
Helmi dan satria sudah pulang tapi tidak ke rumah mereka melainkan ke rumah mertua dari wanita itu.
Saat sampai di tempat itu, Helmi tersenyum melihat Satria yang langsung lari dan memeluk ibunya.
"eh bocah sini,masak sama kakeknya gak mau sih," panggil juragan Wawan.
"gak mau, kumis kakek gatel,nenek," panggil satria yang langsung memeluk wanita cantik yang sudah berusia lima puluh tahun itu.
"baiklah mama dan ayah, saya titip satria ya, karena nanti malam ada kondangan dengan mas Aris ke luar kota, apa tak masalah,"
" tentu saja tak masalah nak, lagi pula ibu tak keberatan karena nanti malam ada acara keluarga juga, jadi satria bisa ikut nenek dan kakek,"
"baiklah ... Selamat kondangan Mama," kata satria yang terlihat senang.
Helmi pun memeluk satria sab mencium puncak kepala putra sambungnya itu.
"padahal mama ingin mengajak mu, tapi nama ingat jika acaranya akan lama,"
"iya mama, aku mengerti kok," kata bocah itu
__ADS_1
Akhirnya Helmi pulang dan bertemu Bu sekdes atau biasa di panggil Bu carik untuk meminta tolong pada pemilik toko Frozen yang membuat semua dagangannya secara homemade.
"Mbak Nurul tau rumahnya juragan Wawan gak, ya aku lupa tak tanya pada suamiku," kata Helmi yang tersenyum sambil menggaruk tengkuknya.
"iya mbak tenang saja, saya tau kok karena sering kesana," jawab wanita itu.
dan untungnya benar, tak butuh waktu lama untuk keduanya menemukan rumah juragan Baron.
Sesampainya di rumah itu, terlihat semua orang sedang sibuk dengan beberapa gabah yang baru saja kering.
"maaf... Permisi apa nyonya Baron ada di dalam?" tanya Helmi yang bertanya seperti itu karena dia tau jika Wulan sering di panggil seperti itu.
"mau berbincang saja pak,kalau begitu saya permisi masuk ya," kata Helmi dengan sopan.
Ternyata salah satu pegawai Dati juragan Baron itu mengenali Helmi dan memukul kepala temannya.
"jamu kok goblok sih,kamu tak tau ya jika dia itu adalah istri dari lurah Aris, kamu mau mati," ketusnya.
"apa?" kaget pria itu
__ADS_1
Pasalnya dia tak mengira jika istri dari juragan Aris ini sangat muda dan begitu sopan.
Padahal semua orang juga tau jika juragan Aris ini kejam dan tak segan untuk melakukan apapun pada semua orang yang membuatnya marah.
Tapi tak di pungkiri jika pria itu sangat baik pada masyarakat yang di pimpin ya.
Helmi dan Nurul di izinkan masuk, keduanya duduk dan melihat foto keluarga di tengah rumah.
Ternyata ada tiga anak di dalam foto itu, "itu ibu juragan anaknya ganteng-ganteng ya," kata Helmi.
"iya mbak, dan semuanya sudah sekolah di pondok pesantren, dan sekarang tinggal juragan dan istrinya yang ada di rumah," jawab Nurul.
"kalau begitu ksn enak, tapi kenapa sekarang banyak yang bilang jika ibu juragan sedang tak baik-baik saja," kata Helmi bingung
"karena saya baru saja keguguran mbak, selamat datang maaf membuat kalian menunggu, tadi mas sudah bilang jika istri dari lurah Aris ingin datang," kata Wulan menyapa Helmi dan Nurul
"iya Mbak, saya cuma ingin menunjukkan proposal, untuk mbak mengisi acara di desa kami, ya lumayan itung-itung membantu para ibu memiliki usaha sendiri untuk memajukan kesejahteraan warga dan keluarga masing-masing."
Wulan pun melihat dan membaca isi proposal itu dan tersenyum saja, dia tak mengira jika Helmi langsung bekerja setelah menikah
__ADS_1