Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
sabar sayang


__ADS_3

Wawan masih mengawasi di sawah miliknya saat tiba-tiba, Guntur masuk ke dalam aliran air yang dibuat di samping sawah.


Bukannya menolong Wawan malah menertawakan anak buahnya itu, "tur matamu picek po piye, kok isane, ono? juglangan kali sak mono ra kitok iki piye to yo yo?"


"dancuk aku yo gak nguwasi aku mau bos, " kesal Guntur yang bangun tapi sudah basah kuyup.


"Wes saiki mulih disek pa piye? opo di terusno ae oleh kerja, terserah awakmu, saiki Soal e aku iso nunggu disek, lek awak e karep mulih gak popo,"


"ra, usah mulih, tak terusno wae, daripada engko gajiku dipotong ambi bos, kuwi kan Waktu adalah uang, ya To."


"Lha iku pintar, yo wes, tutukno disek ya, aku saiki arep mulih, soale arep nelpon nyonya," jawab Wawan yang membuat semua orang heboh.


Sedang Guntur yang melihat tingkah Bosnya, itu hanya bisa diam, dia tak menyangka akan melihat sosok Wawan yang sekarang berubah seratus delapan puluh derajat.


Di kampus Vivi sedang mengganggu Feby, dia hanya ingin merekam Feby diam-diam.


Tapi beberapa kali Feby malah membuat rekamannya sedikit berantakan.


"Apa sih, kamu itu, jangan merekam ku diam-diam begitu, Aku tidak suka, Jangan lakukan itu, hentikan!"suara Feby yang sedikit meninggi.


"Ayolah, Bu, Lurah, ini kan untuk kegiatan harian calon Bu Lurah kita, meskipun Anda belum dilantik, tapi sudah pastikan, calon ibu lurah," kata Vivi dengan gerakan tangan yang luwes.


"alah, Bilang saja, kamu mau ketemu sama Bang Guntur mu itu kan, bukan hanya Guntur saja jika ada, halilintar mungkin juga mau petir mau di samber juga, cih..." kesal Nita.


"Anda iri bilang Bos!" kata Vivi yang membuat Feby memukul kedua temannya itu dengan buku yang di bawa.


"Sudah hentikan, kita ke kantin sekarang, Aku sedang lapar, dan ingin makan siomay, jadi jangan ribut," kata Feby yang bangkit dari kursinya, dan bergegas keluar dari ruang kelasnya.


Melihat temannya itu sudah pergi, kedua Gadis itu pun ikut bangkit dan mengejar Feby.


mereka sampai di kantin dan ternyata cukup ramai juga di sana saat jam istirahat.


mereka memesan, dan duduk di salah satu pojok yang dekat tempat penjual somay.


Feby mengecek ponselnya, dan mendapatkan pesan dari suaminya.


"tentu saja boleh, aku juga mencintaimu..." kata Feby yang mengirimkan voice note pada suaminya.


Nita dan Vivi yang mendengar itu pun, langsung menoleh kearah Feby dan keduanya merasa geli.


Bagaimana tidak, Feby bisa-bisanya mengatakan itu di depan banyak orang.


"Kenapa menatapku seperti itu, apa ada yang aneh?" tanya Feby dengan santai.


"Hai Nyonya, Tolonglah peka sedikit, ini depan banyak orang, bisa-bisanya kamu mengatakan itu," kata Nita tak habis pikir.


"Emang ada yang salah, aku bilang, I love you pada suamiku sendiri."

__ADS_1


"Yah jangan sampai pada suami orang, bisa-bisa kamu disebut pelakor," kata Vivi yang membuat Feby tertawa.


Tak lama pesanan mereka datang, ternyata Feby hanya pesan somay pare, telur dan somay tahu.


bahkan Nita dan Vivi yang melihat Feby makan somay pare dengan lahap pun di buat nyengir.


Mereka tak bisa membayangkan bagaimana rasa pahit itu akan menyebar kedalam mulutnya.


"Apa itu tidak pahit ya?" lirih Vivi merinding.


"ini sangat enak kok, mau coba juga nih aku kasih deh buat kalian," kata Feby mengulurkan sendok berusia somay pare


"Maaf Nyonya Saya alergi pare," kata Nita yang membuat Vivi menoleh.


"aku juga tiba-tiba jadi alergi Pare,"


"Ya sudah kalau nggak mau biar aku makan sendiri,"


Kedua wanita itu bukannya tidak mau, tapi mereka menghindari jika sampai ada yang terjadi pada Feby.


Karena pada dasarnya, setiap wanita sedang hamil, pasti akan ada hal-aneh.


Mereka hanya tidak mau jika Feby akhirnya malah ngidam atau membuat keributan nantinya.


karena jam pelajaran mereka masih cukup panjang, Setelah membeli siomay, Mereka pun pergi ke taman, dan tak lupa, Feby juga membeli beberapa camilan.


"Hah, rasanya tenang sekali, karena bisa istirahat dulu, Oh ya, setelah ini, ada pelajaran apa lagi ya? aku lupa."


"aku gak macam-macam kok, yo, aku lho cuma bikin ownar satu macam tok. kalian lupa ya kayaknya."


