
Wawan membukakan pintu mobil untuk istrinya itu, "mobil Siaoa mas?" tanya Feby yang baru melihat mobil ini.
"mobil kita, ya kamu bisa pakai jika butuh, karena aku sekarang harus mulai mengurus semua usahaku sendiri, karena bos Hardi sudah memecat ku," kata Wawan dengan ramah
"benarkah,"kata Feny malu dan gugup.
Wawan menyadari tingkah istrinya itu yang terlihat gugup dan tak tenang, "ada apa sayang, sepertinya kamu sangat gugup,"
"bagaimana ya, aku tak pernah melihat mas tanpa brewok dan kumis, dan sekarang mas tampak begitu muda dan ganteng,aku jadi takut jika suamiku ini akan di lirik orang lain," kata Feby jujur.
"tenang saja sayang, bagiku hanya kamu yang aku cintai," jawab Wawan.
"jangan gombal mas,tadi saja di kampus sampai heboh karena dirimu," kata Feby yang benar-benar takut di tinggalkan.
"tidak aku mengatakan hal yang sebenarnya, karena aku hanya tau istriku ini yang bisa menerima diriku ini,"
Mendengar itu membuat Feby malu, dan akhirnya mereka sampai di rumah.
"aku belum masak, mas pasti lapar kan," kata Feby yang ingat kewajibannya.
"tidak perlu sayang, kita bisa makan di luar, karena aku harus pergi ke kota Surabaya untuk mengurus sesuatu,apa kamu mau ikut?" tawar Wawan.
"baiklah mas," jawab Feby yang memeluk Wawan erat.
keduanya pun masuk kedalam rumah, Feby mandi terlebih dahulu agar punya waktu lebih untuk bersiap.
karena Wawan akan cepat bersiap karena dia seorang pria, keduanya menggunakan kaos dan jaket jeans yang sama.
Bahkan celana jempol berwarna hitam menjadi perpaduan yang pas, di tambah Feby tetap cantik dan terlihat lembur dengan polesan make-up yang natural.
"sekarang kamu yang sangat cantik ini membuat ku takut,"bisik Wawan.
"tidak mas, karena aku hanya milik mu, bagaimana kita berangkat sekarang," tanya Feby yang di angguki oleh Wawan.
mereka sempat berhenti di rumah makan dulu sebelum masuk ke jalan tol agar memangkas waktu lebih cepat.
Guntur sedang menunggu kedatangan dari Wawan yang sudah cukup lama meninggalkan markas milik mereka.
"apa bis Guntur yakin jika bos besar skan datang," tanya Anto yang takut jika itu cuma kebohongan.
"tentu saja yakin,tapi nanti jangan kaget jika bos besar datang dengan istrinya," kata Guntur.
"apa..."
__ADS_1
"ya bos besar sudah menikah," jawab Guntur yang penasaran dengan istri dari Wawan itu.
Tak lama sebuah mobil berwarna hitam sampai di markas itu.
Dan ternyata Wawan datang sendirian, "selamat datang bos, kok sendirian?"
"kenapa, kamu berharap aku dengan siapa gun, sudahlah apa anak-anak semuanya kumpul,"
"di markas hanya tersisa kami berlima, karena yang lain sudah bis tempatkan di usaha milik anda,"
"bagus, karena hanya kalian berlima ini kepercayaan ku," jawab Wawan yang melihat kelima orang itu.
"kami siap melayani anda bos!!"
Sedang Vina di buat kaget saat melihat Feby sedang berdiri di depan kos-kosan miliknya.
"Feby!!"
"halo Vina, aku datang bawa coklat," kata Feby yang langsung berpelukan dengan sahabatnya itu.
"kamu datang kesini,ayo masuk kita bicara di dalam," ajak Vina.
Mereka masuk, tapi baru juga duduk, tiba-tiba ponsel Vina berdering dan itu telpon dari Rei.
"angkat saja,",
"aku ingin mengajak mu dan Hima makan bersama di restoran di mall,"
"boleh tapi aku ada tamu,dan tak mungkin aku meninggalkan dia sendirian di kos dong,"
"ajak saja, dan biarkan dia tau kehidupan malam di kota besar ini," kata Rei dengan santai.
