Cinta Itu Sederhana

Cinta Itu Sederhana
kegiatan para istri


__ADS_3

Hana sudah mulai mengikuti workshop yang di adakan untuk calon kepala sekolah yang baru.


Dan dia tak menyangka jika akan jadi di tempat yang dia mengajukan yaitu SMA di tempat adik-adiknya menimba ilmu.


Jadi dia akan sebisa mungkin melakukan yang terbaik untuk mendapatkan sertifikat pelatihan yang terbaik


Sedang Hardi terus menantikan pesan dari istrinya itu, pasalnya dia mengirim pesan saja tidak di baca oleh Hana.


pak Sardi dan Abdi merasa jika hati ini Hardi kurang bersemangat dalam bekerja.


"kamu kenapa Hardi? Kenapa kamu tampak begitu sedih dan tak bersemangat," tanya Abdi.


"aku sudah rindu istriku, dia tak membalas pesan ku, padahal kita terpaut jarak tujuh puluh sembilan kilo meter om, dan itu sangat menyiksaku," kata Hardi lebay.


"apa, ya kamu gila ya, jarak segitu kamu cuma butuh satu setengah jam naik motor, memang dia menginap di hotel untuk pelatihan?"


"tidak kok om, dia pulang pergi tapi aku sudah merindukannya," kata Hardi


sebuah bonggol jagung melayang ke arah Hardi karena abdi kesal mendengar ucapan pria itu.

__ADS_1


sedang di sisi lain, Aris juga merasa jika dia khawatir akan istrinya yang memang baru pertama mengikuti acara sebagai ibu lurah.


Karena selama ini yang mengikuti acara itu adalah istri sekertaris desa karena pak lurah belum punya pasangan.


Sedang di tempat Helmi, wanita itu tampak begitu senang karena acara di kecamatan itu sangat ceria.


Dia tak menyangka jika acara seperti ini bisa membuatnya begitu bahagia.


Aris yang khawatir tiba-tiba mendapatkan kiriman video tentang kegiatan istrinya.


Dia bersyukur jika Helmi tak kesulitan untuk bergabung dengan para istri lurah yang lain.


Dia melihat jam ternyata sudah jam dua belas kurang lima belas menit, jadi dia pun pamit keluar untuk menjemput Putranya.


Terlihat Satria menuju ke arahnya dan langsung menyalami ayahnya itu, "bagaimana pelajarannya nak?"


"semuanya baik ayah, dan aku sangat lapar, boleh kita beli nasi Padang aku ingin makan itu," mohon bocah itu.


"kamu kok tau sih ayah juga sedang ingin memakannya," kata Aris yang langsung mengarahkan sepeda motornya itu ke sebuah rumah makan Padang.

__ADS_1


ternyata saat baru duduk, Hardi juga datang untuk membungkus setidaknya sepuluh bungkus nasi.


"loh psi lurah dan satria, tumben nih makan di luar," tanya Hardi yang duduk di kursi samping satria.


"iya, habis istriku sds kegiatan di kecamatan, dan kamu juga tumben di sini dan lagi kenapa sangat lama membahas proyek kita," tanya lurah Aris yang ingat.


"itu ya, aku tak bisa konsen dulu nih, karena istriku sedang pelatihan jadi aku tak bisa berpikir jernih," kata Hardi.


"apa? Kamu terlalu mengelikan bos, seharusnya tak harus selebai itu," kata Aris yang di jawab Hardi dengan santai.


Setelah makanan Aris dan Satria datang, makanan Hardi juga selesai di bungkus, "ya sudah aku pamit dulu ya, sudah di tunggu orang-orang nih,"


"ya sudah aku kasih waktu sepuluh hari, tolong jangan mundur lagi," kata Aris mengalah.


"siap pak lurah," jawab Hardi yang langsung pergi dengan motor sports miliknya.


Setelah makan, Aris berjalan untuk membayar makanannya. "jadi berapa mas?"


"sudah di bayar pak lurah sama juragan Hardi tadi," jawab penjual nasi itu.

__ADS_1


"ya pria sialan ini selalu bersikap seenaknya," kesal Aris yang tersenyum.


Dia tak menyangka jika sekarang akan berteman dengan Hardi karena ingin membantu para warga desa.


__ADS_2