatkan ucapan selamat dan desa akan di jadikan desa percontohan, dan tentu akan mewakili kecamatan untuk ikut lomba desa mandiri dan sehat tingkat provinsi.


Dan persiapan itu akan sangat menguras waktu dan tenaga, tapi Helmi yakin jika mereka bisa.


Dan dengan dukungan suaminya dia pasti bisa melewati semuanya dengan sukses nantinya.

__ADS_1


__ADS_2