"baiklah, ayo kita makan malam, tidak hanya bertiga kok ada klub muathai tempat ku berlatih, kamu juga harus tau,"
"baiklah aku akan ikut, toh suamiku juga sedang sibuk dengan usaha miliknya,"
"bagus, dan tenang saja aku bisa melindungi kalian kok," kata Hima dengan yakin.
mereka pun naik gr** mobil agar tak merepotkan, dan Feby membayar untuk itu, toh uang sakunya banyak dari Wawan.
Mereka sampai di Tunjungan plaza Surabaya, dan ternyata para anggota klub itu sudah menunggu mereka bertiga.
Dan terlihat para pria itu sepertinya kagum melihat Feby yang ikut dengan Vina dan Hima.
__ADS_1
"wah siapa ini yang di ajak," tanya Nando teman baik Rei.
"dia sahabat terbaik ku dari desa, namanya Feby," kata Vina memperkenalkan.
"halo semuanya, salam kenal saya Feby, semoga kita bisa berteman ya," kata Feby dengan sopan.
"ya salam kenal Feby, sebaiknya kita masuk karena aku sudah reservasi di dalam," kata Rei yang memang mempersiapkan semuanya.
mereka sampai di sebuah food court yang menjual dimsum dan berbagai makanan Chinese.
Feby memesan yang pasti-pasti saja, begitupun dengan Vina, Rei tak menyangka jika akan bertemu Feby yang sangat mendekati kriteria gadis idamannya.
Bedanya, dia suka gadis yang punya rambut panjang tergerai, sedang Feby memakai jilbab itu saja.
"setelah ini kita ke Timezone yuk,kita main masih jam tujuh ini," kata Rei mengusulkan.
"baiklah, Feby mau ikut," tanya Hima yang menunjukkan jika Suaminya sedang sibuk.
"baiklah," jawab Feby yang sudah lama tak main dengan Vina.
Akhirnya mereka membeli tiket, dan Feby membeli sendiri, tak lupa dia juga mengirimkan pesan pada suaminya itu agar tak khawatir,dan juga sempat foto selfi dengan Vina dan Hima.
"apa urusan kalian semuanya lancar?" tanya Wawan yang benar-benar tak menyangka jika bisnis mereka seberkembang luas seperti ini.
"tentu saja dengan sangat baik bos, tapi jika tanpa arahan bos dan juga bantuan pak Ian, sepertinya semuanya mustahil," kata Guntur.
"baiklah,sebulan kedepan kalian harus jadi tim sukses ku untuk pemilihan Lurah di desa, dan tentu saja tugas kalian tidak hanya itu, tapi ada tugas lain juga," kata Wawan memastikan jika semua anak buahnya mau.
"baik bos besar, kami mengerti," jawab Guntur
"itu bagus, dan aku berharap kalian juga mulai memikirkan masa depan kalian ya, jangan sampai kalian hanya berkutat dengan pekerjaan dan lupa untuk bahagia,"
semuanya tampak diam, Wawan tau jika jarang orang yang mau menerima kenyataan orang jalanan seperti mereka ini.
"tak usah khawatir,jika sudah bertemu dengan orang yang tepat, semuanya pasti akan ada jalannya,"
"siap bos," jawab mereka berlima.
Sedang di tempat bermain, tak sengaja Feby dan Vina bertemu dengan Ibra, pria itu sedang mengandeng tangan wanita lain.
Ibra melepaskan tangan gadis itu dan langsung menahan tangan Feby saat wanita itu ingin menghindarinya.
"apa kamu ingin mengabaikan diriku, tolong kembalilah padaku Feby," kata Ibra dengan suara memohon.
__ADS_1
"tolong lepaskan, karena kamu melukaiku," kata Feby yang menghempaskan tangan Ibra dengan tegas.
"kita sudah berakhir, jadi silahkan cari wanita lain untuk kamu jadikan istri," kata Feby tegas dan dingin.