"Halah ruwet ngomong karo cah situk Iki," kata Vivi kesal.


Tak terasa jam tiga sore pun akhirnya datang, terlihat Wawan sudah berdiri di parkiran kampus untuk menjemput istrinya.


"Lho Mas sudah datang aku kira nanti jam setengah empat baru jemput," kata Feby yang menghampiri suaminya itu.


"Aku lebih baik menunggu, dari pada kamu yang harus menunggu lama dek,"


"Assalamualaikum, Pak Lurah, waduh, Sudah datang menjemput Nyonya nih." kata Nita dan Vivi yang bergabung dengan pasangan itu.


"wa'alaikumussalam. Iya nih datang mau jemput nyonya, dan kalian pada mau ikut bareng juga? Kebetulan aku bawa mobil." tawar Wawan dengan sopan


"tidak usah, mereka akan naik taksi, sepertinya, ya, kan? Tadi bilang mau naik taksi online kan ?" kata Feby yang tak ingin di ganggu oleh dua sahabatnya yang tukang ngomel itu.


"idih jahatnya, padahal kami ingin bareng loh," kata Nita.


Tiba-tiba Feby mengirimkan uang pada Vivi untuk naik taksi, "cuma bercanda kok ya nit, iya kami akan naik taksi, sudah duluan ya, mari ..." kata Vivi yang menarik Nita.

__ADS_1


"apa sih, Tadi, katanya mau cari tumpangan gratisan, kok sekarang malah ngajak naik taksi, uang ku udah nipis nih Vivi." kesal Nita pada temannya itu.


"Tenang saja, aku sudah punya uang dari Feby, tadi dia mengirim uang kepada ku, karena dia tidak ingin ganggu, uang itu bahkan bisa kita buat makan untuk seminggu ke depan, Bukankah itu enak?Lihatlah bu lurah baru ini sangat-sangat dermawan bukan?" kata Vivi menunjukkan bukti transferan dari Feby.


"itu sih Bukan Dermawan, itu sih, mengusir kita, tapi ya nggak papa, jika untuk uang makan seminggu ke depan, aku si rela diusir." kata Nita yang nyatanya sama saja.


Wawan pun membukakan pintu untuk istrinya itu, dan mereka tak langsung pulang.


karena mereka harus belanja bulanan karena beberapa barang di rumah sudah habis.


Saat sedang berbelanja, terlihat beberapa orang melihat ke arah mereka.


Tapi awalnya Feby merasa tak nyaman, tapi Wawan meyakinkan istrinya itu untuk tenang.


"Kenapa mereka terus mengawasi kita, apa ada yang aneh denganku?"


"Tidak ada yang aneh denganmu sayang, kamu hanya terlihat cantik seperti bidadari, dan kok yo mau jadi istriku, yang hanya pekerja kasar ini," kata Wawan


"apa yang mas katakan, jangan bilang seperti itu, aku tak suka, aku sangat mencintai mu," kata Feby yang merangkul pinggang suaminya itu.


Wawan hanya tersenyum saja, tapi ternyata mereka Majah ketemu pasangan Hardi dan Hana yang juga sedang berbelanja.


"loh kalian disini?"


"loh... Mbak juga sedang belanja," tanya Feby.


"Iya, mbak, sedang belanja bulanan juga, Oh ya, untuk dodolan bulan depan, kamu minta apa Dek?"


"terserah mbak saja, mau jual apa, Nanti aku tinggal belikan, dan Mbak, apa membutuhkan sesuatu Bilang saja, nanti biar aku yang beli, untuk kita tukar bulan depan."


"sepertinya Mbak, tidak butuh apa-apa, ya kita tukar yang sederhana saja, kalau begitu."


"Baiklah, aku sih manut saja ya, oh ya, Mana sih, kembar, kok nggak kelihatan?" tanya Feby yang biasa bertemu Arga dan Abra.


"Bunda... Ayah Wawan," panggil dua bocah yang sekarang sudah mulai bisa bicara dengan jelas.


"lah yang di cari akhirnya nongol," kata hana saat dua putranya itu menghampiri mereka.


"huhuhu, dua jagoan sudah datang, siapa yang mau gendong sama ayah?" tanya Wawan yang mengulurkan tangannya.


"Arga mau ... Arga mau..." kata bocah itu.


Sedang Abra pari ke arah ayahnya sendiri dan minta gendong, mereka pun lanjut belanja bersama.


Setelah membeli semua kebutuhannya, mereka pun pulang, dan tadi Feby juga menitipkan belanjaan untuk ibu dan ayahnya pada Hana.


tentu saja Hana dengan senang hati membawanya ke rumah orang tuanya, karena sudah satu Minggu ini mereka tinggal di rumah pak Sodikin.

__ADS_1


Ya semenjak hamil buah hati mereka yang ketiga ini, hana menjadi sedikit sensitif, dia tidak bisa masuk ke dalam rumahnya sendiri, dan selalu muntah-muntah.


jadi Hardi memutuskan untuk tinggal di rumah mertuanya, sampai Hana melahirkan, atau setidaknya sampai Hana bisa masuk ke dalam rumah mereka sendiri.


__ADS_2